Plan Pengembangan Media Pembelajaran

RencanaMedia Pembealajaran Digital

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
Plan Pengembangan Media Pembelajaran 作者: Mind Map: Plan Pengembangan Media Pembelajaran

1. Merumuskan butir-butir materi secara terperinci sebelum membuat Media Digital

1.1. Penyusunan rumusan butir-butir materi agar tujuan dalam membuat media pembelajaran sesuai sasaran, sehingga media yang disusun terangka untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut.

2. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan Media Digital

2.1. Alat pengukur dikembangkan sesuai dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau cheklist prilaku. Instrumen tersebut akan digunakan oleh pengembang media, ketika melakukan tes uji coba dari program media yang dikembangkannya. Misalkan alat pengukurnya tes, maka siswa nanti akan diminta mengerjakan materi tes tersebut. Kemudian dilihat bagaimana hasilnya.

3. Menulis Naskah Media Digital

3.1. Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan yang merupakan penjabaran dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang kita sebut naskah program media.

3.1.1. Garis-garis besar program media (GBPM)

3.1.1.1. Topik

3.1.1.1.1. Operasi Hitung : Tambah & Kurang

3.1.1.2. Tujuan Umum

3.1.1.2.1. Siswa memahami cara-cara pengoperasian hitung Tambah & Kurang

3.1.1.3. Tujuan Khusus

3.1.1.3.1. 1. Siswa dpt membedakan operasi penjumlahan antara tambah & kurang 2. Siswa dapat menjumlahkan operasi hitung kurang 3. Siswa dpt mengaplikasikan operasi hitung dalam kehidupan sehari-hari

3.1.1.4. Pokok-pokok Materi

3.1.1.4.1. 1. Operasi Hitung Tambah 2. Operasi Hitung Kurang

3.1.1.5. Keterangan

3.1.1.5.1. 1. Sumber: Buku Matematika Kelas 2 2. Media : Adobe flash, Power,Point dll

4. Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa

4.1. Analisis (need assessment)

4.1.1. dibuat agar bisa mengukur tingkat kesenjangan yang terjadi dalam pembelajaran siswa dari apa yang diharapkan dan apa yang sudah dapat. Dalam hal pengukuran kesenjangan seseorang analisis harus bias atau mampu mengetahui beberapa masalah yang dihadapi.

4.2. Karakteristik Siswa

4.2.1. Pribadi & lingkungan

4.2.1.1. Umur, Jenis kelamin, Keadaan ekonomi orang tua, Kemampuan pra sekolah, Lingkungan tempat tinggal

4.2.2. Psikis

4.2.2.1. Tingkat Kecerdasan, Perkembangan jiwa anak, Modalitas belajar, Motivasi, Bakat dan minat

5. Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan khas

5.1. Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja yang operasional, artinya kata kerja itu menunjukkan suatu prilaku/perbuatan yang dapat diamati atau diukur. Sebuah tujuan pembelajaran hendaknya memiliki empat unsur pokok yang dapat kita akronimkan dalam ABCD

5.1.1. (Audience (sasaran)

5.1.1.1. Audience adalah menyebutkan sasaran/audien yang dijadikan sasaran pembelajaran

5.1.2. Behavior (prilaku)

5.1.2.1. Behavior adalah menyatakan prilaku spesifik yang diharapkan atau yang dapat dilakukan setelah pembelajaran berlangsung

5.1.3. Condition (kondisi)

5.1.3.1. Condition adalah menyebutkan kondisi yang bagaimana atau dimana sasaran dapat mendemonstrasikan kemampuannya atau keterampilannya

5.1.4. Degree(tingkatan)

5.1.4.1. Degree adalah menyebutkan batasan tingkatan minimal yang diharapkan dapat dicapai.

6. Mengadakan tes dan revisi

6.1. Revisi kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes.

6.1.1. Tes atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui perseorangan atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan.

6.1.2. Jika semua langkah-langkah tersebut telah dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah selanjutnya adalah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan ada beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan (revisi) terhadap aspek yang dianggap kurang.