SISTEM KELENJAR ENDOKTRIN
作者:Eny Susanti
1. Hypothalamus
1.1. Hormon antidiuretik - memberi tahu ginjal untuk menyerap lebih banyak air (melalui hipofisis posterior)
1.2. Oksitosin - merangsang kontraksi otot rahim saat melahirkan, pengeluaran ASI // pengeluaran sperma (melalui hipofisis posterior)
1.3. Melepaskan dan Menghambat hormon - merangsang / menghambat pelepasan hormon dari hipofisis anterior
2. Paratiroid (terletak di tiroid)
2.1. Parathormon - merangsang pelepasan kalsium dari tulang
3. Thyroid
3.1. Tiroksin - meningkatkan laju metabolisme, mengatur pertumbuhan dan perkembangan
3.2. Kalsitonin - menghambat pelepasan kalsium dari tulang
4. Pancreas
4.1. Insulin - menurunkan kadar glukosa darah
4.2. Glukagon - meningkatkan kadar glukosa darah
5. Testis
5.1. Testosteron - merangsang perkembangan karakteristik seksual sekunder pria dan merangsang spermatogenesis
6. Ovarium
6.1. Estrogen - menyebabkan perkembangan karakteristik seksual sekunder wanita dan pematangan telur
6.2. Porgesteron - merangsang devfelopment lapisan rahim dan pembentukan plasen
7. Melatonin - mengatur siklus reproduksi musiman
8. Erythropoietin - merangsang sintesis sel darah merah
9. Secretin, Gastrin, Cholecystokinin, dll. - mengontrol sekresi lendir, enzim, dan garam
10. Lainnya
10.1. Kelenjar Pineal
10.2. Thymus
10.2.1. Thymosin - merangsang pematangan sel sistem kekebalan
10.3. Ginjal
10.3.1. Renin - bekerja pada protein darah untuk menghasilkan angiotensin, yang mengatur tekanan darah
10.4. Hati
10.4.1. Atrial natriuretic peptide (ANP) - Meningkatkan ekskresi garam dan air oleh ginjal
10.5. Saluran Pencernaan
11. Kelenjar Adrenal
11.1. Medulla Adrenal
11.1.1. Epinefrin dan Norepinefrin (adrenalin dan noradrenalin) - meningkatkan kadar gula dan asam lemak dalam darah
11.2. Korteks Adrenal
11.2.1. Glukokortikoid - meningkatkan gula darah
11.2.2. Aldosteron - meningkatkan reabsorpsi garam di ginjal
11.2.3. Testosteron - menyebabkan maskulinisasi fitur tubuh