1. Klasifikasi Plathyhelminthes
1.1. a. Turbellaria atau cacing berbulu getar.
1.1.1. Turbellaria atau cacing berbulu getar merupakan cacing yang hidup bebas. Contohnya adalah Planaria. Planaria adalah cacing yang hidup secara bebas di perairan. Cacing ini bias dijadikan sebagai bioindikator terhadap kadar pencemaran disuatu perairan.
1.1.1.1. Kingdom: Animalia
1.1.1.2. Subkingdom: Eumetazoa
1.1.1.3. Phylum: Platyhelminthes
1.1.1.4. Class: Turbellaria
1.1.1.5. Order: Seriata
1.1.1.6. Suborder: Tricladida
1.1.1.7. Family: Planariidae
1.2. b. Trematoda atau cacing isap.
1.2.1. 1. Fasciola hepatica (Cacing hati pada ternak) Cacing ini memiliki panjang 2-6 cm. Habitatnya adalah di hati ternak.
1.2.1.1. Kingdom: Animalia
1.2.1.2. Phylum: Platyhelminthes
1.2.1.3. Class: Trematoda
1.2.1.4. Subclass: Digenea
1.2.1.5. Order: Echinostomida
1.2.1.6. Family: Fasciolidae
1.2.1.7. Genus: Fasciola
1.2.1.8. Species: F. hepatica
1.2.2. 2. Clonorchis sinensis Clonorchis sinensis merupakan cacing hati yang parasit pada hati manusia. Cacing ini hospes antaranya adalah ikan air tawar.
1.2.2.1. Kingdom: Animalia
1.2.2.2. Phylum: Platyhelminthes
1.2.2.3. Class: Trematoda
1.2.2.4. Order: Opisthorchiida
1.2.2.5. Family: Opisthorchiidae
1.2.2.6. Genus: Clonorchis
1.2.2.7. Species: C. sinensis
1.3. c. Cestoda atau cacing pita.
1.3.1. Semua cacing pita tidak memiliki alat pencernaan, karena sari-sari makanan dapat langsung diserap melalui seluruh permukaan tubuhnya. Tubuhnya beruas-ruas atau biasa disebut sebagai proglotid,di mana setiap proglotid mengandung alat reproduksi, ekskresi, dan mampu menyerap sari makanan dari inangnya. Karena itulah tiap proglotid dapat dianggap sebagai koloni individu. Contoh dari cacing ini adalah Taenia saginata dan Taenia solium. Cacing Taenia solium merupakan cacing parasit yang dewasa pada manusia dengan hospes antara adalah babi.
1.3.1.1. Kerajaan: Animalia
1.3.1.2. Filum: Platyhelminthes
1.3.1.3. Kelas: Cestoda
1.3.1.4. Ordo: Cyclophyllidea
1.3.1.5. Famili: Taeniidae
1.3.1.6. Genus: Taenia