Comparative Economic Development

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
Comparative Economic Development 作者: Mind Map: Comparative Economic Development

1. 2.5 How Low-income Countries Today Differ from Developed Countries in Their Earlier Stages

1.1. 1. Physical and human resource endowments

1.1.1. Kemampuan suatu negara untuk mengeksploitasi sumber daya alamnya serta memulai dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi jangka panjang bergantung pada kecerdikan, keterampilan manajerial, teknis rakyatnya, aksesnya ke pasar kritis dan informasi produk minimal biaya.

1.2. 2. Per capita incomes and levels of GDP in relation to the rest of the world

1.2.1. Orang yang tinggal di negara berpenghasilan rendah rata-rata memiliki tingkat pendapatan riil per kapita yang lebih rendah daripada negara maju.

1.3. 3. Climate

1.3.1. Suhu panas dan kelembaban yang ekstrim dapat menyebabkan penurunan kualitas tanah, rendahnya produktivitas tanaman, melemahnya pertumbuhan regeneratif hutan dan buruknya kesehatan hewan. Panas dan lembab yang ekstrim juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan bagi pekerja sehingga melemahkan kesehatan yang membuat turunnya produktivitas dan efisiensi pekerja.

1.4. 4. Population size, distribution, and growth

1.4.1. Ukuran populasi, kepadatan dan pertumbuhan merupakan perbedaan antara negara berkembang dan negara maju. Saat industrialisasi berlangsung, tingkat pertumbuhan penduduk meningkat terutama akibat dari penurunan angka kematian serta tingkat kelahiran yang meningkat secara perlahan.

1.5. 5. Historical role of international migration

1.5.1. Pada abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh jalan keluar utama bagi penduduk pedesaan adalah migrasi internasional yang tersebar luas dan berskala besar.

1.6. 6. International trade benefits

1.6.1. Perdagangan bebas internasional dapat mendorong perkembangan negara-negara yang secara ekonomi maju saat ini. Pasar ekspor yang berkembang pesat dan memberikan stimulus tambahan untuk permintaan lokal yang berkembang yang mengarah pada pembentukan industri manufaktur berskala besar.

1.7. 7. Basic scientific and technological research and development capabilities

1.7.1. Tingkat pertumbuhan yang tinggi telah ditopang oleh interaksi antara aplikasi massal dari banyak inovasi teknologi baru yang didasarkan pada kemajuan pesat dalam stok pengetahuan ilmiah dan penambahan lebih lanjut pada stok pengetahuan yang dimungkinkan oleh pertumbuhan surplus kekayaan.

1.8. 8. Efficacy of domestic institutions

1.8.1. Banyak negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat dan Kanada memiliki aturan ekonomi yang memberikan akses relatif luas terhadap peluang bagi individu dengan dorongan kewirausahaan dan biasanya menikmati stabilitas politik yang relatif lebih kuat serta institusi sosial yangfleksibel dengan akses mobilitas yang luas. Namun apabila di Afrika, batas nasional lebih ditentukan secara sewenang-wenang oleh kekuatan kolonial.

2. 2.6 Are Living Standards of Developing and Developed Nations Converging?

2.1. Pada awal era industri, standar kehidupan riil rata-rata di negara kaya adalah tiga kali lebih besar dari negara miskin.

2.1.1. Relative Country Convergence

2.1.1.1. Memeriksa apakah negara miskin tumbuh lebih cepat daripada negara kaya. Selama ini negara miskin akan berada mengejar tingkat pendapatan negara kaya. Kesenjangan pendapatan relatif akan menyusut, karena pendapatan negara kaya akan menjadi lebih kecil dari pendapatan negara miskin.

2.1.2. Absolute Country Convergence

2.1.2.1. Pendapatan rata-rata negara berkembang menjadi lebih besar dari negara maju, perbedaan pendapatan ini masih bisa terus meluas untuk beberapa waktu sebelum akhirnya mulai menyusut. Proses konvergensi negara absolut adalah standar yang lebih kuat daripada proses konvergensi negara relatif.

2.1.3. Population Weighted Relative Country Convergence

2.1.3.1. Memberi bobot pada pentingnya tingkat pertumbuhan pendapatan per kapita suatu negara secara proporsional dengan ukuran populasinya.

2.1.4. World as One Country Convrevergence

2.1.4.1. Mempelajari konvergensi dengan memikirkan dunia seolah-olah merupakan satu negara.

2.1.5. Sectoral Convergence

2.1.5.1. Konvergensi sektor ekonomi lintas nasional yang dapat menandakan potensi konvergensi di masa depan.

3. 2.7 Long-Run Causes of Comparative Development

3.1. Institusi memberikan dasar ekonomi pasar

3.1.1. Menetapkan aturan hak milik dan penegakan kontrak

3.1.2. Meningkatkan koordinasi

3.1.3. Membatasi perilaku koersif, curang, dan antikompetitif

3.1.4. Menyediakan akses ke peluang bagi populasi yang luas

3.1.5. Membatasi kekuatan elit

3.1.6. Mengelola konflik secara lebih umum

3.2. Faktor budaya berpengaruh terhadap tingkat pendidikan, kualitas kelembagaan pasca kolonial dan keaktifan masyarakat sipil.

3.3. Modal manusia memiliki dampak langsung terhadap pendapatan dan pembangunan manusia secara lebih luas, Kedalaman dan luasnya pendidikan dalam populasi akan membantu menentukan efektivitas pemerintah sebagai kekuatan untuk pembangunan,

4. 2.8 Concluding Observations

4.1. Kolonialisme Eropa memiliki dampak besar pada sejarah ketidaksetaraan dan perkembangan kelembagaan di suatu negara dengan cara yang memfasilitasi atau menggagalkan partisipasi dalam pertumbuhan ekonomi modern setelah Revolusi Industri tiba.

4.1.1. Negara berkembang berhasil memperbaiki pembangunan dan perekonomian dinegaranya

4.1.2. Negara miskin mengalami keterbelakangan dengan kerugian parah

5. 2.2 Basic Indicator of development: Real Income, Health, and Education

5.1. Indikator dasar dari tiga aspek pembangunan: pendapatan riil per kapita disesuaikan dengan daya beli; kesehatan yang diukur berdasarkan harapan hidup, kekurangan gizi, dan kematian anak; dan pendidikan pencapaian yang diukur dengan melek huruf dan sekolah.

5.1.1. Paritas daya beli

5.1.2. Indikator Kesehatan dan Pendidikan

6. 2.1 Defining the Developing World

6.1. Untuk mendefinisikan negara berkembang dengan menggunakan pendapatan per kapita.

7. 2.3 Holistic Measures of Living Levels and Capabilities

7.1. Indeks Pembangunan Manusia Baru Inti dari laporan pembangunan manusia, yang dimulai pada tahun 1990, adalah konstruksi dan penyempurnaan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang informatif.

7.2. Tujuan dari produk akhir pembangunan

7.2.1. Pengetahuan yang diukur dengan kombinasi rata-rata sekolah yang dicapai oleh orang dewasa dan tahun sekolah yang diharapkan untuk anak-anak usia sekolah

7.2.2. Standar hidup yang layak yang diukur dengan produk domestik bruto per kapita riil yang disesuaikan dengan paritas daya beli yang berbeda dari mata uang setiap negara untuk mencerminkan biaya hidup dan untuk asumsi utilitas pendapatan marjinal yang semakin berkurang.

7.2.3. Harapan hidup saat lahir

8. 2.4 Characteristic of Developing World: diversity within Commonality

8.1. Berbagai indikator pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan IPM yang telah ditinjau disebut sebagai “ladder of development".

8.1.1. Lower Levels of Living and Productivity

8.1.1.1. Pendapatan rendah menyebabkan rendahnya investasi di bidang pendidikan dan kesehatan serta peralatan dan infrastruktur, yang pada akhirnya menyebabkan produktivitas yang rendah dan stagnasi ekonomi. Ini dikenal sebagai poverty trap atau yang disebut Nobel Gunnar Myrdal sebagai "circular and cumulative causation".

8.1.2. Lower Levels of Human Capital

8.1.2.1. Human Capital, kesehatan, pendidikan, dan skill sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi dan perkembangan manusia.

8.1.3. Higher Levels of Inequality and Absolute poverty

8.1.3.1. Kemiskinan ekstrim mewakili kesengsaraan manusia yang besar, karenanya pemulihan ini merupakan prioritas utama pembangunan internasional. Para ekonom pembangunan semakin berfokus pada kemiskinan dan ketidaksetaraan dapat menyebabkan pertumbuhan yang lebih lambat.

8.1.4. Higher Population Growth Rates

8.1.4.1. Negara berkembang berpenghasilan rendah memiliki angka kelahiran yang sangat tinggi.

8.1.5. Greater social fractionalization

8.1.5.1. Komposisi etnis dan agama dari negara berkembang akan mengarah ke konflik atau kerja sama dapat menjadi penentu penting dari keberhasilan atau kegagalan upaya pembangunan.

8.1.5.1.1. Keragaman bahasa, dan agama suatu negara, semakin besar kemungkinan akan ada perselisihan internal dan ketidakstabilan politik. Dalam banyak kasus, satu atau lebih dari kelompok ini menghadapi masalah serius berupa diskriminasi, pengucilan sosial, atau kerugian sistematis lainnya.

8.1.5.1.2. Keragaman etnis dan agama tidak harus selalu mengarah pada ketidaksetaraan masih banyak contoh keberhasilan integrasi ekonomi dan sosial dari populasi etnis minoritas atau pribumi di negara yang beragam seperti Malaysia dan Mauritius.

8.1.6. Larger rural populations but rapid rural-to-urban migration

8.1.6.1. Salah satu ciri utama pembangunan ekonomi adalah pergeseran dari pertanian ke manufaktur dan jasa. Pergeseran populasi besar-besaran juga terjadi karena ratusan juta orang berpindah dari daerah pedesaan ke perkotaan, memicu urbanisasi yang cepat, dengan masalah yang menyertainya.

8.1.7. Lower levels of industrialization

8.1.7.1. Industrialisasi dikaitkan dengan produktivitas tinggi dan pendapatan dan telah menjadi ciri khas modernisasi dan kekuatan ekonomi nasional.

8.1.7.1.1. Pada negara berkembang terjadi penurunan industrialisasi sehingga cenderung memiliki ketergantungan yang lebih tinggi pada ekspor primer.

8.1.7.1.2. Negara-negara berpenghasilan menengah dengan cepat mengejar pangsa barang manufaktur dalam ekspor mereka dengan negara maju

8.1.8. Adverse geography

8.1.8.1. Geografi memainkan beberapa peran dalam masalah pertanian, kesehatan masyarakat, dan pembangunan komparatif secara umum. Ekonomi yang tidak memiliki lahan seperti Afrika seringkali memiliki pendapatan yang lebih rendah daripada ekonomi pesisir.

8.1.9. Underdeveloped financial and other markets

8.1.9.1. Pasar yang tidak sempurna dan informasi yang tidak lengkap jauh lebih lazim di negara berkembang, akibatnya pasar domestik dan pasar keuangan bekerja kurang efisien. Di banyak negara berkembang dasar hukum dan kelembagaan untuk pasar sangat lemah.

8.1.10. Lingering colonial impacts such as poor institutions and often external dependence.

8.1.10.1. Warisan Negara Kolonial di negara berkembang jajahannya berdampak pada kurangnya lembaga dan organisasi formal, selain itu didalam negeri hak milik perorangan lemah dan masyarakat mendapat sedikit peluang ekonomi. Keterkaitan terhadap hubungan internasional menimbulkan konsekuensi yang terkadang merugikan pembagunan dinegara itu sendiri.