METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

This lesson for Learning in research

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN 作者: Mind Map: METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN

1. Langkah Lapangan

1.1. 1. Memahami dan memasuki lapangan 2. Aktif dalam kegiatan (pengumpulan data)

2. 2. Penelitian Terapan

2.1. Penelitian dasar berfungsi menghasilkan pengetahuan untuk mencari solusi tentang masalah-masalah umum, penelitian terapan berfungsi mencari solusi tentang masalah-masalah dalam bidang tertentu. Penelitian ini menguji manfaat teori-teori ilmiah, mengetahui hubungan empiris dan analitis dalam bidang-bidang tertentu.

3. Studi Kasus digunakan untuk memberikan pemahaman akan sesuatu yang menarik perhatian, proses sosial yang terjadi, peristiwa konkret, atau pengalaman orang yang menjadi latar dari sebuah kasus.

4. 1. Apakah pokok permasalahan tersebut menarik untuk diteliti 2. Apakah sebuah pokok permasalahan, benar-benar hadir sebagai sebuah masalah yang layak atau patut diteliti (bukan dibuat-buat) 3. Apakah pokok permasalahan yang diteliti terskebut dapat membawa pada penyelesaian, perbaikan atau pencerahan 4. Apakah terdapat sebuah kesenjangan antarokoa kondisi ideal dari pokok permasalahan dengan realitatas menyangkut pokok permasalahan tersebut sehingga layak diselidiki penyebabnya.

5. Metode penelitian yaitu cara mengetahui sesuatu untuk menemukan, mengembangkan atau menguji kebenaran secara sistematik, logis dan empiris dengan metode ilmiah.

5.1. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu gejala yang ada pada saat penelitian dilakukan.

6. Research and Development (R&D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan metode tersebut.

7. Dirangkum Oleh Nur Salam (2003) : 1. Relevance artinya hipotesis harus relevan dengan fakta yang akan diteliti 2. Testibility artinya memungkinkan untuk melakukan observasi dan bisa diukur 3. Comatibility artinya hipotesis harus konsisten dengan hipotesa dilapangan yang sama dan telah teruji kebenarannya sehingga setiap hipotesa akan membentuk suatu sistem. 4. Prediktif artinya hipotesa adalah baik mengandung daya ramal tentang apa yang akan terjadi atau apa yang akan ditemukan. 5. Simplicty artinya harus dinyatakan secara sederhana, mudah dipahami dan dicapai

8. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, melainkan juga benda-benda alam yang lain.

9. VARIABEL DAN MASALAH PENELITIAN

9.1. MASALAH

9.1.1. Masalah adalah kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara keebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is) .

9.1.2. PENGERTIAN

9.1.2.1. Masalah adalah kesenjangan antara harapan (das sollen) dengan kenyataan (das sein), antara kebutuhan dengan yang tersedia, antara yang seharusnya (what should be) dengan yang ada (what it is).

9.1.3. Masalah dapat dirumuskan dengan jelas dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda. Rumusan masalah hendaknya dapat mengungkapkan hubungan antara dua variable atau lebih, kecuali jika penelitian bersifat deskriptif. Rumusan masalah hendaknya dinyatakana dalam kalimat Tanya, atau bisa juga dalam sebuah paragraf yang menguraikan identifikasi masalah

9.1.4. TEHNIK PERUMUSAN MASALAH

9.1.5. TIPS MENYUSUN RUMUSAN MASALAH

9.1.6. TAHAPAN MENYUSUN RUMUSAN MASALAH

9.2. pada tahap awal sebelum dilakukan pengumpulan data adalah bersifat lebih luas atau umum, kemudian rumusan masalahnya semakin di persempit atau di saring dengan menyeleksi terhadap semua identifikasi masalah, menghasilkan perbaikan atau peningkatan kearah sesuatu yang baik, membawa kepada sesuatu yang baru dan mencerahkan.

9.3. VARIABEL

9.3.1. PENGERTIAN

9.3.1.1. segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya

9.3.2. JENIS VARIABEL

9.3.2.1. DARI SUDUT PERAN

9.3.2.1.1. VARIABEL DEPENDENT

9.3.2.1.2. VARIABEL INDEPENDENT

9.3.2.2. DARI SUDUT SIFAT

9.3.2.2.1. VARIABEL DISKRET (Categorical Variable)

9.3.2.2.2. VARIABEL KONTINYU

10. POPULASI DAN SAMPEL

10.1. PENGERTIAN

10.1.1. POPULASI

10.1.2. SAMPEL

10.1.2.1. Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Umumnya populasi tersebut jumlahnya besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. Hal ini disebabkan karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu.

10.2. POPULASI DAN SAMPEL DALAM PENELITIAN

10.2.1. POPULASI

10.2.1.1. Dalam penelitian, populasi dibedakan menjadi dua, yaitu populasi secara umum dan populasi target (target population). Populasi target adalah populasi yang menjadi sasaran keberlakuan kesimpulan penelitian. Contoh : Populasi umum adalah seluruh guru SD negeri di kota A. Populasi targetnya adalah seluruh guru Mapel IPA di SD negeri di kota A. Hasil penelitian hanya berlaku bagi guru Mapel IPA di SD negeri di kota A.

10.2.2. SAMPEL

10.2.2.1. menggunakan sampel lebih menguntungkan dibandingkan dengan penelitian menggunakan populasi, karena penelitian dengan menggunakan sampel lebih menghemat biaya, waktu, dan tenaga. Dalam menentukan sampel langkah awal yang harus ditempuh adalah membatasi jenis populasi atau menentukan populasi target. Terdapat beberapa kesalahan yang sering terjadi dan mengakibatkan bias dalam penarikan sampel.

10.3. JENIS SAMPEL

10.3.1. SAMPEL PROBABILITAS

10.3.1.1. Definisi

10.3.1.1.1. Sampel probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel

10.3.1.2. Teknik pengambilan sampel

10.3.1.2.1. Cara acak sederhana (sample random sampling)

10.3.1.2.2. Proportionate stratified random sampling

10.3.1.2.3. Disproportionate stratified random sampling

10.3.1.2.4. Cluster sampling (sampling menurut daerah

10.3.2. SAMPEL NON PROBABILITAS

10.3.2.1. Definisi

10.3.2.1.1. Ketika sebuah penduduk ingin dijadikan atau digunakan sebagai sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.

10.3.2.1.2. sampel non-probabilitas merupakan teknik yang tidak memberikan peluang sama sekali atau tidak ada kesempatan yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.

10.3.2.2. Teknik pengambilan sampel

10.3.2.2.1. Sampling sistematis

10.3.2.2.2. Cara Kuota (quota sampling)

11. JENIS JENIS METODE PENELITIAN

11.1. DEFINISI

11.2. JENIS-JENIS METODE PENELITIAN

11.2.1. 1.Penelitian Deskriptif

11.2.2. 2. Studi Kasus

11.2.3. 3. Penelitian Survei

11.2.4. Penelitian dasar atau juga penelitian murni atau penelitian pokok, diarahkan pada pengujuan teori, dengan hanya sedikit atau bahkan tanpa menghubungkan sumbangan besar terhadap pengembangan dan pengujian teori-teori bertolak dari suatu teori, prinsip dasar atau generalisasi, penelitian dasar diarahkan untuk mengetahui, menjelaskan dan memprediksi fenomena-fenomena alam dan sosial.

11.2.5. 4. Studi Korelasonial

11.2.5.1. Studi Korelasional atau Penelitian korelasi atau korelasional adalah suatu penelitian untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa ada upaya untuk mempengaruhi variabel tersebut.

11.2.5.2. Eksperimen yaitu cara-cara untuk mengungkapkan hubungan sebab akibat dua variabel atau lebih melalui percobaan secara cermat.

11.2.6. 5. Eksperimen

11.2.7. 6. Research and Defelopment (R&D)

11.3. Penelitian Survei merupakan suatu bentuk aktifitas yang sudah menjadi kebiasaan pada masyarakat, dan banyak diantaranya berpengalaman dengan riset ini sebagai suatu bentuk yang tersendiri atau yang lainnya.

11.3.1. (Cooper et al., 2006) (1) Teori mempersempit/membatasi ruang atau kawasan dari fakta yang akan kita pelajari. (2) Teori menyarankan sistem pendekatan penelitian yang disukai untuk mendapatkan makna yang sesungguhnya), (3) teori menyarankan sistem penelitian yang memungkinkan untuk mengimpose data sehingga diklasifikasikan dalam jalan yang lebih bermakna. (4) Teori merangkum suatu pengetahuan tentang sebuah objek kajian dan pernyataan yang tidak diinformasikan yang diluar observasi yang segera. (5) Teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta-fakta yang lebih jauh yang bisa ditemukan dalam penelitian.

11.4. JENIS DAN MANFAAT PENELITIAN BERDASARKAN FUNGSI

11.4.1. 1. Penelitian Dasar

11.4.2. 3. Penelitian evaluasi

11.4.2.1. Penelitian evaluasi difokuskan pada suatu kegiatan suatu unit tertentu. Penelitian ini dapat menilai manfaat atau kegunaan, sumbangan dan kelayakan dari suatu kegiatan dalam satu unit.

12. Menurut Istilah Di dalam kamus Bahasa Indonesia, ilmu merupakan pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu tersebut

12.1. Tujuan suatu penelitian adalah mengembangkan dan menguji teori untuk berkembangnya suatu pengetahuan, Penelitian ilmiah digunakan untuk kebutuhan ilmu pengetahuan, sebaiknya ilmu pengetahuan tidak akan berkembang apabila tanpa penelitian ilmiah, penelitian ilmiah dan ilmu pengetahuan dan keduanya sama-sama membesarkan sistem tersebut sampai pada tingkat yang tidak terbatas

12.1.1. 3. Memformulasikan hipotesa

13. Menurut Sugiyono (1) Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya, (2) Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedia, jurnal ilmiah, laporan penelitian, (Skripsi, Thesis, Disertasi) yang sebanyak-banyaknya dan yang relevan dengan setiap variabel yang diteliti, (3) Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topik yang relevan dengan setiap variabel yang akan diteliti. (Untuk referensi yang berbentuk laporan penelitian, lihat judul penelitian, permasalahan, teori yang digunakan, tempat penelitian, sampel sumber data, teknik pengumpulan data, analisis, kesimpulan dan saran yang diberikan), (4) Cari definisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan antara satu sumber dengan sumber yang lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitian yang akan dilakukan, (5) Baca seluruh isi topik buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti, lakukan analisa, renungkan, dna buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca, (6) Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber-sumber ke dalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri

14. 3) Teori fungsional yang nampak nampak adanya suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.

14.1. 2) Teori deduktif yang memberi keterangan dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu ke arah data yang akan diterangkan.

15. 5. Menganalisa dan Menginterpretasi

16. 1. Menyusun rancangan penelitian 2. Memilih lokasi Penelitian 3. Mengurus perizinan 4. Menjajagi dan melihat keadaan/Memantau keadaan Lokasi yang akan diteliti 5. Memilih dan memanfaatkan informan 6. Menyiapkan instrumen penelitian

16.1. Asal kata ilmu adalah dari bahasa Arab, ‘alama. Arti dari kata ini adalah pengetahuan. Dalam bahasa Indonesia, ilmu sering disamakan dengan sains yang berasal dari bahasa Inggris “science”. Kata “science” itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “scio”, “scire” yang artinya pengetahuan. “Science” dari bahasa Latin “scientia”,yang berarti “pengetahuan” adalah aktivitas yang sistematis yang membangun dan mengatur pengetahuan dalam bentuk penjelasan dan prediksi tentang alam semesta.

16.1.1. menurut (Kerlinger :1978) Teori merupakan sekumpulan konstruk (konsep), definisi, dan proposisi yang berfungsi melihat fenomena secara sistematik dan menyeluruh, melalui spesifikasi hubungan antar variable, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena.

17. 6. Membuat generalisasi dan kesimpulan

18. SYARAT ILMU

18.1. Sistematis

18.1.1. ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu, dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya

18.2. Objektif

18.3. Universal

18.3.1. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu).

18.3.2. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam

19. 1. Menetapkan variable yang diteliti 2. Membaca buku dan hasil penelitian 3. Deskripsi teori dan hasil penelitian 4. Analisis kritis terhadap teori dan hasil penelitian 5. Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian 6. Sintesa/kesimpulan

20. HAKIKAT ILMU DAN APLIKASINYA DALAM PENELITIAN ILMIAH

20.1. PENGERTIAN

20.2. Metodis

20.2.1. Menurut Bahasa : Asal kata ilmu adalah dari bahasa Arab, ‘alama. Arti dari kata ini adalah pengetahuan. Dalam bahasa Indonesia, ilmu sering disamakan dengan sains yang berasal dari bahasa Inggris “science”. Kata “science” itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “scio”, “scire” yang artinya pengetahuan. “Science” dari bahasa Latin “scientia”,yang berarti “pengetahuan” adalah aktivitas yang sistematis yang membangun dan mengatur pengetahuan dalam bentuk penjelasan dan prediksi tentang alam semesta.

20.2.2. upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran.

20.3. PENELITIAN ILMIAH

20.3.1. LANGKAH PENELITIAN

20.3.1.1. 1. Merumuskan serta mendefinisikan masalah

20.3.1.2. 2. Mengadakan studi kepustakaan

20.3.1.3. 4. Mengumpulkan data

20.3.1.4. 5. Menyusun, Menganalisa, dan Menyusun interfensi

20.3.1.5. 7. Membuat laporan ilmiah

20.3.2. JENIS DAN LANGKAH PENELITIAN

20.3.2.1. JENIS KUALITATIF

20.3.2.1.1. Langjah Persiapan

20.3.2.1.2. Langkah Pengolahan Data

20.3.3. JENIS KUANTITATIF

20.3.3.1. Langkah

20.3.3.1.1. 2. Mereview Kepustakaan

20.3.3.1.2. 1. Mengidentifikasi Problem

20.3.3.1.3. 4. Mengumpulkan Data

20.3.3.1.4. 3. Menetapkan Tujuan Penelitian

20.3.3.1.5. 6. Melaporkan dan Mengevaluasi Penelitian

21. HIPOTESIS PENELITIAN

21.1. KAJIAN TEORI

21.1.1. Macam-macam Teori dalam Penelitian

21.1.1.1. 1) Teori induktif yang menerangkan suatu hal dari dari data ke arah teori.

21.1.2. Fungsi Teori dalam Penelitian

21.2. Kerangka pemikiran merupakan kegiatan untuk mencari jawaban dari masalah penelitian yang dirumuskan secara teoritis yang masih perlu diuji kebenarannya di lapangan. Sumber-sumber penyusunan kerangka pemikiran tersebut adalah dari berbagai teori atau konsep yang dituangkan dalam tinjauan pustaka. Dengan demikian perumusan kerangka pemikiran tidak terlepas dari tinjauan pustaka. Kerangka pemikiran merupakan olah pikir atau nalar dari peneliti untuk menyusun model teoritis dalam upaya pemecahan masalah penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya.

21.2.1. Langkah-langkah Melakukan Kajian Teori

21.3. KERANGKA BERFIKIR

21.3.1. Pengertian

21.4. Hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap permasalahan yang sedang kita hadapi. Dalam melakukan penelitian untuk mendapatkan jawaban yang benar maka seorang ilmuan seakan-akan melakukan suatu integrasi terhadap alam.

21.5. HIPOTESIS PENELITIAN

21.5.1. Pengertian

21.5.1.1. Langkah-langkah Pembuatan Kerangka Berfikir

21.5.2. Syarat Hipotesis