1. Berjalan secara liberal dan radikal dengan sentimen-sentimen antigereja, contoh: pengusiran para pastor Serikat Yesus tahun 1764
2. Latar Belakang
2.1. Revolusi Ilmiah, atau perkembangan dalam ilmu pengetahuan di mana metode ilmiah menjadi landasan dalam merumuskan persoalan dan solusinya, menjadi latar belakang dimulainya Abad Pencerahan.
2.2. Tahun 1685-1815
3. Aufklarung
3.1. Pengertian
3.1.1. Masa dimana masyarakat Eropa mendapatkan penerangan dari masa kegelapan dengan kemajuan dalam Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
3.2. Slogan Aufklarung
3.2.1. "Sapere Aude!", yang berarti "beranilah berpikir sendiri, Immanuel Kast filsuf asal Jerman mengajak orang-orang untuk semakin berani dan bebas menggunakan akalnya
3.3. Pencerahan di Inggris dan Paris
3.3.1. Pencerahan di Inggris
3.3.1.1. Memicu Revolusi Industri
3.3.1.2. Menganut Deisme yang artinya Tuhan dianggap sudah tidak campur tangan sejak penciptaan dunia
3.3.2. Pencerahan di Prancis
3.3.2.1. Kekerasan masif menyadarkan masyarakat bahwa Pencerahan memiliki keterbatasan
3.4. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
3.4.1. Bidang Filsafat
3.4.1.1. Francis Bacon
3.4.1.1.1. Tokoh awal pada masa Aufklarung di Inggris. Salah satu gagasan terkenal dia adalah "Knowledge is power".
3.4.1.2. John Locke
3.4.1.2.1. Dikenal sebagai "Bapak Liberalisme". Dia mengatakan bahwa pemerintahan suatu negara harus dibatasi hukum-hukum agar tidak merampas hak individu.
3.4.1.3. Jean-Jacques Rousseau
3.4.1.3.1. DIa adalah salah satu Filsuf terkenal dari Prancis. Pemikiran terbesarnya menyatakan bahwa negara yang baik adalah negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat.
3.4.1.4. Voltaire
3.4.1.4.1. Ia merupakan penulis dan Filsuf Prancis. Dia mendukung hak-hak manusia, kebebasan sipil, kebebasan beragama hingga mendapatkan pengadilan yang layak.
3.4.2. Bidang Ilmu Pengetahuan (Sains)
3.4.2.1. Isaac Newton
3.4.2.1.1. Ia terkenal karena penjabaran hukum gravitasi dan berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama.
3.4.2.2. Joseph Priestley
3.4.2.2.1. Seorang ahli kimia asal Inggris yang mampu mengurai dan mendeskripsikan beberapa gas termasuk oksigen.
3.4.2.3. Carolus Linnaeus
3.4.2.3.1. Ilmuwan biologi yang mempelopori penggunaan binomial nomenklatur bagi tumbuhan dan hewan.
3.4.2.4. Antoine Laurent Lavoisier
3.4.2.4.1. Seorang ahli kimia dari Prancis yang menyelidiki kandungan pada molekul air (oksigen dan hidrogen).
3.4.3. Penemuan Mesin Cetak
3.4.4. Bidang Teknologi
3.4.4.1. Penemuan Mesin Uap
3.4.4.2. Penemuan Telepon
3.4.4.3. Penemuan Kereta Api
3.4.5. Bidang Sosial-Politik
3.4.5.1. Habeas Corpus (1679)
3.4.5.1.1. Naskah penting yang menjamin kebebasan warga dan menjadi dasar prinsip hukum bahwa orang hanya boleh ditahan atas perintah hakim.
3.4.5.2. Undang-Undang Pers (1693)
3.4.5.2.1. Menjamin kebebasan berpendapat bagi segenap warga yang berarti setiap orang boleh mengkritik otoritas gereja atau negara tanpa merasa takut terhadap institusi tersebut.
4. Revolusi Industri
4.1. Politik
4.1.1. Lahirnya paham Liberalisme
4.1.2. Munculnya gerakan sosialis
4.1.3. Muncul partai buruh/partai politik
4.1.4. Munculnya kapitalisme dan imperalisme modern
4.1.5. Kapitalisme Modern
4.1.6. Gerakan Sosialisme
4.2. Sosial
4.2.1. Gerakan sosial dari masyarakat
4.2.2. Berkembangnya urbanisasi
4.2.3. Upah buruh rendah
4.2.4. Timbulnya golongan penguasa dan buruh
4.2.5. Kesenjangan buruh dan majikan
4.2.6. Munculnya Revolusi Sosial
4.2.7. Makin kuatnya sifat individualisme dan menipisnya rasa solidaritas
4.2.8. Tahun 1820-an terjadi gerakan sosial yang menuntut perbaikan nasib rakyat dan buruh
4.2.8.1. Dibuat Poor Law Act (UU Fakir Miskin), lalu didirikan pusat penampungan dan perawatan untuk para fakir miskin
4.3. Ekonomi
4.3.1. Transportasi semakin lancar
4.3.2. Perdagangan berkembang
4.3.3. Harga barang semakin murah
4.3.4. Munculnya pabrik sebagai tempat bekerja
4.4. Perusahaan kecil gulung tikar digantikan penemuan
4.4.1. Mesin pemintal benang (1767) James Hargreves
4.4.2. Mesin tenun (1785) Edmund Cartwight
4.4.3. Cottongin (1794) Whitney
4.5. Terhadap Indonesia
4.5.1. Pembangunan jalur kereta api di Pulau Jawa
4.5.2. Masuknya pemodal asing dengan berdirinya berbagai pabrik
4.5.3. Muncul industri gula
4.5.4. Muncul imperialisme modern di Indonesia Penerapan kebijakan Undang-undang Gula (Suiker Wet) oleh pemerintah kolonial Belanda
4.6. Bagi Dunia
4.6.1. Memicu lahirnya golongan buruh
4.6.2. Berkembangnya sektor industri secara besar- besaran
5. Semangat renaisans dan humanisme
6. Renaisans
6.1. Dampak Bagi Dunia
6.1.1. Politik
6.1.1.1. Masyarakat renaisans memperkuat fungsi dan peran negara.
6.1.1.2. Dominasi gereja terhadap tatanan masyarakat Eropa mulai runtuh.
6.1.1.3. Pedagang dan pengusaha juga menjadi penguasa baru dalam tatanan sosial, ekonomi, dan politik Eropa.
6.1.1.4. Masyarakat punya pemikiran baru dan perlahan-lahan melepaskan diri dari otoritas gereja.
6.1.2. ekonomi
6.1.2.1. Gerakan Renaissance perlahan berusaha menghilangkan peran agama dalam kehidupan publik dan sebagai gantinya masyarakat aliran Renaissance memperkuat fungsi dan peran negara, yang diyakini sebagai sarana yang tepat untuk mewujudkan kesejahteraan. Para Raja di Eropa kemudian bekerjasama dengan pelaku usaha swasta dan pedagang dalam mengembangkan ekonomi negara.
6.1.3. sosial budaya
6.1.3.1. Semangat renaisans dan humanisme terutama sikap positif terhadap dunia serta penekanannya pada otonomi dan kebebasan individu menjadi pondasi lahirnya sekulerisme di Eropa.
6.1.3.2. Urusan agama dianggap sebagai urusan masing-masing individu dan tidak boleh dicampur dengan urusan yang bersifat umum
6.1.3.3. Penemuan-penemuan baru di bidang seni, sastra, dan ilmu pengetahuan.
6.1.3.4. Wujud wujud kebudayaan Renaisans :
6.1.3.4.1. Lukisan Monalisa karya Leonardo Davinci
6.1.3.4.2. Menara gereja St Peter Karya Michael Angelo
6.1.3.4.3. Pieta karya MIchael Angelo
6.1.3.4.4. Lukisan Adam dan Hawa karya Albrech Durer
6.2. Dampak Bagi Indonesia
6.2.1. Politik
6.2.1.1. Menghubungkan dunia barat dan timur melaui penjelajahan samudra
6.2.1.2. Terjadinya penjajahan di Indonesia
6.2.1.3. berakhirnya feodalisme dan kebangkitan kota-kota yang bergantung pada perdagangan
6.2.2. Ekonomi
6.2.2.1. Para Raja di Eropa kemudian bekerjasama dengan pelaku usaha swasta dan pedagang dalam mengembangkan ekonomi negara.
6.2.2.2. Para pedagang dilindungi oleh kerajaan dalam semua aktivitas ekonomi dan memberikan timbal balik berupa pajak untuk kemajuan negara.
6.2.3. Sosial Budaya
6.2.3.1. Terhapusnya dominasi gereja yang menonjol
6.2.3.2. Berkembangnya ilmu pendidikan dan pengetahuan
6.2.3.3. Memiki kebebasan berpikir dan berpendapat
6.2.3.4. Adanya perkembangan arsitektur di Indonesia pada abad 19 seperti benteng, gereja, jembatan, gedung, dan stasiun
6.2.3.5. Datangnya Belanda ke Indonesia dan membentuk VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie).
7. Merkantilisme
7.1. dampak bagi indonesia
7.1.1. politik
7.1.1.1. berkembangnya paham liberalism
7.1.1.2. berkembangnya imperialism modern
7.1.1.3. munculnya perbudakan
7.1.2. sosial
7.1.2.1. stratifikasi sosial
7.1.2.1.1. Munculnya perusahaan perdagangan besar
7.1.3. ekonomi
7.1.3.1. Pemberlakuan Sistem Sewa tanah oleh Raffles.
7.1.3.2. melarang ekspor emas dan perak, bahkan untuk alat pembayaran
7.1.3.3. harga barang murah, upah buruh menjadi murah
7.2. dampak bagi dunia
7.2.1. ekonomi
7.2.1.1. Munculnya pasar saham.
7.2.1.2. melarang komoditas perdagangan untuk dibawa ke kapal asing
7.2.1.3. stratifikasi sosial yang ditetapkan pemerintah belanda: • Golongan 1: Orang Belanda dan Orang Asing kulit putih • Golongan 2: Orang timur Asing • Golongan 3: Orang Pribumi Pembedaan kelas sosial tersebut diikuti dengan pembedaan hak dan kewajiban. Hal ini bertujuan untuk menjaga prestise pemerintah kolonial dengan menciptakan superioritas orang kulit putih dan inferioritas orang pribumi.
7.2.1.4. Munculnya perbudakan
7.2.1.5. timbulnya kolonialisme dimana negara-negara Eropa mendirikan wilayah jajahan di berbagai penjuru dunia
7.2.1.5.1. Banyaknya peraturan perdagangan antar negara.
7.2.1.6. Munculnya mata uang
7.2.1.7. aktifnya perdagangan international
7.2.2. politik
7.2.2.1. Banyaknya peraturan perdagangan antar negara.
7.2.2.2. lahirnya revolusi industri
7.2.3. sosial
7.2.3.1. urbanisasi besar-besaran
7.2.3.2. kota industri penuh kaum buruh
7.2.3.3. melonjak kejahatan
7.2.3.4. kaum buruh diperas majikan
7.2.3.5. Munculnya perusahaan perdagangan besar
8. Reformasi Gereja
8.1. Dampak
8.1.1. Langsung Reformasi
8.1.1.1. Lahirnya Protstanisme
8.1.1.1.1. Terjadinya perpecahan atau skisma baru dalam Gereja yang mendorong kaum pengikut Luther membuat Gereja sendiri terlepas dari Gereja Katolik Roma
8.1.1.2. Lahirnya Gereja Anglika (Anglikanisme) di Inggris
8.1.1.3. Etika Protestan
8.1.1.3.1. Adanya daya penggerak di belakang layar yang mendorong kapitalisme
8.1.1.3.2. Munculnya pikiran yang membuat manusia ditakdirkan masuk surga/neraka
8.1.1.4. Perang 30 tahun dan kebebasan beragama
8.1.1.4.1. Adanya persaingan antara Dinasti Habsburg dan Valois yang diakibatkan karena Kaum Katolik Prancis mendukung pihak Protestan Jerman
8.1.1.5. Reformasi Demokrasi
8.1.1.5.1. Munculnya kebebasan individu dan kesetaraan
8.1.1.6. Berhasil menerjemahkan Alkitab
8.1.1.7. Melahirkan praktik gereja baru
8.1.1.7.1. Contoh : Lutherisme, Calvinisme, Evangelis, Anglika, Methodis, Pentakosta
8.1.2. Dampak bagi Indonesia
8.1.2.1. Misi Portugis
8.1.2.1.1. Melakukan penyebaran agama nasrani
8.1.2.2. Penyebaran agama kristen
8.1.2.2.1. Dilakukan oleh kegiatan-kegiatan
8.1.3. Gagasan Luther
8.1.3.1. Menimbulkan revolusi, perang dan persekusi