1. Tahan pendekatan Interaksi
1.1. Tahap pendekatan 1. Menyatupadukan dan memrtalikan. Contohnya kita memasuki lingkungan baru, tentu kita akan memulai menjalin hubungan adptasi dengan orang-orang di lingkungan yang baru dengan cara berkenalan, mengobrol-obrolan yang ringan.
1.2. 2. Tahap perenggangan Selain terjadi proses pendekatan, terjadi juga proses perenggangan. Proses ini bersifat tahap yang membeda-bedakan seperti membatasi, memacetkan, menghindari, dan memutuskan. Contohnya kita mempunyai teman yang selalu bersama-sama dengan melakukan segala kegiataan yang bersamaan dan sekarang melakukan nya masing-masing
2. Identifikasi
2.1. Kecenderungan atau keinginan seseorang untuk menjadi sama dengan pihak lain atau (meniru secara keseluruhan).
2.2. Contohnya : 1. pemain bulu tangkis junior memiliki pemain idola. setiap kali idolanya bertanding ia akan selalu mengamati secara bijak bagaimana gaya dan strategi bermain idolanya. Kemudia ia akan meniru dan yakin akan menjadi seperti idola nya tersebut.
3. Sugesti
3.1. Seseorang yang memberi pandangan atau pernyataan sikap yang dianutnya dan diterima oleh orang lain
3.2. Contoh nya : 1. Orang tua cendekiawan, atau pemimpin agama 2. Orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi 3. Seseorang yang tidak menyetujui suatu keputusan 4. Iklan produk
4. Empati
4.1. Merupakan simpati yang mendalam yang dapat mempegaruhi kondisi fisik dan jiwa seseorang.
4.2. Contoh nya : Seorang ibu yang ikut merasakan penderitaan anaknya yang mengidap kanker darah. Hingga sang ibu jatuh sakit.
5. Sumber yang mendasari interaksi
5.1. 1. Warna kulit Sebagai petunjuk ras seseorang sangat menentukan interaksi terutama pada masyrakat diskriminatif. Contohnya, di Afrika Selatan pada era Apartheid, orang kulit putih tidak mau berinteraksi dengan orang kulit hitam
5.2. 2. Usia Seseorang berinteraksi dengan orang yang lebih tua sering kali berbeda dengan orang yang sebaya, ataupun yang lebih muda
5.3. 3. Jenis kelamin Dapat mempengaruhi interaksi seseorang terhadap orang lain. Contohnya laki-laki cenderung menghindari sekelompok perempuan yang membahas kosmetik.
5.4. 4.Penampilan fisik Orang yang berpenampilan menarik cenderung lebih cepat mendapatkan pasangan daripada orang berpenampilan kurang.
5.5. 5. Bentuk Tubuh Orang cenderung berpendapat bahwa ada kaitan antara bentuk tubuh dan sifat seseorang
6. Simpati
6.1. Merupakan kondisi ketertarikan seseorang kepada orang lain. Ketika bersimpati, seseorang menempatkan dirinya dalam keadaan orang lain dan merasakan apa yang dialami, dipikirkan, atau dirasakan oramg lain
6.2. Contohnya Korban banjir di bogor, pasti warga warga seindonesia ikut merasakan kesedihan dan berusaha membatunya.
6.3. Umumnya simpati lebih banyak terjadi pada hubungan teman sebaya, hubungan pekerjaan, dan hubungan ketetanggaan
7. Imitasi
7.1. Imitasi adalah tindakan meniru orang lain. Bentuk nya seperti meniru gaya bicara, tingkah laku, kebiasaan, dan pola pikir.
8. Menurut Dr. A. M. J. Chorus, bahwa sejumlah masyrakat harus dipenuhi dalam mengimitasi, yaitu minat atau perhatian terhadap objek atau subjek yang akan ditiru, serta sikap menghargai mengagumi, dan memahami sesuatu yang akan ditiru
9. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
9.1. Asosiatif
9.1.1. Meliputi kerjasama sebagai suatu usaha bersama antarindividu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama dimungkinkan oleh orientasi individu terhadap kelompoknya dan orientasi individu terhadap kelompok lain. Menurut Charles H. Cooley, kerja sama akan timbul apabila seseorang menyadari dirinya mempunyai kepentingan atau tujuan yang sama dengan orang lain.
9.1.2. Contohnya kerjasama antar prajurit dalam satu kesatuan dapat terjalin ketika melawan musuh.
9.1.3. 1. Kerjasama merata 2. Kerjasama langsung 3. Kerjasama kontrak 4. Kerjasama tradisional
9.2. Akomodasi
9.2.1. Memiliki dua pengertian, yakni sebagai keadaan dan sebagai proses
9.2.2. 1. Menghasilkan sintesis atau titik temu antar beberapa pendapat yang berbeda. 2. Mencegah terjadinya pertentangan untuk sementara 3. Mengadakan kerjasama antarkelompok sosial yang terpisah akibat faktor sosial dan psikologis atau kebudayaan. Contohnya kerjasama antarindividu yang berbeda kasta. 4. Mengusahakan peleburan antarkelompok yang terpisah, misalnya melalaui perkawinan
9.2.3. Akomodasi sebagai proses
9.2.3.1. Koersi, yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan secara fisik maupun psikologis.
9.2.3.2. Kompromi, bentuk akomodasi ketika pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelesaian.
9.2.3.3. Arbitrase, mencapai kompromi apabila pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya sendiri.
9.2.3.4. Mediasi hampir menyerupai arbitrase. Dalam proses mediasi kedudukan pihak ketiga hanya sebagai penasihat.
9.2.3.5. Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan.
9.2.3.6. Toleransi, bentuk akomodasi yang terjadi tanpa persetujuan formal .