PENGEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
PENGEMBANGAN TEORI MANAJEMEN 作者: Mind Map: PENGEMBANGAN TEORI MANAJEMEN

1. PENDEKATAN PERILAKU : PENDUKUNG AWAL OB

1.1. Tokoh

1.1.1. Robert Own Akhir th 1700-an

1.1.1.1. Memperhatikan sekali kondisi kerja yang menyedihkan mengusulkan tempat kerja yang idealitis berpendapat bahwa uang yang digunakan untuk memperbaiki buruh adalah investasi yang cerdik

1.1.2. Chester Barnard 1930-an

1.1.2.1. Manajer yang sebenarnya yang berpikir organisasi adalah sistem sosial yang memerlukan kerja sama meyakini pekerjaan manajer adalah mengkomunikasikan dan merangsang tingkat usaha karyawan yg tinggi pertama yang mengemukakan pendapat bahwa organisasi adalah sistem yang terbuka

1.1.3. Mary Parker Follett Awal tahun 1900-an

1.1.3.1. Yang pertama harus disadari adalah bahwa organisasi dapat dipandang dari perspektif perilaku individu dan kelompok mengusulkan ide yang lebih berorientasi pada orang dibandingkan penganut manajemen ilmiiah berpikir organisasi harus berdasatrkan pada etika kelompok

1.1.4. Hugo Munsterburg Awal th 1900-an

1.1.4.1. Menciptakan bidang psikologi industri-penelitian ilmiah yang mempelajari orang-orang di tempat kerja menganjurkan menggunakan tes psikologi untuk seleksi karyawan konsep teori pembelajaran, dan mengkaji perilaku manusia untuk memotivasi karyawan

1.1.5. Kajian Hawthorne

1.1.5.1. kemungkinan bahwa pekerja yang menerima perhatian khusus akan bekerja lebih baik hanya karena mereka menerima perhatian tersebut

1.1.6. Elton Mayo (1880-1949)

1.1.6.1. Perilaku dan sikap seseorang terkait erat dengan orang-orang disekitarnya

1.1.6.2. Faktor-faktor kelompok sangat mempengaruhi perilaku individu.

1.1.6.3. Aturan-aturan kelompok menentukan output seorang pekerja dan bahwa ketimbang aturan-aturan kelompok , sikap kelompok , dan rasa aman di dalam kelompok

1.1.6.4. Uang merupakan faktor yang tidak terlalu berperan dalam menentukan output pekerja

2. TEORI ADMINISTRASI UMUM

2.1. Menitik beratkan apa yang dikerjakan seorang manajer dan praktik-praktik yang baik

2.2. Tokoh teori administrasi umum

2.2.1. Henry Fayol

2.2.1.1. 14 Prinsip Manajemen

2.2.1.1.1. Pembagian Tugas

2.2.1.1.2. Wewenang manajer

2.2.1.1.3. Disiplin

2.2.1.1.4. Kesatuan komando

2.2.1.1.5. Kesatuan dalam pengarahan

2.2.1.1.6. Kepentingan individual dibawah kepentingan umum

2.2.1.1.7. Imbalan

2.2.1.1.8. Sentralisasi

2.2.1.1.9. Hirarki

2.2.1.1.10. Susunan

2.2.1.1.11. Keadilan

2.2.1.1.12. Stabilitas Staf

2.2.1.1.13. Inisiatif

2.2.1.1.14. Semangat Korps

2.2.2. Max Weber

2.2.2.1. Birokrasi ideal

2.2.2.1.1. Birokrasi harus memiliki

3. Penerapan yang seragam Atas peraturan dan Pengendalian, bukan Menurut kepribadian

4. Pendekatan Kontingensi

4.1. Pendekatan Kontingensi (Situasional)pada pendekatan kontingensi, tugas manajer adalah mengidentifikasi teknik mana yang dalam situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu dan pada waktu tertentu paling baik memberikan kontribusi pada pencapaian sasaran manajemen

5. Bagilah pekerjaan Dan tanggung jawab secara hampir merata manajemen dan para pekerja. Manajemen mengambil ali semua pekerjaan yang telah sesuai baginya dari pada bagi pekerja

6. Kembangkanlah suatu ilmu bagi tiap-tiap unsur pekerjaan seseorang yang menggunakan metode lama yang bersifat Untung untungan

7. Frederick W.Taylor(1856-1915)

7.1. Secara ilmiah pilihla dan kemudian latihlah ajarilah atau kembangkanlah pekerjaan tersebut

7.2. Bekerja samalah secara bersungguh sungguh dengan para pekerja untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan prinsip prinsip ilmu yang di kembangkan tadi

8. Frank & Gilbreth juga menyusun skema klasifikasi untuk memberi nama tujuh belas gerakan tangan dasar (seperti mencari, menggenggam, memegang) yang mereka sebut Therbligs

9. Manajemen Mutu Total (total quality management)

9.1. Sebuah falsafah menejemen yang sepenuhnya berfokus pada upaya-upaya perbaikan secara terus menerus dan kemampuan menjawab dengan cepat berbagai kebutuhan dan harapan pelanggan.

9.2. Peneliti menyimpulkan bahwa norma-norma sosial atau standar kelompok merupakan penentu utama perilaku kerja individu

9.3. Kalangan akademisi umumnya sepakat bahwa Kajian Hawthrone ini memberi dampak dramatis terhadap arah keyakinan manajemen terhadap peran perilaku manusia dalam organisasi

9.4. Fokus penuh pada pelanggan

9.5. Keinginan untuk melksanakan perbaikan berkesinambungan

9.6. Berfokus pada proses

9.7. perbaikan mutu dalam segalahal yang dijalankan oleh organisasi

9.8. Pengukuran yang akurat

9.9. Pemberdayaan karyawan

10. Henry L.Gant(1861-1919)

10.1. Kerjasama yang saling menguntungkan antara tenaga kerja dan manajemen

10.2. Seleksi ilmiah tenaga kerja

10.3. Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas

10.4. Penggunaan instruksi kerja yang terperinci

11. TEORI MANAJEMEN ILMIAH

11.1. Tokoh

11.1.1. Frank & Lilian Gilberth

11.2. Frank & Gilbreth berhasil menciptakan micromotion yang dapat mencatat setiap gerakan yang dilakukan oleh pekerja dan lamanya waktu yang dihabiskan untuk melakukan setiap gerakan tersebut

11.3. SUMBANGAN MANAJEMEN ILMIAH

11.3.1. Manajemen ilmiah telah banyak diterapkan pada bermacam-macam kegiatan organisasi, terutama dalam usaha peningkatan produktivitas

11.3.2. Teknik-teknik efisiensi manajemen ilmiah seperti studi gerak dan waktu, telah menyebakan kegiatan dapat dilaksanakan lebih efisien

11.3.3. gagasan seleksi dan pengembangan ilmiah para karyawan menimbulkan kesadaran akan pentingnya kemampuan dan latihan untuk meningkatkan efektivitas karyawan

11.3.4. Pentingnya desain kerja mendorong manajer untuk mencari “cara terbaik” pelaksanaan tugas

11.4. KELEMAHAN MANAJEMEN ILMIAH

11.4.1. Kenaikan produktivitas tidak diikuti kenaikan pendapatan

11.4.2. Perilaku manusia bermacam-macam menjadi hambatan

11.4.3. Pendekatan rasional hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan fisik, tidak memuaskan kebutuhan-kebutuhan sosial karyawan

11.4.4. mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.

12. PENDEKATAN KONTEMPORER

12.1. Manajemen memandang organisasi sebagai satu kesatuan, sistem dengan tujuan yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berkaitan

12.2. Pendekatan ini memberikan kemungkinan para manajer untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan sebagai bagian dari lingkungan eksternal yang lebih luas