CLASSICAL CONDITIONING

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
CLASSICAL CONDITIONING 作者: Mind Map: CLASSICAL CONDITIONING

1. Tokoh Classical Conditioning

1.1. Tokoh Classical Conditioning dan bapak teori belajar Modern, Ivan Petrovich Pavlov

2. Eksperimen Ivan Petrovich Pavlov

2.1. 1. Perangsang tak bersyarat yaitu perangsang yang memang secara alami, tidak menimbulkan respon pada organisme. 2. Perangsang bersyarat, yaitu perangsang yang secara alami tidak menimbulkan respon. 3. Respon tak bersyarat, yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang tak bersyarat. 4. Respon bersyarat, yaitu respon yang ditimbulkan oleh perangsang bersyarat.

3. Sejarah classical conditioning

3.1. Tokoh Classical Conditioning dan bapak teori belajar Modern, Ivan Petrovich Pavlov dilahirkan di Ryazan Rusia desa tempat ayahnya Peter Dmitrievich Pavlov menjadi seorang pendeta pada 18 September tahun 1849 dan meninggal di Leningrad pada tanggal 27 Pebruari 1936. Ia dididik di sekolah gereja dan melanjutkan ke Seminari Teologi. Ayahnya seorang pendeta, dan awalnya Pavlov sendiri berencana menjadi pendeta, namun dia berubah pikiran dan memutuskan untuk menekuni fisiologis. Dia sebenarnya bukanlah sarjana psikologi dan tidak mau disebut sebagai ahli psikologi, karena dia adalah seorang sarjana ilmu faal yang fanatik. Tahun 1870, ia memasuki Universitas Petersburg untuk mempelajari sejarah alam di Fakultas Fisika dan Matematika. Pada tahun ketiga, ia mengikuti kursus di Akademi Medica Chiraginal. Namun, ia tidak ingin menjadi dokter, melainkan seorang ahli fisiolog berkualitas. Pavlov meminta setiap orang yang bekerja di laboratoriumnya menggunakan hanya istilah-istilah fisiologis saja. Jika asisitennya ketahuan menggunakan bahasa psikologi – contohnya menunjuk kepada perasaan atau pengetahuan si anjing – maka dia akan mendenda mereka. Eksperimen Pavlov yang sangat terkenal dibidang fisiologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang pencernaan. Dalam hidupnya Pavlov dipengaruhi oleh buku-buku abad ke-16, terutama yang ditulis Pisarev. Dia sangat konsekwen dengan pekerjaannya sehingga banyak memperoleh tambahan pengetahuan tentang fisiologi. Perjalanan Pavlov ke luar negeri memberikan arti penting dalam mendukung dirinya menjadi seorang fisiolog. Keahliannya dibidang fisiologi sangat mempengaruhi eksperimen-eksperimennya. Dalam eksperimennya dia melihat bahwa subjek penelitiannya (seekor anjing) akan mengeluarkan air liur sebagai respons atas munculnya makanan. Dia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan kemudian mengembangkan satu studi perilaku (behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal dengan teori Classical Conditioning.

4. Prinsip Classical Conditioning

4.1. 1. Belajar adalah pembentukan kebiasaan dengan cara menghubungkan/mempertautkan antara perangsang (stimulus) yang lebih kuat dengan perangsang yang lebih lemah. 2. Proses belajar terjadi apabila ada interaksi antara organisme dengan lingkungan. 3. Belajar adalah membuat perubahan-perubahan pada organisme. 4. Setiap perangsang akan menimbulkan aktivitas otak US (Unconditioned Stimulus) dan CS (Conditioned Stimulus) akan menimbulkan aktivitas otak. 5. Semua aktifitas susunan syaraf pusat diatur oleh eksitasi dan inhibisi. Setiap peristiwa di lingkungan organisme akan dipengaruhi oleh dua hal tersebut, yang pola tersebut oleh Pavlov disebut Cortical Mosaic. Dan pola ini akan mempengaruhi respons organisme terhadap lingkungan. Namun demikian Pavlov juga menyadari bahwa tingkah laku manusia lebih komplek dari binatang, karena manusia mempunyai bahasa dan hal ini akan mempengaruhi tingkah laku manusia.

5. Classical Conditioning Pavlov dalam Pendidikan dan Pengajaran

5.1. Seperti yang telah kita ketahui, apa yang telah dilakukan Pavlov bukanlah untuk mengembangkan teori belajar. kita sebagai pendidik harus menempatkan teori Pavlov secara tepat. Sebaiknya, kita menggunakan teori conditioning sebagai referensi belajar secara fleksibel karena eksperimen Pavlov adalah perilaku binatang. Oleh karena itu, teori responden hanya digunakan untuk menjelaskan proses belajar secara umum, yaitu pengaruh kondisi tertentu terhadap sikap, perasaan dan pikiran subjek didik dalam belajar.

5.1.1. 1. Penerapan Prinsip-Prinsip Teori Belajar Classical Conditioning dalam Pengajaran 2. Penerapan Prinsip-Prinsip Teori Belajar Classical Conditioning di Kelas.