KEKERASAN INTELEKTUAL DALAM ISLAM (TELAAH TERHADAP PERISTIWA MIHNAH MU’TAZILAH)

Mihna Mu'tazilah design by Mift

马上开始. 它是免费的哦
注册 使用您的电邮地址
KEKERASAN INTELEKTUAL DALAM ISLAM (TELAAH TERHADAP PERISTIWA MIHNAH MU’TAZILAH) 作者: Mind Map: KEKERASAN INTELEKTUAL DALAM ISLAM (TELAAH TERHADAP PERISTIWA MIHNAH MU’TAZILAH)

1. Tuliskan minimal 3 (tiga) konsep beserta deskripsinya yang Anda temukan di dalam bahan ajar

1.1. 1. Kekerasan Intelektual: konsep kekerasan intelektual dalam Islam, yang mencakup fenomena di mana agama, dalam keragamannya, menjadi subjek atau objek perilaku kekerasan. Fenomena ini bermula dari sistem ranah politik yang dibumbui ranah keagamaan untuk menuju tujuan tertentu dalam kekuasaannya. sering terjadi dan terbukti dalam politik Islam unsur agama selalu dibawa dan dijadikan kedok pembenaran melakukan kekerasan antar sesama demi kekuasaan (politik). Kekerasan intelektual ini terjadi ketika seorang penguasa dalam sistem pemerintahan maupun penguasa dalam kancah agama seperti Ulama, membuat tatanan atau mode tertentu yang menjadi tata aturan yang sah, halal, institusional. semua harus mengikuti tata aturan tersebut yang sudah disahkan tanpa kecuali. adapun yang menentang ataupun tidak sependapat pada mode-mode berpikirnya diklaim sebagai sesat, haram dan dituduh pembuat makar sehingga harus dihukum, walaupun dalam menyikapi tata aturan tersebut dengan dalih intelek yang tinggi yang memiliki dasar hukumnya.

1.1.1. 2. Mihnah Mu'tazilah: peristiwa Mihnah Mu'tazilah, yang merupakan salah satu contoh fakta dalam sejarah mengenai kekerasan intelektual dalam sejarah Islam. Mihnah Mu'tazilah adalah sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada Kekhalifahan Abbasiyah. Peristiwa ini terjadi ketika dipimpin Khalifah Al-Ma'mun yang dengan kuasanya waktu itu memerintahkan para ulama untuk menerima ajaran Mu'tazilah sebagai ajaran resmi dalam negara. Mu'tazilah sendiri merupakan sebuah aliran pemikiran dalam Islam yang menekankan akal dan logika dalam memahami agama yang seringkali berseberangan dengan pandangan tradisional para ulama. Para ulama yang menolak ajaran Mu'tazilah dikenakan sanksi dan bahkan dipenjara atau disiksa bahkan sampai membunuhnya dengan sadis. Peristiwa Mihnah Mu'tazilah menjadi sebuah tragedi kelam untuk para cendekiawan Islam dan salah satu contoh kekerasan intelektual dalam sejarah Islam, di mana kekuasaan politik digunakan untuk memaksakan pandangan dalam agama tertentu denngan menghilangkan kebebasan untuk berpikir dan berpendapat. Kejadian ini berlangsung tidak hanya pada khalifah Al-Ma'mun ketika sedang berkuasa saja, namun mihnah mu'tazilah ini berlanjut sampai keturunannya dengan sistem hukuman yang lebih berat dan mengerikan. Mihnah atau inquisisi untuk memaksakan ajaran Mu'tazilah secara paksa dan bahkan dengan kekerasan ini awalnya hanya dipergunakan untuk mencari persamaan-persamaan pandangan atau ajaran dengan golongan lain, namun dalam perkembangan selanjutnya berubah menjadi usaha pemaksaan ajarannya kepada pihak lain (terutama yang berseberangan dengan kebijaksanaan khalifah) dalam kata lain Mu'tazilah sebenarnya hanya dipergunakan sebagai alat politik untuk mengukuhkan otoritas dan legitimasi sebuah kekuasaan.

1.1.1.1. 3. Adanya Relasi Kuasa antara agama dan politik dalam konteks kekerasan intelektual di Islam. Peristiwa mihnah hakikatnya adalah satu peristiwa kekerasan yang berawal dari persekutuan Ulama yang mewakili ranah agama dan pengetahuan dengan penguasa politik yang mewakili ranah kekuasaan. untuk menjaga kekuasaannya agar tetap aman seorang penguasa selalu memproduksi pengetahuan sebagai basis kekuasaaannya. Penguasa tidak memperbolehkan adanya kekuatan wacana tandingan yang nantinya dapat mempengaruhi kebijakan dan kelangsungan kekuasaannya. la akan menyingkirkan kekuatan-kekuatan oposisi dengan menerapkan kebijakan dan berbagai peraturan yang bersifat menekan pihak-pihak yang tidak sepakat dengan penguasa. kehawatiran yang seperti itulah yang menjadi penguasa menggandeng Ulama yang mewakili dari pengetahuan dan ranah agamanya. Dalam perspektif relasi kuasa, peristiwa “mihnah” sebenarnya mengisyaratkan adanya kekuatan dari pemerintahan Al-Makmun untuk mengukuhkan wacana “mihnah” sebagai alat politik untuk menyingkirkan lawan ideologi penguasa sekaligus membangun dominasi ideologi Mu’tazilah sebagai dasar dalam negara.Pada akhirnya dapat digaris bawahi kekerasan intelektual dalam kasus mihnah Mu’tazilah merupakah sebuah implikasi dan akibat yang tidak terelakkan ketika agama berelasi dengan kekuasaan dan bahkan terkontaminasi oleh kepentingan politik dan kekuasaan akan menjadi bencana yang akbar yang hanya menguntungkan kepentingan sepihak.

1.1.1.1.1. Lakukan kontekstualisasi atas pemaparan materi dalam bahan ajar dengan realitas sosial