1. Overview
1.1. Case
1.1.1. Tidak adanya perencanaan sistematis dan terstruktur sesuai kaedah FS.
1.1.2. Tidak adanya dokumentasi dari semua aktivitas usaha; penjualan, keuangan, dan lainnya.
1.1.3. Indikasi permasalahan yang akan timbul pada ranah manajerial dan operasional
1.1.4. Bussiness model sebagai landasan treatment yang sesuai belum ditetapkan.
1.2. Objective
1.2.1. Mewujudkan MU Mart sebagai swalayan kelas midi dengan tipe B, penyedia lananan dan produk kebutuhan harian berbasis masyarakat umum di kota Ampana dan dapat menyesuaikan diri (brand expression vs brand perception) dengan kondisi dan tren pasar hari ini.
1.2.2. Menjaga business dan brand value agar dapat hadir dan bersaing secara maksimal dalam ranah industri ritel modern
1.3. Challenge
1.3.1. Mengidentifikasi kasus, mengevaluasi produk, service, target dan tren pasar, serta mengukur brand value
1.3.2. Memetakan sistem dan pengelolaan swalayan modern baik di dalam maupun keluar meliputi manajemen, operasional, pemasaran, penjualan dan lain sebagainya
1.3.3. Merumuskan strategi dan workflow dalam rangka membangun business model yang utuh.
2. Strategic Planning
2.1. Concept & Strategy
2.1.1. Merumuskan konsep dan strategi konstruksi pembangunan ritel modern dan komunikasi pemasaran yang tepat dalam menjembatani brand expression dengan brand perception
2.2. Brand Identity
2.2.1. Merancang identitas brand meliputi visual dan verbal agar dapat menampilkan brand expression dengan tepat dan dapat memenuhi presepsi target pasar
2.3. Operational
2.3.1. Merancang kebutuhan kendaraan pemasaran dalam ranah operasional swalayan modern seperti kebutuhan administrasi, pelayanan, venue dan packaging.
2.4. Publication
2.4.1. Merancang implementasi strategi komunikasi brand dan pemasaran yang dapat menjangkau target pasar yang potensial melalui berbagai media meliputi digital (elektronik), broadcast, cetak dan media sosial.
2.5. Rencana Kerja
2.5.1. Project Detail
2.5.2. Task Information/Rundown
2.5.3. Time Schedule
2.5.4. Workflow
2.5.5. Layout dan Planogram
2.6. Business Plan
2.7. Tambahan Investasi
2.8. Renovasi Pisik
2.8.1. Pembongkaran Toilet
2.8.2. Penggantian Lampu LED
2.8.3. Pengecatan dinding
2.8.4. Pengecatan rolling door
2.8.5. Penambahan area parkir
2.8.6. Perbaikan CCTV
2.8.7. Pemindahan dekorder CCTV
3. Aspek Pemasaran
3.1. Brand Identity
3.1.1. Naming
3.1.2. Tagline
3.1.3. Wording (Copy Writing)
3.1.4. Logo
3.1.5. Brand Guideline
3.2. Strategy
3.2.1. Theme
3.2.2. STP
3.2.2.1. Segmenting
3.2.2.2. Targeting
3.2.2.3. Positioning
3.2.3. Channel Strategy
3.3. Operational
3.3.1. Stationary
3.3.1.1. Letterhead
3.3.1.2. Envelope
3.3.1.3. Business Card
3.3.1.4. Folder
3.3.1.5. Stamp
3.3.2. Profile
3.3.2.1. Video Profile
3.3.2.2. Company Profile
3.3.3. Services
3.3.3.1. Uniform
3.3.3.2. ID Card
3.3.3.3. Nota
3.3.3.4. Bill
3.3.3.5. Packaging Set
3.3.3.6. Vehicles Sticker
3.3.4. Vanue
3.3.4.1. Fascade
3.3.4.1.1. Signboard
3.3.4.1.2. Signage
3.3.4.1.3. Banner
3.3.4.1.4. Billboard
3.3.4.2. Sitting Area
3.3.4.2.1. Wallpaper
3.3.4.2.2. Table Set
3.4. Publication
3.4.1. Digital/Broadcast
3.4.1.1. Promotion
3.4.1.2. Radio
3.4.2. Print
3.4.2.1. Poster
3.4.2.2. Flyer/Brochures
3.4.2.3. Voucher
3.4.2.4. Loyalty Card
3.4.2.5. Flags
3.4.2.6. Ads Banner
3.4.3. Merchandise
3.4.3.1. Many Things
3.4.4. Meterial
3.4.4.1. Photography
3.4.5. Social Media
3.4.5.1. Plan & Editorial
3.4.5.2. Content Creation
3.4.5.3. Influencer/Buzzer
3.4.5.4. Ads
3.4.5.5. Monitoring
3.5. Promosi
3.5.1. Promosi Reguler
3.5.1.1. Konten promo
3.5.1.1.1. Kalender Promosi Tahunan
3.5.1.1.2. Tema setiap promosi
3.5.1.1.3. Berkala/Priodik (2 minggu)
3.5.1.1.4. Bentuk Promosi
3.5.1.2. Jenis Promo
3.5.1.2.1. Meraih Konsumen Baru
3.5.1.2.2. Meningkatka Jumlah Belanja
3.5.1.2.3. Belanja lebih Intensif
3.5.2. Momentum Promosional
3.5.2.1. Promosi Hari Raya
3.5.2.2. Promosi Hari Libur Nasional
3.5.2.3. Momentum Khusus di Kota Ampana
3.5.2.4. Momentum Lainnya
3.6. Dress-Up
3.6.1. Graphic Standard Manual
3.6.2. Produksi
3.6.3. Implementasi
3.6.3.1. Interior
3.6.3.2. Eksterior
3.6.3.3. Tools
3.6.3.4. Administratif
4. Aspek Managerial
4.1. Manajemen SDM
4.1.1. Rekrutmen
4.1.1.1. Need Assessment
4.1.1.1.1. Task Based Analysis
4.1.1.1.2. Person Based Analysis
4.1.1.1.3. Psikotest
4.1.1.2. Identifikasi & Klasifikasi SDM
4.1.1.2.1. Manager
4.1.1.2.2. Accountant
4.1.1.2.3. PR
4.1.1.2.4. SOP HR
4.1.2. Workshop & Training
4.1.3. Manajemen Manusia dlm Pengelolaan Ritel Modern
4.1.3.1. Profesionalisme & Ragam kecerdasan
4.1.3.2. Manusia Bersumberdaya
4.1.3.3. Kelompok Informal & Konflik Internal
4.1.3.4. Pengembangan Potensi Manajerial
4.1.3.5. Pembinaan Mental dan Jasmani
4.1.3.6. Disply Rules & Implementasinya
4.1.3.7. Sistem & Mekanisme Kompensasi
4.2. Manajemen Penjualan
4.2.1. Strategy
4.2.1.1. On The Spot
4.2.1.2. Service Program
4.2.2. Pricing
4.2.2.1. Margin
4.2.2.2. Paket Bandling
4.2.2.3. Membership
4.2.3. SOP Sales
4.3. Manajemen IT System
4.3.1. Hardware
4.3.2. Software
4.3.3. Brainware
4.4. Manajemen Merchandising
4.4.1. Pengadaan
4.4.2. Pemajangan
4.4.3. Retur
4.4.4. Konsinyasi
4.4.5. Private Label
4.4.6. Pemasok
4.4.7. Inventory
5. Aspek Keuangan
5.1. Administrasi Keuangan
5.1.1. Software Based
5.1.2. Manual Based
5.2. Perencanaan & Pengendalian Finansial
5.2.1. Modal Kerja
5.2.2. Persediaan
5.2.3. Biaya
5.3. Bussiness & Asset Standard Flow
5.3.1. Standar Alur Perputaran Usaha
5.3.2. Standar Alur Perputaran Aktiva
5.4. Report
5.4.1. Laporan Hasil Konstruksi Awal
5.4.1.1. Investasi Awal (Pendirian)
5.4.1.1.1. Disply Equiptment
5.4.1.1.2. Cashier Equiptment
5.4.1.1.3. Marketing Equiptment
5.4.1.1.4. Operasional Equiptment
5.4.1.1.5. Others
5.4.1.2. Modal Awal
5.4.1.2.1. Barang Dagangan
5.4.1.2.2. Biaya Recovery
5.4.2. Laporan Usaha Berkala
5.4.2.1. Penjualan Kasir
5.4.2.2. Penjualan Harian/Bulanan/dll
5.4.3. Laporan Keuangan Berkala
5.4.3.1. Posisi Keuangan
5.4.3.2. Laba Rugi
5.4.3.3. Arus Kas
6. Aspek Operasional
6.1. Buka Tutup Toko
6.2. Kebersihan dan Pemeliharaan
6.3. Keamanan
6.4. Aktivitas Transaksional
6.5. Back Office
7. Hasil Audit Usaha
7.1. Inventarisasi Asset
7.1.1. Melakukan pengecekan kelayakan peralatan dan perlengkapan usaha
7.1.2. Menghitung seluruh peralatan dan perlengkapan dengan kondisi terkininya
7.1.3. Menginventarisir dalam grup peralatan dan perlengkapan toko, menjadi:
7.1.3.1. Penyimpanan
7.1.3.2. Pemajangan
7.1.3.3. Pengisian dan Pengambilan Barang
7.1.3.4. Peralatan Promosi
7.1.3.5. Peralatan Kasir
7.1.3.6. Peralatan Belanja
7.1.3.7. Peralatan Kantor
7.1.3.8. Peralatan Mekanis
7.1.3.9. Peralatan & Perlengkapan pendukung lainnya
7.1.4. Daftar Inventaris
7.1.5. Kesimpulan: 1. Score ketersediaan adalah 0,8 2. Score layak guna adalah 0,6 3. Score total adalah 0,7 point.
7.2. Analisa Current Layout
7.2.1. Menggambar dan menyusun ulang posisi layout lama
7.2.2. Menyusun planogram lama dan menilainya
7.2.3. Hasil layout lama
7.2.4. Kesimpulan skor adalah 0,6 point
7.3. Penilaian Barang Dagangan
7.3.1. Stock opneme tidak memungkinkan dilaksanakan di awal karena beberapa pertimbangan, seperti:
7.3.1.1. Luas usaha yang memadai dengan kurangnya SDM.
7.3.1.2. Tidak adanya data basic sebagai tolok ukur penilaian persediaan.
7.3.1.3. Software yang ada tidak mendukung dilaksanakannya stock opname tanpa menutup operasi toko.
7.3.2. Pemilik tidak memiliki dokumentasi nilai persediaan sebelumnya.
7.3.3. Tidak adanya metode dan mekanisme khusus dalam pengadaan barang.
7.3.4. Responsif terhadap barang baru yang ditawarkan sales untuk dicoba penjualannya 2 hingga 3 kali.
7.3.5. Rasio barang dagangan terdiri dari 40% food, 55% non food, dan 5% lainnya.
7.3.6. Komposisi perputaran barang: 1. fast moving stock adalah 15% 2. slow moving stock adalah 65% 3. very fast moving adalah 5% 4. very slow moving adalah 15%
7.3.7. Kesimpulan: Score total adalah 0,45 point
7.3.8. Rekomendasi: 1. Menentukan tipe swalayan menjadi family midi mart. 2. Merubah komposisi food menjadi 60% dan non food 40%. Rasio bobot masing-masing kategori disesuaikan setelah menganalisis ranking product dari database software lama.
7.4. Kondisi dan Posisi Keuangan
7.4.1. Menerima semua alat pembayaran dari pelanggan; tunai, debit, dan kartu kredit
7.4.2. Tidak ada laporan khusus kecuali hanya setoran uang penjualan dari kasir langsung ke owner.
7.4.3. Tidak ada laporan keuangan secara khusus, semua dihandle oleh owner. Owner pun tidak memiliki mekanisme khusus terhadap laporan keuangan. Semuanya hanya berbasis tunai yang disetor
7.4.4. Pembayaran ke pihak ketiga (supplier) dilakukan dengan tunai, transfer, dan giro.
7.4.5. Tidak ada bank khusus untuk menampung aktivitas keuangan toko selain rekening untuk EDC, aplikasinya masih bercampur dengan rekening pemilik. Penyetoran bank semuanya dilakukan oleh pemilik.
7.4.6. Tidak adanya sama sekali dokumentasi tentang pencatatan administratif dan sistem pelaporan keuangan.
7.4.7. Kesimpulan: Score total adalah 0,2 point.
7.4.8. Catatan: Penegasan kepada owner untuk menerapkan sistem dan mekanisme administrasi usaha dan keuangan yang tertib dan disiplin. Diperlukan rekening khusus toko yang tidak bercampur dengan aktivitas usaha lainnya dan kepentingan pribadi.
7.5. Penialaian SDM
7.5.1. Komposisi karyawan
7.5.1.1. Karyawan lama hanya terdiri dari 4 orang dengan luas toko sebesar 310 m2. Seharusnya minimal 8-10 orang.
7.5.1.2. Karyawan hanya terdiri kasir dan pramuniaga
7.5.1.3. Tidak ada pembagian shift harian, tapi setiap hari diberikan waktu istrahat selama 2 jam.
7.5.1.4. Tidak ada tenaga kerja dalam aspek pengelolaan managerial krn langsung dihandle oleh pemilik.
7.5.2. Assessment dilakukan kepada 4 org karyawan, yaitu: 1. Abd Fatas, 2. Fatmawati, 3. Ilma, 4. Yuliani M. Mahi.
7.5.3. Jenis test yang diberikan adalah IST (Intelligenz Struktur Test) dan wawancara.
7.5.3.1. Tujuan tes IST adalah untuk mengetahui kemampuan intelektual secara umum, yang terdiri dari 9 komponen, yaitu:
7.5.3.1.1. Taraf pengetahuan umum
7.5.3.1.2. Kemampuan analisa terhadap sebuah masalah
7.5.3.1.3. Kemampuan berfikir fleksibel
7.5.3.1.4. Potensi untuk mencerna konsep dalam kata dan memahami planya sehingga menarik kesimpulan
7.5.3.1.5. Kemampuan untuk memahami realita dan membuat keputusan yang didasarkan atas fakta
7.5.3.1.6. Potensi untuk mencerna konsep angka dan menggunakannya dalam memecahkan persoalan hitungan,
7.5.3.1.7. Kemampuan untuk melepaskan diri dari pemikiran yang bersifat konvesional
7.5.3.1.8. Potensi utuk membayangkan (berimajinasi) secara konstruktif yang bersifat menyeluruh
7.5.3.1.9. kemampaun untuk mengingst informasi yang dierima secara akurat
7.5.3.2. Tujuan tes wawancara adalah untuk mengkonfirmasi hasil tes tulis dan mengetahui beberapa informasi dan penegasan dalam bekerja.
7.5.4. Hasil tes
7.5.4.1. Abd Fatas: 104,5 (average)
7.5.4.2. Fatmawati: 83,5 (low average)
7.5.4.3. Ilma: 64 (Mentally Defective)
7.5.4.4. Yuliani M. Mahi: 82 (Low Average)
7.5.5. Kesimpulan: Skor SDM adalah 0,35 poin
7.5.6. Rekomendasi: 1. Rekrutmen tenaga tambahan untuk admin, kasir, dan pramuniaga. 2. Pelatihan karyawan. 3. Optimalisasi jam buka toko dan pengelolaannya.
7.6. Penilaian Brand
7.6.1. Metode dalam menghimpun informasi untuk melakukan penilaian brand, yaitu:
7.6.1.1. Penggalian informasi dari pemilik langsung
7.6.1.2. Wawancara setiap karyawan lama
7.6.1.3. Membuat obrolan dengan masyarakat sekitar.
7.6.1.4. Melakukan observasti tentang pesaing sejenis dan terdekat.
7.6.2. Adanya ketidakjelasan nama fix
7.6.2.1. Secara pengucapan antara Méga dan Megah
7.6.2.2. Identifikasi nama antara Méga, Megah, dan MU.
7.6.3. Logo yang tidak menarik dan tidak ditampakkan secara maksimal.
7.6.4. Tidak-adanya peralatan ads dan promosi regular
7.6.5. Kapasitas usaha dan pengelolaannya tidak seimbang.
7.6.6. Pelayanan yang buruk
7.6.7. Harga relatif lebih murah dari kompetitor
7.6.8. Pemajangan yang tidak rapi
7.6.9. Tidak ada program promosi reguler & momentum
7.6.10. Score: 0,25 point