1. GAYA TRADING
1.1. SWING
1.1.1. D1-H4-H1
1.2. DAY TRADING
1.2.1. H1-M15-M5
1.3. SCALPING
1.3.1. M15-M5-M3/M1
2. TREND
2.1. Premium Discount Bias Trend
2.2. Ketika Structure Tiap Time Frame Berbeda, penting untuk melihat PDA BIAS Structure
2.3. Ketika Structure searah dengan BIAS, bisa melakukan entry buy di premium,sell di discount dengan memperhatikan letak Liquidity dan Inducement Bias.
2.4. Hindari Trend yang Posisinya Nanggung (Area Equilibrium)/Bias Side Ways
3. Point Of Interest
3.1. Cukup Fokus mencari maksimal 2 POI dalam 1 Trend/Timeframe
3.2. SKIP area POI yang tidak bersih dari Liquidity
3.3. Melakukan Refine hanya jika menemukan POI di Time Frame Structure
4. TRADING PLAN
4.1. Pentingnya Trading Plan
4.1.1. Mengurangi Emosi dalam Keputusan
4.1.2. Membantu Disiplin
4.1.3. Meningkatkan Konsistensi
4.1.4. Manajemen Risiko yang Lebih Baik
4.2. Apa itu Trading Plan?
4.2.1. Trading plan adalah panduan terstruktur yang berisi aturan, strategi, dan parameter untuk melakukan aktivitas trading secara sistematis. Trading plan mencakup semua aspek dalam proses trading, mulai dari analisis pasar, strategi masuk dan keluar, pengelolaan risiko, hingga evaluasi hasil.
4.3. Komponen Utama Trading Plan
4.3.1. Target
4.3.1.1. Harian,Mingguan,Bulanan
4.3.2. Strategi
4.3.2.1. Jenis analisis yang digunakan (teknikal, fundamental, atau kombinasi).
4.3.2.2. Timeframe utama yang digunakan (scalping, day trading, atau swing).
4.3.3. Pengelolaan Risiko (Risk Management)
4.3.4. Evaluasi dan Dokumentasi
4.3.4.1. Membuat jurnal trading untuk mencatat setiap trade.
4.3.4.2. Mengevaluasi hasil trading untuk memperbaiki strategi.
5. RISK MANAGEMENT
5.1. SAFETY
5.1.1. Risk/Trade = 0.2%-0.5%
5.1.1.1. Gunakan Lot Size Calculator
5.1.2. Max Daily Drawdown 1-2%
5.1.3. RR Minimal 1:3
5.2. DANGER
5.2.1. Risk/Trade = 0.2%-0.5%
5.2.1.1. Layering Over lot
5.2.2. Max Daily Drawdown 1-2%
5.3. PENDING /AGRESIF ENTRY
5.3.1. Risk/Trade = 0.5%
5.3.1.1. Gunakan Lot Size Calculator
5.3.1.2. Max Daily Drawdown 1%-2%
5.3.2. RR Minimal 1:2
6. SWEEP LIQUIDITY
6.1. Premium Discount Structure
6.2. IFC
7. EXIT
7.1. Gunakan RR Fix minimal 1:3
7.2. Liquidity Terdekat
7.3. POI to POI
7.4. Next BOS ketika Follow Trend
7.5. Inducement Ketika Counter Bias
8. KONFIRMASI ENTRY
8.1. Maksimal 3x SL dalam 1 POI
8.2. Agresif entry/Pending Order bisa dilakukan ketika lebar POI masih masuk dalam batas wajar
8.2.1. Trading Range Pair dalam sehari di bagi 3
9. Contoh Trading Plan
9.1. Bias Bullish
9.1.1. PREMIUM
9.1.1.1. Structure LTF
9.1.1.1.1. Bullish
9.1.1.1.2. Bearish
9.1.2. DISCOUNT
9.1.2.1. Structure LTF
9.1.2.1.1. Bullish
9.1.2.1.2. Bearish
9.2. Bias Bearish
9.2.1. PREMIUM
9.2.1.1. Structure LTF
9.2.1.1.1. Bullish
9.2.1.1.2. Bearish
9.2.2. DISCOUNT
9.2.2.1. Structure LTF
9.2.2.1.1. Bullish
9.2.2.1.2. Bearish
10. Di Luar Struture HTF
10.1. Market Belum Hit POI/pda BIAS/HTF
11. Di Dalam Structure HTF
11.1. Market Sudah hit dan Jalan Dari POI BIAS/HTF atau jalan dari diskon kalau bias bullish - jalan dari premium kalau bias bearish
12. Set up menjadi High Risk ketika
12.1. Valid High/Low Merupakan Idm
12.1.1. High/Low POI Merupakan Idm