PERBEDAAN PENDIDIKAN PADA BERBAGAI MACAM ALIRAN FILSAFAT

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
PERBEDAAN PENDIDIKAN PADA BERBAGAI MACAM ALIRAN FILSAFAT by Mind Map: PERBEDAAN PENDIDIKAN PADA BERBAGAI MACAM ALIRAN FILSAFAT

1. Konstruktivisme

1.1. Kegiatan yang aktif, dimana peserta didik membangun sendiri pengetahuan, keterampilan, dan tingkah lakunya agar peserta didik mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Tujuan: membentuk kepribadian mandiri bagi peserta didik

2. Eksistensialisme

2.1. Pengetahuan manusia tergantung kepada pemahamannya dan interpretasinya tentang realitas. Tujuan: menciptakan peserta didik yang mandiri dan tanggung jawab

3. Idealisme

3.1. Aliran yang memiliki pandangan berbeda dengan materialisme tentang kedudukan yang paling utama antara jiwa dan materi. Tujuan: mewujudkan peserta didik yang berkepribadian mulia dan memiliki taraf kehidupan rohani yang tinggi, ideal.

4. Esensialisme

4.1. Pendidikan yang penuh fleksibilitas, serta terbuka untuk perubahan, toleran, dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. Tujuan: membentuk pribadi yang bahagia dunia dan akhirat.

5. Holistik

5.1. Pendidikan bersifat universal, guru lebih banyak berperan sebagai sahabat, mentor, dan fasilitator.

6. Perenialisme

6.1. Pendidikan yang bersifat universal, tidak mengikat waktu, tempat, dan orang. Pendidikan yang baik melibatkan pencarian pemahaman atas kebenaran serta mengembangkan nalar. Tujuan pendidikan: membantu peserta didik menyingkap dan menanamkan kebenaran-kebenaran yang hakiki.

7. Progresivisme

7.1. Pendidikan yang penuh fleksibilitas, serta terbuka untuk perubahan, toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu.

8. Naturalisme

8.1. Pendidikan tidak hanya sebatas untuk menjadikan seorang mau belajar akan tetapi, juga menjadikan seseorang lebih arif dan bijaksana, dan menjadikan seorang orang tua sebagai guru alamiah. Guru tidak mengajar subjek, melainkan mengajar murid.

9. Humanisme

9.1. Menggunakan pendekatan dengan cara peserta didik diberi kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan, bakat, dan potensinya dalam pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator. Isi pelajaran menjadi pusat perhatian, peserta didik diberi kebebasan memilih waktu dan cara belajar mereka sesuai kemampuan mereka.

10. Materialisme

10.1. Bertolak belakang dengan aliran eksistensialisme. Pendidikan ini tidak memberi kebebasan kepada siswa dan cenderung menganalisis hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi upaya dan hasil pendidikan secara faktual.