Agama Buddha dan Pelestarian Lingkungan

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Agama Buddha dan Pelestarian Lingkungan by Mind Map: Agama Buddha dan Pelestarian Lingkungan

1. Ekologi dalam Agama Buddha

1.1. Agama Buddha menganggap bahwa alam dan sekitarnya sebagai dharmadatu, yaitu suatu kesatuan mutlak.

1.2. Segala sesuatu yang berkondisi

1.2.1. tidak kekal (anicatta)

1.2.2. tidak memuaskan (dukkhata)

1.2.3. tanpa inti yang kekal (anattata)

1.3. Menurut ajaran buddha, semua fenomena di alam merupakan sebab akibat yang saling berkaitan

2. Pandangan agama buddha tentang makhluk hidup

2.1. Makhluk hidup

2.1.1. Jasmani (fisik)

2.1.2. Batin (spirit)

2.1.2.1. Kesadaran (vinnana)

2.1.2.2. Pencerapan / ingatan (sanna)

2.1.2.3. Perasaan (vedana)

2.1.2.4. Bentuk - bentuk pikiran (sankhara)

2.2. Dalam alam manusia, yang termasuk makhluk hidup adalah manusia dan hewan, sedangkan tumbuhan tidak termasuk makhluk hidup karena tumbuhan hanya memiliki jasmani dan tidak memiliki batin.

3. Kesilangtergantungan antara makhluk hidup dan lingkungan

3.1. Semua sebab yang terjadi akan menimbulkan akibat yang dampaknya akan dirasakan oleh makhluk hidup.

3.2. Dalam pancasila buddhis, aturan pertama sang Buddha adalah agar tidak menyakiti / membunuh makhluk hidup. Ini karena beliau tahu bahwa manusia perlu menghargai hewan demi menjaga keseimbangan ekosistem

3.3. Beliau juga mengajarkan manusia untuk menghargai tumbuh - tumbuhan,

3.4. Jadi, ajaran buddha memandang bahwa manusia, hewan, dan alam saling mempengaruhi dan berinteraksi

4. Permasalahan lingkungan

4.1. Kebersihan

4.1.1. Masalah sampah disebabkan karena kita yang membuang sampah sembarangan dan menggunungnya sampah itu sendiri akibat dari jumlah penduduk dan konsumerisme masyarakat.

4.1.2. Sampah yang dibuang sembarangan dapat mengganggu pemandangan, menyebabkan banjir dan penyakit, bau tidak sedap, dll.

4.1.3. Buddhisme mengajakrkan untuk tidak membuang kotoran sembarangan.

4.2. Konsumenisme

4.2.1. Buddhisme membagi keinginan menjadi 2 macam

4.2.1.1. tanha

4.2.1.1.1. keinginan yang didasari hawa nafsu semata, dasarnya keserakahan.

4.2.1.2. chanda

4.2.1.2.1. Keinginan yang dilandasi kebijaksanaan

4.2.2. Buddhisme mengajarkan untuk mengkonsumsi sesuatu dengan secukupnya saja.

4.3. Perusakan hutan dan lingkungan hidup

4.3.1. Buddhisme mengecam perusakan hutan dan lingkungan.

4.3.2. Eksploitasi terhadap alam berakar pada keserakahan yang membutakan manusia terhadap bahaya perusakan dan penebangan hutan.

4.4. Pencemaran lingkungan

4.4.1. Akibat pertamanya adalah matinya makhluk hidup yang hidup di lingkungan tercermar yang dapat menyebabkan bau busuk dan terganggunya rantai makanan.

4.4.2. Buddhisme menganjurkan agar tidak membunuh makhluk apapun.

4.4.3. Apabila seseorang dengan sengaja melukai alam, maka dialah yang akan menuai akibatnya.

4.4.4. Agar dapat hidup bahagia di bumi, maka kita harus senantiasa melakukan kebajikan, termasuk kebajikan pada alam.

5. Pendekatan agama buddha terhadap lingkungan

5.1. Buddha menyadari ketika seseorang tidak menghargai hewan atau alam, akibatnya juga akan merugikan dirinya sendiri.

5.2. Buddha mengajarkan metta sebagai wujud aktif dalam menghargai hewan dan karuna sebagai wujud nyata kepedulian terhadap hewan.

5.3. Buddha mengajarkan manusia melihat ke diri sendiri melalui meditasi. Ketika seseorang memiliki pandangan terang melihat dirinya, ia juga telah melihat keseluruhan alam semesta yang saling berinteraksi dan mempengaruhi

6. Manajemen lingkungan dalam agama buddha

6.1. Konsep yang menekankan 4 aspek berbeda

6.1.1. Buddhisme menerima kenyataan yang berhubungan dengan hukum alam sebagai dasar antara manusia dan lingkungan dengan 3 konsep

6.1.1.1. Ketidakkekalan

6.1.1.2. Ketidakpuasan

6.1.1.3. Tanpa inti diri

6.1.2. Konsep pendekatan holistik, berdasar pada ketergantungan manusia dan alam

6.1.3. Konsep lingkungan yang berdasar pada 4 kebenaran mulia dengan aturan sistematis

6.1.3.1. Investigasi masalah lingkungan

6.1.3.2. Pemahaman masalah dan kunci solusinya

6.1.3.3. Merealisasi sasaran dengan pemecahan masalah

6.1.3.4. Pemahaman benar terhadap cara pemahaman masalah

6.1.4. Konsep jalan tengah ke arah manajemen lingkungan berdasar 3 aspek inti

6.1.4.1. Pengembangan dan pelatihan moral lingkungan

6.1.4.2. Pengembangan dan pelatihan suara hati terhadap lingkungan

6.1.4.3. Pengembagan dan pelatihan terhadap kebijaksanaan lingkungan

6.2. 5 cara manajemen lingkungan dalam Buddhisme

6.2.1. Menerima kenyataan alam dan menerapkannya sebagai basis dan tujuan manajemen lingkungan.

6.2.2. Mencoba mempersatukan pengembangan manusia dan manajemen lingkungan.

6.2.3. Mencoba membebaskan hidup manusia dari tindakan kotor.

6.2.4. Manajemen lingkungan berdasar pada 3 langkah

6.2.4.1. Mempelajari masalah manajemen lingkungan.

6.2.4.2. Mengembangkan sistem manajemen lingkungan.

6.2.4.3. Menemukkan alat untuk mengendalikan dan memeriksa manajemen lingkungan.

6.2.5. Memasukkan kehidupan biarawan dan petunjuk menurut aturannya.

7. Mengembangkan kesadaran terhadap lingkungan

7.1. Buddha mengajarkan agar kita mempraktekkan cinta kasih yang tulus, tidak merugikan makhluk hidup, dan melindungi tumbuhan dan binatang.

7.2. Pengikut Buddha berprinsip untuk bersikap toleran dan penuh kasih menyesuaikan diri dengan tumbuhan, binatang, dengan keselarasan dan berhubungan timbal balik.