Get Started. It's Free
or sign up with your email address
PARIWISATA by Mind Map: PARIWISATA

1. Author : Indra Maulana Judul : Pengaruh Public Relations Terhadap Citra Kabupaten Purwakarta sebagai Daerah Tujuan Pariwisata Tahun : 2016 Penerbit : Jurnal Ekonomi dan Bisnis

1.1. LBM : Persepsi masyarakat terhadap kabupaten Purwakarta masih belum sepenuhnya terbentuk sebagai kota wisata seperti halnya kota-kota penyangga Jakarta seperti Bogor ataupun Sukabumi. Padahal apabila dilihat dari variasi destinasi wisata di kedua kota tersebut hampir sama bahkan Kabupaten Purwakarta memiliki variasi wisata yang lebih banyak dari kedua kota tersebut. Masyarakat masih mempersepsikan Purwakarta sebagai kota industri karena banyaknya kawasan industri yang ada di Purwakarta.

1.2. Rumusan Masalah : melihat peran public relation yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta terhadap citra Kabupaten Purwakarta sebagai salah satu daerah tujuan pariwisata.

1.3. Teori : Alat- alat publisistas menurut (Kotler, Keller, 2009 : 524). 1. Hubungan Pers (Press Relations 2. Publisitas Produk (Public Publicity) 3. Komunikasi Perusahaan (Coorporate Comunications) 4. Lobi (Lobbying) 5. Bimbingan (Counseling), Menurut Shirley Harrison (2005:71) terdapat empat komponen yang dapat membentuk citra, yaitu : 1. Personality 2. Reputation 3. Value 4. Destination Identity 5. Destination identity

1.4. Metode riset : Deskriptif Kualitatif

1.5. Hasil : Orientasi kegiatan public relations adalah untuk memperolah goodwill, menciptakan dan membina pengertian dan pengakuan dari publik, membina dan memelihara kerjasama, menciptakan citra serta membentuk dan memelihara hubungan yang saling menguntungkan antara organisasi dengan publiknya. Untuk menarik publik terhadap barang.jasa maka perusahaan mengadakan publisitas dengan menggunakan hubungan pers, publisitas produk, komunikasii perusahaan, lobi dan bimbingan (counseling).

2. Author : I Gusti Ayu Ratna Pramesti Judul : Peran Public Relations Membangun Image Pariwisata Bali dalam Erupsi Gunung Agung Tahun : 2018 Penerbit : Jurnal Pariwisata Budaya

2.1. LBM : Aktivitas public relations juga didukung oleh hubungan yang baik dengan media dan pers agar upaya peningkatan awareness dan informasi/pemberitaan menjadi prioritas utama. Dampak pemberitaan yang hebat saat terjadi erupsi Gunung Agung berakibat pada pariwisata Bali. Penurunan wisatawan domestik&internasional sangat drastis sehingga pelaku usaha kalang kabut menghadapi berita yang belum tentu kebenarannya. Peran public relatins sangat penting dalam membangun kembali image dan goodwill pariwisata Bali agar kembali normal.

2.2. Rumusan Masalah: Membangun image dan goodwill pariwisata Bali agar kembali normal

2.3. Teori : Strategi yang diterapkan oleh seorang Public Relations menurut Cutlip (dalam Ruslan, 2007:122-123) yakni Credibility (kredibilitas), Contex (konteks), Content (Isi), Clarity (kejelasan), Continuity and Consistency (kontinuitas dan konsistensi), Channels (saluran), dan Capability of the Audience (kapabilitas khalayak). Dalam menjalin hubungan dengan public, sikap loyalitas ditunjukkan oleh Public Relations yang memiliki komitmen tinggi untuk bisa mempengaruhi khalayak untuk menumbuhkan kembali image dan goodwill. Proses dari loyalitas biasanya melalui beberapa tahapan yang dimunculkan oleh public yakni : dimulai dari rasa suka (liking) kemudian diikuti sikap hormat (respect). Apabila public mulai menunjukkan kedua sikap ini, biasanya akan muncul tahapan selanjutnya yang lebih dalam seperti kognitif yaitu sikap yang ditunjukkan oleh public bahkan menjalin persahabatan (friendship) selanjutnya tahap akhir ditunjukkan dengan kepercayaan (trust).

2.4. Metode : Deskriptif kualitatif

2.5. Hasil : Dalam membangun kembali image Pariwisata Bali sehabis erupsi Gunung Agung ada beberapa strategi yang diterapkan oleh public relations yaitu strategi operasional, pendekatan persuasi& edukatif, pendekatan tanggung jawab sosial, pendekatan kerjasama, dan pendekatan koordinatif&integratif. Selain itu diperlukan juga marketing public relations untuk mendukung proses promosi dan publikasi dalam jangka waktu yang relatif singkat.

3. Author : Ruby Marsal Parera Judul : Peran Public Relatins Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon dalam Mengedukasi Masyarakat dengan Pendekatan Komunikasi Antar Budaya Tahun : 2018 Penerbit : Jurnal Ilmiah Paxhumana

3.1. LBM : Aktivitas public relations juga didukung oleh hubungan yang baik dengan media dan pers agar upaya peningkatan awareness dan informasi/pemberitaan menjadi prioritas utama. Dampak pemberitaan yang hebat saat terjadi erupsi Gunung Agung berakibat pada pariwisata Bali. Penurunan wisatawan domestik&internasional sangat drastis sehingga pelaku usaha kalang kabut menghadapi berita yang belum tentu kebenarannya. Peran public relatins sangat penting dalam membangun kembali image dan goodwill pariwisata Bali agar kembali normal.

3.2. Rumusan Masalah: Bagaimana Peran Public Relations Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Ambon dalam Mengedukasi Masyarakat dengan Pendekatan Komunikasi Antar Budaya

3.3. Teori : Peran Public Relations dalam suatu organisasi dibagi dalam empat kategori (Ruslan 2010:20-21), yaitu: (1) Expert Prescriber, (2) comucation fasilitator, (3) problem solver, (4) communication technican Pendekatan dalam komunikasi antar budaya terbagi menjadi 2 bagian yakni Pendekatan Fungsionalis dan Pendekatan kritis.

3.4. Metode Riset : Deskriptif Kualitatif

3.5. Hasil : Peran public relations dalam mengedukasi dilakukan dengan menjadi penasehat ahli, fasilitator komunikasi, fasilitator pemecahan masalah dan teknisi komunikasi. Sedangkan strategi yang dilakukan yaitu dengan melaksanakan kegiatan yang bertujuan mempromosikan pariwisata kota Ambon dan dipublikasikan menggunakan media massa dan komunikasi interpersonal.

4. Author : Kadek Dwi Cahaya Judul : Strategi Public Relations Pariwisata Bali Tahun : 2018 Penerbit : Jurnal ILMU KOMUNIKASI

4.1. LBM : Pariwisata sebenarnya adalah industri rentan yang mudah hancur oleh masalah dan krisis terkait. Oleh karena itu, public relations dengan strategi komunikasinya sangat diperlukan untuk menjaga hubungan baik dengan pihak terkait. Posisi PR Bali di kuadran V berarti Stabilisasi / Pertumbuhan. Strategi yang sesuai kemudian mensosialisasikan pentingnya Isu dan Manajemen Krisis, menjadi lebih kreatif dalam acara-acara khusus terkait pariwisata, mengembangkan hubungan dengan media, meningkatkan kualitas publikasi pariwisata, mempertahankan hubungan dengan organisasi pariwisata terkait dan masyarakat Bali secara internal

4.2. Rumusan Masalah: Mengidentifikasi posisi Hubungan Masyarakat Bali dan menyiapkan strategi PR-nya

4.3. Metode riset : Deskriptif Kualitatif

4.4. Teori : SWOT diterapkan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detil tentang bagaimana aspek-aspek eksternal seperti kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats) dapat disikapi lebih lanjut untuk disesuaikan dengan kondisi internal perusahaan seperti kekuatan (strength) dan kelemahan (weaknesses)

4.5. Hasil : Berdasarkan hasil analisis SWOT yang dilakukan, public relations Bali harus mengambil beberapa langkah seperti meningkatkan kualitas dan kuantitas special event, meningkatkan hbungan media, meningkatkan hubungan antar organisasi pariwisata, menguatkan hubungan internal dengan masyarakat, memperluas manajemen isu, menjaga dan meningkatkan daerah tujuan wisata, mengikuti perkembangan teknologi, meningkatkan publikasi, merangkul investor

5. Author : Tria Patrianti & Rizal Binol Judul : Public Relations & Messaging Development Pengembangan Pesan Pariwisata Halal di Indonesia Melalui Perspektif Public Relations Tahun : 2018 Penerbit : Jurnal PERSPEKTIF Komunikasi

5.1. LBM : Awal tahun 2019, Indonesia menorehkan prestasi menjadi negara di peringkat pertama destinasi wisata halal dunia, versi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019. Prestasi ini tidak terlepas dari upaya Tim Percepatan Pariwisata Halal Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) yang telah mendisain dan membuat strategi pengembangan pariwisata halal untuk menambah perolehan devisa negara. Lima destinasi utama wisata halal di Indonesia yaitu Lombok, Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat dan DKI Jakarta, juga telah berkontribusi pada prestasi Indonesia di kancah internasional dengan upaya komunikasi mereka dengan stakeholder strategis pariwisata halal di masing-masing daerah.

5.2. Rumusan Masalah: Bagaimana komunikasi pemerintah dan menganalisi key message yang dibuat public relations pemerintah tetang pariwisata halal.

5.3. Teori : Konsep pariwisata halal di Indonesia merupakan extended version facilities and services yaitu ;a) tersedia makanan dan minuman yang tersedia kehalalannya, b) tersedia fasilitas yang layak dan nyaman untuk bersuci dengan air, c) tersedia fasilitas yang memudahkan untuk beribadah, dan d) produk dan jasa pelayanan pada usaha-usaha beserta objek - objek wisata, kondusif terhadap “Gaya Hidup Halal”. (Sofyan, n.d.)

5.4. Metode riset : Deskriptif Kualitatif

5.5. Hasil : Kemenpar dinilai belum melakukan aktivitas komunikasi menggunakan pendekatan public relations yang optimal melalui penyampaian pesan pariwisata halal kepada masyarakat Indonesia sendiri. Exposure pariwisata halal belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat dan awareness tentang industri pariwisata halal sebagai bagian dari gaya hidup muslim di Indonesia belum sampai pada tahap yang diinginkan.