Kebijakan Industrial di Negara - negara Berkembang

Track and organize your meetings within your company

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Rocket clouds
Kebijakan Industrial di Negara - negara Berkembang by Mind Map: Kebijakan Industrial di Negara - negara Berkembang

1. Alasan - Alasan populer Bagi Kebijakan Industrial

1.1. Industri - industri yang nilai tambah per pekerja yang tinggi

1.1.1. Nilai tambah per pekerja yang tinggi mencerminkan tingginya input per pekerja

1.1.2. Nilai tambah yang tinggi mencerminkan modal manusia: tingginya tingkat pendidikan atau kecakapan

1.1.3. Pergeseran modal ke sektor yang padat modal cenderung mengurangi kesempatan kerja

1.2. Industri - industri yang memiliki keterkaitan dengan industri - industri lain

1.2.1. Kepopuleran hujah keterkaitan berakar dari anggapan bahwa produksi barang - barang antara yang dapat digunakan oleh berbagai sektor adalah kegiatan ekonomi yang lebih mendasar daripada memproduksi barang - barang konsumsi yang hanya memberikan kepuasan pada rumah tangga

1.3. Industri yang memiliki potensi untuk bertumbuh di masa depan

1.3.1. Kebijakan industrial hendaknya mengupayakan penyaluran sumberdaya ke sektor - sektor yang memiliki potensi tinggi untuk tumbuh di masa depan

1.3.2. Jika setiap orang mengetahui bahwa industri - industri tertentu akan tumbuh pesat, modal dan tenaga kerja akan beralih ke industri tersebut meskipun tanpa dorongan khusus

1.3.3. Hujah bahwa pemerintah hendaknya selalu memajukan sektor - sektor yang berkembaqng sama juga dengan mengatakan bahwa pasar bebas secara sistematik meremehkan prospek pertumbuhan di masa depan

1.4. Industri yang ditargetkan oleh pemerintah asing

1.4.1. Jika suatu negara tidak menanggapi pentargetan industrial pihak asing, negara - negara lain memaksa negara tersebut untuk tersingkir dari industri - industri kunci

1.4.2. Hujah yang mempertahankan kebijakan industrial meyakinkan kita untuk menerima alasan negara - negara lain tentang sektor - sektor mana saja yang harus didorong

2. Hujah - hujah Canggih Bagi Kebijakan Industrial

2.1. Teknologi dan Eksternalitas

2.1.1. Pemerintah harus mendukung industri teknologi tinggi

2.1.2. Mensubsidi industri diperlukan untuk mencegah eksternalitas

2.1.3. Industri teknologi tinggi menghasilkan keuntungan sosial tambahan

2.2. Persaingan Tak Sempurna dan Kebijakan Perdagangan Strategik

2.2.1. Adanya imbalan yang berlebih yang dialihkan dari perusahaan asing ke domestik

2.2.2. Subsidi kepada perusahaan domestik dengan merintangi investasi dan produksi oleh pesaing luar negeri dapat meningkatkan keuntungan perusahaan - perusahaan domestik terbesar daripada jumlah subsidi

3. Kebijakan Industrial Dalam Praktek

3.1. Kebijakan Industrial Jepang

3.1.1. Kegiatan alokasi sumberdaya (awal)

3.1.2. Mendorong industri yang berteknologi tinggi

3.2. Kebijakan Industrial Negara Lain

3.2.1. Prancis

3.2.1.1. Mendukung perusahaan- perusahaan Prancis dalam persaingan teknologi dengan perusahaan asing

3.2.2. USA

3.2.2.1. Ideologi Pasar Bebas yang menghalangi setiap pengarahan eksplisit oleh perekonomian

4. Studi Kasus Kebijakan Industrial

4.1. Pentargetan Industri Baja oleh jepang (1960 - awal 1970)

4.2. Dukungan Eropa Bagi pengembangan Industri Pesawat Terbang (1950 - akhir 1960)

4.3. Pentargetan Semi Konduktor oleh Jepang (Sejak Pertengahan 1970-an)