Pancasila Sebagai Ideologi Negara dan Penanaman Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan sehari-hari

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Pancasila Sebagai Ideologi Negara dan Penanaman Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan sehari-hari by Mind Map: Pancasila Sebagai Ideologi Negara dan Penanaman Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan sehari-hari

1. nilai-nilai dasar yg terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan suatu sistem norma

1.1. Pembukaan UUD 1945

2. Pentingnya Ideologi suatu negara

2.1. untuk membangkitkan semangat

2.2. cita-cia suatu bangsa

3. Lambang rantai berwarna kuning berlatar belakang warna merah dijadikan sebagai dasar Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Pada lambang rantai disusun atas gelang-gelang kecil dengan 17 gelanh dan saling menyambung. Dimana itu menandakan hubungan manusia satu dengan yang lain dan saling membantu. Gelang yang berbentuk persegi menggambarkan pria, sementara gelang yang berbentuk lingkaran menggambarkan wanita.

4. Notonagoro

4.1. memberi pengetahuan dan pengertian ilmiah

4.1.1. hakikat dari Pancasila

5. 1. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. 2. Bekerja sama antar pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda. 3. Tidak memaksa suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain. 4. Hidup menghormati. 5. Hidup rukun.

6. Dikatakan Sebagai Filsafat

6.1. hasil permenungan jiwa yang mendalam yang dilakukan oleh the founding ffather kita, yg dituangkan dalam suatu sistem

7. Pengertian Ideologi

7.1. berasal

7.1.1. Inggris

7.1.1.1. Idea

7.1.2. Yunani

7.1.2.1. Logos

7.1.2.1.1. gagasan

7.1.2.1.2. ilmu/pengetahuan

7.2. Hubungan antara WN dengan negara = seimbang

7.3. kehormatan suatu bangsa

7.4. Ideologi yang kuat dan kokoh

7.4.1. Ideologi tidak ada

7.5. Perbedaan Ideologi

7.5.1. Ideologi Liberalisme

7.5.1.1. Rakyat bebas berbuat asal tidak melanggar hukum

7.5.1.2. Kepentingn dan hak WN lebih diutamakan daripada kepentingan negara

7.5.2. kesadaran kemerdekaan

7.5.3. Ideologi Komunisme/Sosialisme

7.5.3.1. Mementingkan kekuasaan dan kepentingan negara

7.5.3.2. Kepentingan negara lebih diutamakan daripada kepeningan WN

7.5.3.3. WN bebas beragama, bebas tidak beragama, dan bebas untuk propaganda anti agama

7.5.4. Ideologi Pancasila

7.5.4.1. bangsa dan negara akan rapuh dn mudah goyah

7.5.5. Negara tidak mencampuri urusan agama

7.5.6. Agama erat hubungannya dengan negara

7.5.6.1. Setiap orang wajib beragama dan bebas memilih agama

8. Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

8.1. Dimensi Idealistis

8.1.1. nilai-nilai dasar yg terkandung dalam Pancasila yg bersifat sistematis dan rasional

8.1.1.1. hakikat nilai yg terkandung dalam 5 sila pancasila

8.2. Dimensi Normatif

8.3. Dimensi Realistis

8.3.1. harus mampu mencerminkan realitas hidup dan berkembang dalam masyarakat.

8.3.1.1. dijabarkan dalam kehidupan nyata di berbagai bidang

9. Filsafat Pancasila

9.1. Definsi

9.1.1. refleksi kritis dan rasional tentang Pancasila sebagai Dasar Negara dan kenyataan budaya bangsa

9.1.1.1. Tujuan : mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh

9.2. Mengandung

9.2.1. Pandangan

9.2.2. Nilai

9.2.3. Pemikiran

9.3. Ruslan Abdul Gani

10. Proses Perumusan Pancasila

10.1. Dari bahasa

10.1.1. Sansekerta

10.1.1.1. Panca

10.1.1.1.1. Lima

10.1.1.2. Sila

10.1.1.2.1. Prinsip/asas

10.2. Proses

10.2.1. Pembentukan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia)

10.2.1.1. dalam bahasa Jepang

10.2.1.1.1. Dokuritsu Junbi Coosakai

10.2.1.2. Tujuan: menyelidiki dan mempelajari segala sesuatu yang dirasa penting terkait pembentukan negara Indonesia merdeka

10.2.1.3. Tugas: mempersiapkan hal-hal penting terkait dengan tata pemerintahan Indonesia setelah merdeka

10.2.1.4. diresmikan 28 Mei 1945

10.2.1.4.1. Gedung Cuo Sangi In, Pejambon, Jakarta

10.2.1.5. Anggota 67 Orang

10.2.1.5.1. 60 orang tokoh Indoesia

10.2.1.5.2. 7 orang anggota Jepang

10.2.1.6. Ketua: dr. Radjiman Wediodiningrat

10.2.2. Perumusan Dasar Negara

10.2.2.1. Sidang I tgl 29 Mei - 1 Juni 1945

10.2.2.1.1. WK : Ichibangesae Yosio dan R.P. Soeroso

10.2.2.1.2. Rumusan Dasar Negara

10.2.2.2. Sidang II tgl 10 - 16 Juli 1945

10.2.2.2.1. diambil dari Piagam Jakarta

10.2.2.3. Rumusan Pancasila diterima

10.2.2.3.1. Rumusan Pertama

10.2.2.3.2. Rumusan ke-2

10.2.2.3.3. Rumusan ke-3

10.2.2.3.4. Rumusan ke-4

10.2.2.3.5. Rumusan ke-5

10.3. Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara

10.3.1. Lambang Bintang emas dengan perisai berlatar belakang warna hitam dijadikan sebagai sila pertama dalamPancasila. Bintang diartikan sebagai sebuah cahaya seperti Tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Dimana bangsa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

10.3.2. Sidang PPKI

10.3.2.1. 18 Agustus 1945

10.3.2.1.1. Menetapkan dan mengesahkan UUD Negara RI tahun 1945

10.3.2.1.2. Memilih presiden dan wapre: Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta

10.3.2.1.3. Membentuk sebuah Komite Nasional untuk membantu Presiden

11. Kedudukan Pancasila

11.1. Sebagai Dasar Negara

11.1.1. Pancasila sebagai Dasar Negara merupakan sumber dari segala sumber hukum

11.1.2. Pancasila dijabarkan dalam UUD 1945

11.1.3. Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

11.1.3.1. Konsep dasar yang di dalamnya terkandung pikiran dan gagasan mengenai wujud kehidupan yang dianggap baik yang dicita-citakan bangsa

11.1.3.2. pikiran dan gagasan terdalam dari konsep dasar yang dianggap baik

11.1.3.3. kristalisasi dan nilai pandangan hidup sendiri yang diyakini kebenarannya dan menimbulkan tekad untuk mewujudkannya

11.2. Fungsi

11.2.1. Pncasila sebagai Jiwa Bangsa Indonesia

11.2.2. Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa Indonesia

12. Nilai-nilai dan Arti Penting Pancasila

12.1. Ketuhanan Yang Maha Esa

12.2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

12.3. Persatuan Indonesia

12.3.1. Pohon beringin melambangkan sebagai tempat berteduh dan berlindung serta merupakan sebuah pohon di Indonesia yang memiliki akar tunjang. Pada Pancasila, pohon beringin dijadikan sebagai dasar sila ketiga. Dimana mencerminkan kesatuan Indonesia.

12.4. Lambang kepala banteng dijadikan sebagai dasar pada sila keempat dalam Pancasila. Banteng merupakan binatang yang suka berkumpul. Sama seperti manusia dalam pengambilan keputusan harus dilakukan secara musyawarah. Salah satunya dengan berkumpul dan diskusi.

12.5. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

12.6. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

12.6.1. Padi dan kapas dimaknai sebagai salah satu kebutuhan rakyat Indonesia tanpa melihat status dan kedudukannya. Padi dan kapas mencerminkan pangan dan sandang. Ini menandakan tidak adanya kesenjangan antara satu dengan yang lain. Pada Pancasila, padi dan kapas dijadikan sebagai dasar sila kelima.

12.7. Perbedaan Rumusan Dasar Negara

12.7.1. terdapat pada sila 1

12.7.1.1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

12.7.1.1.1. Ketuhanan Yang Maha Esa

13. Kedudukan Hukum Pancasila

13.1. Pancasila

13.1.1. Dasar Negara

13.1.1.1. Alinea K-4 Pembukaan UUD 1945

13.1.1.1.1. disahkan PPKI

13.1.2. Menjiawai Pembukaan dan pasal-pasal UUD 1945

13.1.2.1. Prof. R. Soepomo

13.1.2.1.1. suasana kebatinan /semangat kejiawaan dari pasal-pasal UUD 1945

13.1.3. Sumber dari segala sumber hukum

13.1.3.1. UU No 10 Tahun 2004

14. Penerapan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan sehari-hari

14.1. Sila pertama

14.2. Sila kedua

14.2.1. 1. Sikap saling mencintai sesama manusia. 2. Tenggang rasa. 3. Gemar menolomg orang lain. 4. Tidak membeda-bedakan. 5. Berbicara kepada orang lain dengan sopan dan santun.

14.2.1.1. fundamental atau dasar bagi setiap bangsa dan negara yg ingin berdiri kokoh kuat dan maju

14.2.1.1.1. tidak mudah terombang-ambing oleh banyak persoalan masyarakat, berbangsa dan bernegara

14.3. Sila ketiga

14.3.1. 1. Rela berkorban. 2. Cinta tanah air. 3. Mencintai produk lokal. 4. Bergaul dengan teman tanpa membedakan suku, ras , dan adat istiadat. 5. Ikut menjaga keamanan lingkungan.

14.4. Sila keempat

14.4.1. 1. Mengutamakan keputusan yang diambil secara musyawarah. 2. Tidak memaksa kehendak orang lain. 3. Melaksanakan musyawarah mufakat. 4. Menghormati dan menjunjung tinggi hasil musyawarah.

14.5. Sila kelima

14.5.1. 1. Sikap adil kepada sesama 2. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban. 3. Menghormati hak-hak orang lain. 4. Ikut serta dalam kegiatan gotong royong