KINGDOM PROTISTA

MINDMAP of PROTISTA KINGDOMS

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
KINGDOM PROTISTA by Mind Map: KINGDOM PROTISTA

1. PENGERTIAN

1.1. kingdom yang terdiri dari satu sel atau banyak sel dan memiliki membrane inti (organisme eukariot) serta bersel tunggal.

1.1.1. Sebagian besar Protista hidup di air, karena tidak memiliki pelindung untuk menjaga tubuhnya dari hawa kering.

1.1.1.1. Kingdom Protista adalah kingdom yang sederhana karena hanya tersusun atas satu sel sehingga dapat di kelompokan dalam kingdom sendiri. Tetapi ada juga yang multiseluler akan tetapi masih sangat sederhana dibandingkan dengan organisme lainnya.

2. CIRI-CIRI

2.1. 1. Eukariotik

2.2. 2. Uniseluler dan Multiseluler

2.3. 3. Heterotrof dan Fotoautotrof

2.4. 4. Bereproduksi secara Seksual dan Aseksual

2.5. 5. Hidup Bebas atau Simbiosis

2.6. 6. Bersifat Aerob dan Anaerob

3. KLASIFIKASI

3.1. PROTISTA MIRIP JAMUR

3.1.1. CIRI-CIRI

3.1.1.1. Bersifat eukariotik, tidak memiliki klorofil, dapat menghasilkan spora, bersifat heterotrof.

3.1.1.1.1. KLASIFIKASI

3.2. PROTISTA MIRIP TUMBUHAN (Algae)

3.2.1. CIRI-CIRI

3.2.1.1. Bersifat uniseluler atau multiseluler, ukuran tubuh bervariasi, bentuk tubuh tetap, Algae uniseluler dapat hidup soliter ataupun membentuk koloni. Memiliki beberapa jenis klorofil yang tersimpan dalam kloroplas, memiliki pigmen fotosintetik selain klorofil (xantofil [kuning], fikosianin [biru], fukosantin [cokelat], fikoeritrin [merah], dan karotenoid), memiliki bentuk kloroplas yang bervariasi, dapat hidup seperti plankton, neuston, atau bentos, bereproduksi secara aseksual atau seksual.

3.2.1.1.1. KLASIFIKASI

3.3. PROTISTA MIRIP HEWAN (Protozoa)

3.3.1. CIRI-CIRI

3.3.1.1. Uniseluler dengan ukuran tubuh hanya 10-200 µm, tidak memiliki dinding sel, umumnya bersifat heterotrof, hanya sebagian kecil saja yang bersifat autotroph, hidup bebas atau sebagai parasit bagi organisme lain, reproduksi secara seksual atau aseksual, dan umumnya memiliki alat gerak.

3.3.1.1.1. KLASIFIKASI

4. MANFAAT

4.1. 1. Entamoeba coli di dalam usus besar mamalia ikut berperan dalam proses pembusukan sisa makanan.

4.2. 2. Foraminifera mempunyai kerangka luar dari zat kapur dan fosilnya dalam jumlah tertentu dapat membentuk endapan tanah globigerina yang dapat digunakan sebagai petunjuk adanya minyak bumi.

4.3. 3. Radiolaria mempunyai kerangka dari zat kersik. Radiolaria yang mati akan meninggalkan cangkangnya dan membentuk tanah radiolaria yang dapat digunakan sebagai bahan penggosok.

4.4. 4. Paramaecium dapat juga digunakan sebagai organisme indikator terjadinya pencemaran air oleh zat organik.

4.5. 5. Chlorella selain berperan sebagai produsen di ekosistem perairan, juga dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan protein sel tunggal (PST).

5. DAMPAK BURUK

5.1. 1. Entamoeba histolytica hidup di dalam liang usus manusia, menyebabkan kerusakan jaringan pada usus dan diare.

5.2. 2. Entamoeba hartmani hidup di dalam liang usus manusia, penyebab disentri tetapi efeknya tidak lebih parah dari Entamoeba histolytica.

5.3. 3. Entamoeba gingivalis hidup di dalam rongga mulut manusia. Tidak bersifat patotenik akan tetapi dapat memperparah terjadinya radang gusi.

5.4. 4. Trypanosoma gambiense menyebabkan penyakit tidur pada manusia (sleeping sickness atau trypanosomiasis). Protista ini hidup di dalam darah manusia.

5.5. 5. Trypanosoma evansi menyebabkan penyakit surrah pada hewan ternak.

5.6. 6. Leishmaania donovani menyebabkan penyakit kala azar pada manusia. Penderita biasanya demam berkepanjangan, hati, dan limfa membesar, serta terjadinya ulcers atau luka pada ususnya.