Masa Kependudukan Jepang

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Masa Kependudukan Jepang by Mind Map: Masa Kependudukan Jepang

1. Latar Belakang

1.1. RESTORASI MEIJI pada tahun 1868.

1.1.1. RESTORASI MEIJI = Pembaharuan di bidang Militer, Pendidikan, Industri dan Perdagangan

2. Masuknya Jepang ke Indonesia

2.1. terjadinya PERANG PASIFIK di Pangkalan Pearl Harbour, Hawaii pada tahun 1941.

2.1.1. Jepang pergi ke Indonesia untuk menyerang Belanda

2.1.1.1. Jepang berhasil menguasai beberapa wilayah Indonesia.

2.2. Jepang membagi Angkatan perangnya menjadi 2 Kelompok yaitu

2.2.1. Angkatan Darat (Rikugun) Bergerak di Indochina

2.2.2. Angkatan Laut (Kaigun) Bergerak di Pulau Hawaii

2.3. 11 Januari 1942

2.3.1. Jepang berhasil mendarat di Tarakan, Kalimantan Timur

2.3.2. Tarakan penghasil Minyak terbesar

2.3.3. Komandan Belanda di Tarakan menyerah kepada Jepang tanggal 12 Januari 1942

2.4. 24 Januari 1942

2.4.1. Berhasil menduduki Balikpapan

2.4.2. Merupakan Sumber minyak kedua setelah Tarakan

2.5. 29 Januari 1942 Menguasai Pontianak

2.6. 3 Februari 1942 Menguasai Samarinda

2.7. 5 Februari 1942 Menguasai Kotabangun

2.8. 10 Februari 1942 Menguasai Banjarmasin

2.9. 16 Februari 1942 Menguasai Palembang

2.10. Tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang

2.10.1. Sebelum tiba ke Pulau Jawa, Jepang sudah berhasil meguasai beberapa daerah di Indonesia, Jepang berhasil menguasai Pulau Jawa dengan diadakannya Perjanjian Kalijati di Subang Jawa Barat

2.10.2. Secara Mutlak Indonesia semuanya sudah dikuasai Jepang

3. Mengapa jepang melakukan politik ekspansi di Indonesia?

3.1. Indonesia merupakan wilayah yang kaya akan Sumber Daya Alam yang sangat dibutuhkan bagi Keberlangsungan Industri Jepang

3.2. Indonesia memiliki Jumlah penduduk yang sangat banyak, sehingga berpotensi bagi Jepang untuk memasarkan hasil Produksi dari Industrinya

3.3. Keinginan menggantikan pengaruh dan dominasi Negara-Negara Barat (Eropa)

4. Apa yang menyebabkan Jepang menjadi negara Imperialis?

4.1. wilayah Jepang semakin sempit dan SDA semakin berkurang

4.2. perkembangan industri semakin pesat, membutuhkan daerah pasar dan bahan mentah

4.3. pertambahan penduduk

4.4. pembatasan imigran Jepang yang dilakukan negara-negara Barat

4.5. Pengaruh ajaran Shinto tentang Hakko I Chi-u (dunia sebagai keluarga), Jepang merasa terpanggil untuk menjadi Pemimpin Bangsa-Bangsa di Dunia (Asia-Pasifik)

5. Masa Kependudukan Jepang di Indonesia

5.1. penyerahan tanpa syarat melalui Perjanjian Kalijati (8 Maret 1942)

5.1.1. Pihak Belanda diwakili oleh Panglima Militer Letnan Jendral H. Ter Poorten dan Gubernur Jendral Hindia Belanda Tjarda Van Stakenborgh Stachower yang kemudian diserahkan kepada Jepang yang diwakili oleh Jendral Hitosyi Imamumra

5.2. Pembagian wilayah di Indonesia

5.2.1. Daerah Jawa dan Madura pusatnya di Batavia berada dibawah kekuasaan Rikugun (Angkatan Darat)

5.2.2. Daerah Sumatra dan Semenanjung Tanah Melayu dengan pusatnya di Singapura berada dibawah kekuassaan Rikugun (Angkatan Darat)

5.2.3. Daerah Kalimantan, Sulawesi, Nusatenggara, Maluku, Irian berada di bawah Kekuasaan Kaigun (Angkatan Laut)

5.3. kebijakan ekonomi dan sosial

5.3.1. Sistem Ekonominya adalah Perang dan Autarki yaitu Memenuhi Kebutuhan daerah sendiri dan menunjang kegiatan Perang

5.3.2. SDM digunakan sebagai layaknya mesin untuk menghasilkan bahan Industri dan kebutuhan Perang

5.3.3. Bidang Sosial. Melakukan Eksploitasi tenaga manusia dengan Program Kinrohosi (Kerja Bakti)

5.3.4. Laki-laki dipergunakan untuk membangun Instalasi militer Pertahan Jepang

5.3.5. Adanya system Kerja Paksa atau Romusha di dalam negri dan dikirim keluar negri seperti Malaysia, Thailand, Myanmar

5.3.6. 300.000 Orang dikirim keluar Negri untuk Kerja Paksa yang kembali ke Indonesia hanya 70.000 orang dalam kondisi mengenaskan

5.4. Kebijakan Bidang Budaya dan Pendidikan

5.4.1. Menghilangkan Diskriminasi dan Perbedaan di kalangan sosial budaya

5.4.2. Menerapkan Jenjang Sekolah dari SD 6 tahun, SMP 3 tahun dan SMA 3 tahun

5.4.3. Menerapkan system Pendidikan Militer

5.4.4. Diajarkan memberikan Penghormatan kepada Kaisar yaitu bernama Tenno

5.4.5. Menyebarkan semangat Hakko I Chi u, dimana Pendidikan diarahkan pada Kebudayaan Jepang

5.4.6. Melarang penggunaan Bahasa Belandadalam pembelajaran maupun pergaulan. Digantikan dengan boleh menggunakan Bahasa Indonesia atau Jepang

5.4.7. Pada tanggal 1 April 1943 dibangun pusat kebudayaan di Jakarta yang bernama “Keimin Bunka Shidoso”

6. Perlawanan Rakyat Terhadap Jepang

6.1. ACEH

6.1.1. Perlawanan dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan ini dapat dipadamkan tetapi 2 tahun kemudian muncul lagi pemberontakan dipimpin oleh Teuku Hamid yang kemudian juga dipadamkan.

6.1.1.1. disebabkan oleh tindakan semena-mena prajurit terhadap rakyat

6.2. INDRAMAYU

6.2.1. Tahun 1943, melawan Jepang dipimpin oleh Haji Madriyan, namun diberhentikan dengan cepat dan kejam oleh Jepang karena pemberontakan ini kurang terorganisasi.

6.2.1.1. disebabkan oleh petani yang menolak memberikan hasil panen kepada Jepang

6.3. TASIKMALAYA

6.3.1. Tahun 1944, melawan Jepang dipimpin oleh Kiai Haji Zaenal Mustafa menggunakan senjata tradisional. Kalah dengan Jepang karena persenjataannya kurang.

6.3.1.1. disebabkan karen rakyat menolak romusha dan seikerei

6.4. BLITAR

6.4.1. Tanggal 14 Februari 1945 terjadi pemberontakan PETA dibawah pimpinan Supriyadi, dengan cara membinasakan Orang Jepang di Blitar, Jepang mengalami kekalahan dalam Perang Pasifik. Ini menjadi kesempatan Penting untuk membinasakan Orang Jepang. Supriyadi dibantu oleh Dr. Ismail, Mudari dan Suwondo .

7. Akhir kekuasaan Jepang di Indonesia

7.1. Akhir tahun 1944 Jepang sudah banyak mengalami kekalahan dalam setiap medan pertempuran melawan Sekutu

7.2. Perdana Mentri Koiso memberikan janji Kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945 dalam siding Parlemen Jepang di Tokyo

7.3. Sebagai bukti Janji tersebut dibuatlah Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI oleh Letnan Jendral Kumakichi Harada. BPUPKI diketuai oleh Dr. K.R.T. Rajiman Wedyodiningrat

7.4. BPUPKI tidak bertahan lama digantikan oleh Dokuritsu Junbi Inkai atau PPKI, diresmikan oleh Jendral Terauchi

7.5. Jepang menyerah kepada Sekutu tanggal 15 Agustus 1945, akhirnya bangsa Indonesia sepakat membentuk Proklamasi atas nama Bangsa Indonesia bukan karna Pemberian Kemerdekaan dari Jepang

8. Dampak Kependudukan Jepang terhadap Indonesia

8.1. DAMPAK POSITIF

8.1.1. Bahasa Indonesia berkembang dengan cepat karena penggunaannya tidak dilarang oleh Jepang

8.1.2. Banyak sistem-sistem Indonesia berasal dari Jepang seperti sistem pengaturan masyarakat (RT/RW) dan sistem pendidikan dari SD-SMA

8.1.3. Bangsa Indonesia memiliki kesempetan mempersiapkan kemerdekaan

8.2. DAMPAK NEGATIF

8.2.1. Bangsa Indonesia memiliki kehancuran ekonomi, serta kematian, kelaparan, dan kemiskinan

8.2.2. Eksploitasi sumber daya alam dan hasil pertambangan.

8.2.3. Mengenal budaya kekerasan dalam menyelesaikan masalah

9. Raisa Khaira Farras (30) XI IPS 2