KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA により Mind Map: KERAJAAN HINDU BUDHA DI INDONESIA

1. Kerajaan Kalingga

1.1. Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha di Jawa. Kemunculannya diduga pada abad ke-6 Masehi, hampir bersamaan dengan pecahnya Kerajaan Tarumanagara menjadi Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda. kerajaan Kalingga atau Ho-Ling merupakan pendahulu Wangsa Syailendra yang nantinya berkuasa di Mataram/Kuno dan Sriwijaya. Kerajaan ini bertahan sampai dengan abad ke-7 Masehi, dan berakhir dengan pecahnya Kalingga menjadi dua bagian. raja raja yang memerintah yaitu prabu washumurti, prabu washugeni, prabu kiratasingha dan ratu shima.

2. Kerajaan Sriwijaya

2.1. Kerajaan Sriwijaya merupakan salah satu kerajaan bahari yan pernah berdiri di pulau Sumatra. Kerajaan Sriwijaya adalah kerajaan buddha bercorak maritim yang mengontrol perdagangan di jalur utama Selat Malaka. Prasasti yang terkenal dari kerajaan ini merupakan prasasti kedukan bukit yang berada di palembang, betarikh serta ditemukan pada abd ke 7. Pemimpin yang terkenal berama Dapunta Hyang.

3. Kerajaan Mataram Kuno

3.1. Kerajaan Mataram ialah kerajaan maritim dan agaria yang berdiri di Jawa Tengah pada abad ke-8, kemudian pindah ke Jawa Timur pada abad ke-10. Didirikan oleh Sanjaya, kerajaan diperintah oleh dinasti Syailendra dan dinasti Isyana. Berdasarkan sejarahnya, penduduk kerajaan ini sangat bergantung pada pertanian , terutamanya pertanian padi, dan kemudian juga mendapat keuntungan dari perdagangan maritim. Candi yang tersergam dan bersejarah ialah Kalasan, Sewu, Borobudur dan Prambanan. Mataram dikenali sebagai negeri pembangun candi. Dinasti atau wangsa yang memerintah Mataram dikelaskan berdasarkan budaya agama — dinasti Hindu-Siwa dan Buddha. Perselisahan tersebut tidak berakhir sampai 938 Śaka ketika dinasti Syailendra yang bertempat di Sumatra menghasut Haji Wurawari dari Lwaram untuk memberontak Dharmawangsa, dan menyerbu ibu negara Wwatan di Jawa Timur. Serbuan dilancarkan secara mendadak dan tidak terduga. Akibatnya, kerajaan luluh lantak dan tidak tersisa kecuali sedikit yang selamat.

4. Kerajaan Singasari

4.1. Singasari merupakan kerajaan bercorak Hindu-Budha yang terletak di daerah Malang, Jawa Timur. Kerajaan ini didirikan oleh Ken Arok. Ia merupakan rakyat biasa yang mengabdi kepada bupati Tumapel bernama Tunggul Ametung. Ken Arok memiliki keinginan untuk menikahi Ken Dedes yang merupakan istri Tunggul Ametung. Sejarah Kerajaan Singasari tidak lepas dari intrik. Ken Arok yang menjadi raja pertama memerintah selama lima tahun sebelum dibunuh oleh Anusapati, anak dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung.

5. Kerajaan Tarumanegara

5.1. Tarumanagara atau Kerajaan Taruma adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-5 hingga abad ke-7 M. Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara yang meninggalkan catatan sejarah dan peninggalan artefak di sekitar lokasi kerajaan, terlihat bahwa pada saat itu Kerajaan Taruma adalah kerajaan Hindu beraliran Wisnu. Kata tarumanagara berasal dari kata taruma dan nagara. Nagara artinya kerajaan atau negara sedangkan taruma berasal dari kata tarum yang merupakan nama sungai yang membelah Jawa Barat yaitu Ci Tarum. Sejarah Kerajaan Tarumanegara bersumber dari sejumlah prasasti yang berasal dari abad ke-5 Masehi. Prasasti tersebut diberi nama berdasarkan lokasi penemuannya, yaitu prasasti Ciaruteun, prasasti Pasir Koleangkak, prasasti Kebonkopi, prasasti Tugu, prasasti Pasir Awi, prasasti Muara Cianten, dan prasasti Cidanghiang. Prasasti menyebutkan nama raja yang berkuasa adalah Purnawarman.

6. Kerajaan Kutai

6.1. kerajaan kutai merupakan kerajaan bercorak hindu di Nusantara yang memiliki bukti sejarah tertua berupa yupa dan berdiri sekitar abad ke 4. pusat kerajaan ini terletak di Muara Kaman yang saat ini merupakan sebuah kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara, provinsi Kalimantan Timur. Raja pertamanya bernama Kudungga kemudian Raja keduanya bernama Asmawarman barulah setelah itu Mulawarman. pada saat pemerintahan inilah, kerajaan kutai mengalami puncak kejayaan. Kerajaan Kutai Martapura berakhir saat rajanya yang bernama Maharaja Dermasatia terbunuh dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kertanegara ke-8, Pangeran Sinum Panji Mendapa. Kutai Kertanegara inilah, pada tahun 1365, yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama. Sejak tahun 1735 kerajaan Kutai Kertanegara yang semula rajanya bergelar Pangeran berubah menjadi bergelar Sultan dan hingga sekarang disebut Kesultanan Kutai Kertanegara.

7. Kerajaan Kediri

7.1. Kerajaan Kediri atau Pandjalu adalah salah satu kerajaan Hindu di Jawa, yang tumbuh sekitar abad ke-11 Masehi. Kerajaan ini berdiri setelah penguasa terakhir Kerajaan Mataram Kuno/Medang yaitu Dharmawangsa Airlangga membagi kekuasaannya untuk kedua anaknya. Kerajaan Airlangga dibagi menjadi Janggala di sebelah timur-utara, dan Pandjalu atau Kediri di sebelah barat-selatan. Raja pertama dari Kerajaan Kediri adalah Sri Samarawijaya, yang merupakan putra Airlangga. Samarawijaya memperoleh kekuasaan Pandjalu dengan ibukota di Daha, sementara Mapanji Garasakan memimpin Janggala di Kahuripan.

8. Kerajaan Majapahit

8.1. Kemaharajaan Majapahit adalah sebuah kerajaan yang berpusat di Jawa Timur, Indonesia, yang pernah berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1527 M. Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya menjadi kemaharajaan raya yang menguasai wilayah yang luas di Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, yang berkuasa dari tahun 1350 hingga 1389. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia.[2] Menurut Negarakertagama, kekuasaannya terbentang dari Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur, meskipun wilayah kekuasaannya masih diperdebatkan.