DINAMIKA PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
DINAMIKA PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA by Mind Map: DINAMIKA PERAN INDONESIA DALAM PERDAMAIAN DUNIA

1. Pengertian Hubungan Internasional

1.1. Hubungan internasional adalah ilmu yang mempelajari hubungan antar negara, termasuk peran sejumlah negara, organisasi antarpemerintah, organisasi non pemerintah internasional, organisasi non pemerintah, dan perusahaan multinasional.

2. Pentingnya Hubungan Internasional

2.1. Faktor Internal

2.1.1. terancamnya kekuasaan kelangsungan hidup kedepannya, baik melalui kudeta maupun intervensi lain.

2.2. Faktor Eksternal

2.2.1. ketentuan hukum alam yang tidak dapat dipungkiri bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan atau kerja sama dengan negara lain. Ketergantungan tersebut terutama dalam upaya memecahkan masalah ekonomi, hukum, politik, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan.

3. Tujuan Hubungan Internasional

3.1. Menciptakan sebuah keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat di dunia.

3.2. Menjalin sebuah hubungan internasional antar negara yang bersangkutan untuk bisa menjalin sebuah kerjasama di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya.

4. Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia Melalui Organisasi Internasional

4.1. Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB)

4.1.1. Indonesia bergabung dalam PBB tanggal 28 September 1950 dengan suara bulat dari para negara

4.1.2. Salah satu prestasi Indonesia di PBB adalah saat menteri luar negeri Adam Malik menjabat sebagai ketua sidang Majelis umum PBB untuk masa sidang tahun 1974.

4.2. ASEAN

4.2.1. ASEAN dibentuk tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand oleh lima negara pendiri, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand

4.2.2. Indonesia sering menjadi tuan rumah dalam acara-acara penting ASEAN diantaranya adalah KTT ASEAN pertama, KTT ASEAN ke-9 dan lain sebagainya.

4.3. Gerakan Non Blok (GNB)

4.3.1. Indonesia sempat memimpin Gerakan Non-Blok. Dari 1992 hingga 1995, Presiden Soeharto menjabat Ketua Gerakan Non-Blok.

4.3.2. Bagi Soekarno, Gerakan Non-Blok sesuai dengan Politik Bebas Aktif, kebijakan luar negeri yang diterapkan Indonesia.