Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Dasar-dasar Investasi by Mind Map: Dasar-dasar Investasi

1. Pengertian Investasi

1.1. Menurut Jones (2014), investasi adalah komitmen pendanaan ke dalam satu atau lebih aset yang dipegang untuk beberapa periode waktu mendatang

1.2. Menurut Hartono (2017), investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aset produktif selama periode waktu trertentu

2. Cara Melakukan Investasi

2.1. Investasi Langsung

2.1.1. Investor langsung membeli aset keuangan langsung di pasar uang, pasar modal dan pasar turunan tanpa harus melalui perusahaan investasi

2.2. Investasi Tidak Langsung

2.2.1. Investor langsung membeli aset keuangan tidak langsung di pasar uang, pasar modal dan pasar turunan melalui perusahaan investasi.

2.2.2. Investor memilih melakukan invetasi tidak langsung karena beberapa hal, seperti keterbatasan waktu yang dimiliki oleh investor, keahlian membuah portofolio yang tidak dimiliki oleh investor, dan dana terbatas yang dimiliki oleh investor.

3. Aset-Aset Investasi

3.1. Aset Pasar Uang

3.1.1. Aset keuangan yang tidak dapat diperjual-belikan

3.1.1.1. Aset ini dapat berupa tabungan di bank atau sertifikat deposito

3.1.2. Aset keuangan yang dapat diperjualbelikan

3.1.2.1. Aset ini biasanya diterbitkan oleh pemerintah, bank sentral dan juga perusahaan keuangan di pasar uang

3.1.2.2. Risikonya kecil dan jatuh tempo pada waktu yang pendek dengan tingkat cair yang tinggi

3.2. Aset Pasar Modal

3.2.1. Pasar Modal sifatnya investasi jangka panjang, berupa surat berharga pendapatan tetap dan saham-saham

3.2.2. Bentuk aset pasar modal adalah obligasi, sekuritas usaha, saham preferen dan saham biasa

3.3. Aset Pasar Turunan

3.3.1. Aset yang dijual di pasar turunan disebut dengan sekuritas turunan. Aset turunan ini nilainya diderivasi dari nilai aset yang didasarinya.

3.3.2. Jenis aset pasar turunan adalah opsi, waran, leaps dan fututure

4. Tempat Transasaksi Investasi

4.1. Pasar Primer

4.1.1. Pasar primer adalah pasar tempat emiten pertama kali menawarkan sahamnya atau menambah jumlah saham yang telah beredar di publik.

4.1.2. Jika Emiten (perusahaan yang melakukan emisi saham atau penjualan saham) menjual sahamnya pertama kali di pasar primer maka disebut dengan penawaran perdana publik (initial public offering) atau IPO

4.1.3. Emiten yang melakukan IPO tidak dapat menjual sahamnya langsung ke investor, tetapi harus lewat barkit investasi.

4.2. Pasar Sekunder

4.2.1. Sekuritas baru yang telah dijual di pasar primer melalui barkir investasi, sekuritas tersebut diperdangkan untuk publik pasar sekunder (secondary market) bersama-sama dengan sekuritas-sekuritas perusahaan lain yang telah berada di pasar tersebut.

4.2.2. Pasar Sekunder dapat berupa Over The Counter (OTC) dan Bursa Efek (Stock Exchange)

4.2.3. Dua cara melakukan pembayaran pembelian sekuritas, yaitu dengan rekening kas atau dengan rekening margin