Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan by Mind Map: Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan

1. Struktur Benih

1.1. Embrio

1.1.1. Epikotil

1.1.2. Hipokotil

1.1.3. Kotiledon

1.1.4. Radikula

1.2. Jaringan penyimpan cadangan makanan

1.2.1. Kotiledon

1.2.2. Endosperm

1.2.3. Perisperm

1.2.4. Gametophytic

1.3. Jenis benih

1.3.1. Monokotil

1.3.2. Dikotil

2. Mekanisme Kerja Benih

2.1. Perkecambahan

2.1.1. Hipogeal

2.1.2. Epigeal

2.2. Faktor luar

2.2.1. Air

2.2.2. Temperatur

2.2.3. Oksigen

2.2.4. Media

2.3. Faktor dalam

2.3.1. Gen

2.3.2. Tingkat kemasakan benih

2.3.3. Hormon

2.3.4. Ukuran

2.3.5. Kekerasan biji

3. Penyebaran Tumbuhan

3.1. Sebaran luas

3.2. Sebaran terbatas

3.2.1. Faktor pembatas

3.3. Pola penyebaran

3.3.1. Acak

3.3.2. Mengelompok

3.3.3. Teratur

4. Pertumbuhan Tanaman

4.1. Sekunder

4.1.1. Menebal dihasilkan oleh meristem lateral terjadi di batang dan akar

4.1.2. Kambium vaskular

4.1.3. Kambium gabus

4.1.3.1. Feloderm

4.1.3.2. Periderm

4.1.4. Trakeid

4.1.5. Gubal

4.2. Primer

4.2.1. Pertumbuhan primer akar

4.2.1.1. Epidermis

4.2.1.2. Jaringan dasar

4.2.1.3. Jaringan vaskular

4.2.1.4. Stele

4.2.1.5. Xilem

4.2.1.6. Floem

4.2.2. Pertumbuhan primer tunas

4.2.2.1. Meristem apikal tunas

4.2.2.2. Kuncup aksilaris

4.2.2.3. Primordia daun

4.2.3. Jaringan pada batang

4.2.3.1. Epidermis menutuoi batang untuk dermis lanjutan

4.2.3.2. Berkas vaskular menyatu silinder vaskular akar

4.2.3.3. Sel kolenkim

4.2.3.4. Sel sklerenkim

4.2.4. Jaringan pada daun

4.2.4.1. Mesofil

4.2.4.1.1. Palisade

4.2.4.1.2. Spons

4.2.4.2. Jaringan vaskular daun

5. Sifat Mekanisme Kerja Fungsi Hormon

5.1. Zat pengatur tumbuhan

5.2. Inhibitor

5.3. Hormon auksin

5.3.1. Sifat hormon

5.3.1.1. Ditrasnpor secara polar

5.3.1.1.1. Basipetal

5.3.1.1.2. Akropetal

5.3.1.2. Pergerakan lambat

5.3.1.3. Perlu energi ATP dan O2

5.3.2. Terletak pada meristem apikal tunas, daun yang masih muda, dan embrio yang terdapat biji

5.3.3. Ditranslokasikan ke semua bagian tanaman

5.3.4. Disintesis di meristem apikal tunas

5.3.5. Hasil sintesis diangkut dari apikal ke tempat pemanjangan sel

5.3.6. Fungsi hormon

5.3.6.1. Merangsang perpanjangan sel

5.3.6.2. Merangsang pembentukan bunga dan buah

5.3.6.3. Merangsang pemanjangan titik buah

5.3.6.4. Merangsang pembentukan akar lateral

5.3.6.5. Merangsang diferensiasi

5.3.6.6. Mempengaruhi pembengkokan batang

5.4. Hormon sitokinin

5.4.1. Terletak pada embrio, akar, dan buah

5.4.2. Sifatnya kaya C dan H2

5.4.3. Disintesis di akar dan ditranslokasikan ke pucuk

5.4.4. Transportasi melalui xilem dan floem

5.4.5. Fungsi hormon

5.4.5.1. Mengatur pembentukan bunga dan buah

5.4.5.2. Membantu pertumbuhan akar

5.4.5.3. Memperkecil dominansi apikal

5.4.5.4. Merangsang pembelahan sel

5.5. Hormon giberelin

5.5.1. Pemberian hormon dalam konsentrasi tinggi mengalami gigantisme

5.5.2. Sifat hormon

5.5.2.1. Berbentuk kristal

5.5.2.2. Mudah larut dalam metanol, etanol, dan aseton

5.5.2.3. Sedikit larut air dan larut sebagian dalam etil asetat

5.5.3. Fungsi hormon

5.5.3.1. Memengaruhi perkembangan embrio dan kecambah

5.5.3.2. Menghambat pembentukan biji

5.5.3.3. Memengaruhi pemanjangan batang

5.5.3.4. Memengaruhi pertumbuhan perkembangan akar, daun, bunga

5.5.4. Terletak pada meristem apikal tunas ujung dan akar, embrio, dan daun muda

5.5.5. Disintesis oleh tanaman di semua jaringan yang sedang mengalami pertumbuhan dan diferensiasi

5.5.6. Biji dan buah yang sedang berkembang diangkut melalui jaringa pembuluh floem dan xilem

5.5.7. Memacu pemanjangan sel

5.5.7.1. Meningkatkan kadar auksin

5.5.7.2. Merangsang pembentukan enzim α amilase dalam hidrolisis pati

5.6. Hormon etilen

5.6.1. Sifat hormon

5.6.1.1. Mudah dilacak oleh kromatografi

5.6.1.2. Laju produksi dapat meningkat saat mulai dirangsang

5.6.1.3. Gas volatil

5.6.1.4. Diproduksi di dalam tanah

5.6.2. Fungsi hormon

5.6.2.1. Mempercepat pematangan buah

5.6.2.2. Pertumbuhan batang menjadi tebal dan kokohl

5.6.2.3. Mendukung tumbuh bulu akar

5.6.2.4. Induksi sel kamin betina bunga

5.6.2.5. Merangsang pemekaran bunga

5.6.2.6. Pembentukan akar adventif

5.6.3. Terletak pada buku-buku pada batang dan daun yang mengalami penuaan dan buah masak

5.6.4. Sel yang sudah tercukupi ACC ditranslokasikan ke sel yang bersangkutan

5.6.5. Enzim ACC peningkatan kematangan buah

5.6.6. Kematang buah menyebabkan perubahan aktivitas kerja enzim dalam memecah pati, akumulasi gula dan hilangnya asam organik

5.7. Hormon asam absisat

5.7.1. Fungsi hormon

5.7.1.1. Menghambat pertumbuhan tanaman

5.7.1.2. Merangsang stomata untuk tertutup pada cekaman air

5.7.2. Sifat hormon

5.7.2.1. Berperan dalam absisi

5.7.3. Terletak di daun, batang, akar, dan buah yang berwarna hijau

5.7.4. Pengangkutan menuju ke daun tepatnya dalam penutup stomata

5.7.5. Dekonsentrasi terjadi di daun akibat perbedaan kegaraman yang signifikan

5.7.6. Asam absisat dibawa oleh xilem dan floem dimanfaatkan oleh daun muda

5.7.7. Daun tua penghasil asam absisat yang diangkut ke luar daun