HUKUM ACARA PIDANA

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
HUKUM ACARA PIDANA by Mind Map: HUKUM ACARA PIDANA

1. FUNGSI HUKUM ACARA PIDANA

1.1. 1.Mencari dan Menemukan Kebenaran.

1.2. 2.Pengambilan putusan oleh Hakim.

1.3. 3.Pelaksanaan daripada putusan yang telah diambil.

2. ASAS HUKUM ACARA PIDANA

2.1. 1. Peradilan dilakukan “DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

2.2. 2. Asas Persamaan di depan Hukum Asas legalitas

2.3. 3. Tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, krn alat pembuktian yg sah menurut UU, mendapat keyakinan bhw seseorang yg dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya

2.4. 4. Asas Perintah Tertulis dari yang Berwenang, Asas Praduga Tak Bersalah Asas Pemberian Ganti Rugi dan Rehabilitasi atas salah tangkap, salah tahan dan salah tuntut, mengadili tanpa alasan berdasarkan UU atau kekeliruan mengenai orangnya

2.5. 5. Asas peradilan dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan

2.6. 6. Asas memperoleh bantuan hukum seluas-luasnya

2.7. 7. Asas wajib diberitahu dakwaan dan dasar hukum dakwaan, serta hak-haknya termasuk hak menghubungi dan meminta bantuan penasihat hukum.

2.8. 8. Asas hadirnya terdakwa, artinya pengadilan memeriksa, mengadili, dan memutus perkara pidana dengan hadirnya terdakwa

2.9. 9. Asas pemeriksaan terbuka untuk umum

2.10. 10. Asas pembacaan putusan

2.11. 11. Asas pemeriksaan Hakim yang langsung dan lisan,

2.12. 12. Asas putusan harus disertai alasan-alasan

2.13. 13. Asas tidak seorang pun dapat dijatuhi pidana, kecuali apabila pengadilan, karena alat pembuktian yang sah menurut undang-undang, mendapat keyakinan bahwa seseorang yang dianggap dapat bertanggung jawab, telah bersalah atas perbuatan yang didakwakan atas dirinya

2.14. 14. Asas pengadilan wajib memeriksa, mengadili dan memutus perkara

2.15. 18. Asas pengawasan pelaksanaan putusan

3. Awal Proses Peradilan Pidana

3.1. a.Tertangkap Tangan

3.2. b.Laporan

3.3. c.Pengaduan

3.4. d.Penyelidikan

3.5. e.Penyidikan

3.6. f. Pra Penuntutan

3.7. g. Penuntutan

3.8. h.Surat Dakwaan

4. Upaya Paksa dalam Hukum Pidana

4.1. a) Penangkapan

4.2. b) Penahanan

4.3. c) Penggeledahan

4.4. d) Penyitaan

5. Acara Pemeriksaan Perkara Pidana di Pengadilan

5.1. 1Pemeriksaan Identitas Terdakwa

5.2. 2 Pembacaan Dakwaan

5.3. 3Eksepsi (Nota Keberatan)

5.4. 4 Pembuktian

5.5. 5. Acara Pemeriksaan Perkara Pidana di Pengadilan

5.6. 6 Pembacaan Surat Tuntutan (Requisitoir)

5.7. 7 Pembelaan (Pledoi)

5.8. 8 Replik / Duplik (Jawab Menjawab)

5.9. 9.Putusan Hakim

6. ALAT BUKTI

6.1. Keterangan Saksi

6.2. Keterangan Ahli

6.3. Surat

6.4. Petunjuk

6.5. Keterangan Terdakwa

7. BARANG BUKTI

7.1. barang yang merupakan objek peristiwa pidana;

7.2. barang yang merupakan produk peristiwa pidana;

7.3. barang yang dipergunakan sebagai alat pelaksanaan peristiwa pidana;

7.4. barang-barang yang terkait di dalam peristiwa pidana.