Get Started. It's Free
or sign up with your email address
TAUHID by Mind Map: TAUHID

1. Tauhid berasal dari kata wahhada-yuwahhidu-tawbidan yang arti harfiyahnya menyatukan,mengesakan, atau mengakui bahwa sesuatu itu satu.

1.1. Makna tauhid yang paling tegas ditunjukkan oleh kalimat tawhid la ilaha illa Allah SWT, yang arti harfiyahnya adalah tidak ada sesembahan (ilah) selain Allah, tetapi makna yang tegas dan tepat adalah tiada sesembahan yang haq melainkan Allah.

2. Tauhid mempunyai kedudukan dan fungsi sentral dalam kehidupan muslim. Bagi seorang muslim tauhid menjadi dasar dalam aqidah, syariat dan akhlak.

2.1. QADA DAN QADAR QS. AL-BAQARAH : 255

2.2. DASAR SYARIAT QS. AL-MAUN : 1-7

2.3. DASAR AKIDAH QS. LUQMAN : 13-14

3. Kalimat Tauhid "La ilaha illa Allah" Dari kalimat tauhid tersebut ada dua prinsip yang harus dipegang oleh seorang mukmin atau muwahhid, sebagai rukun kalimat tawhid, yakni adanya prinsip al-nafyu dan prinsip al- itsbat.

3.1. Al-Nafyu artin ya peniadaan, yakni penegasan tentang tidak adanya sesembahan yang haq selain Allah

3.2. Al-Itsbat artinya penetapan, yakni menegaskan bahwa hanya Allahlah satu-satunya sesembahan yang hak.

4. Syarat-syarat Kalimat Tauhid "La ilaha illa Allah"

4.1. Al-'IIm, yang menatikan al-jahl (kebodohan). Artinya memahami makna dan maksud kalimat tauhid.

4.2. Al-Yagin, yang menafikan al-syak (keraguan) Orang yang mengikrarkan kalimat tauhid harus meyakini kandungan kalimat tersebut.

4.3. Al-Qabul (menerima), yang menafikan al-radd (peno- lakan) Yakni menerima kandungan konsekwensi dari syahadat tauhid yang diucapkan, menyembah Allah semata dan meninggalkan penyembahan kepada yang selainnya.

4.4. Al-Inqiyad (patuh), yang menafikan al-tark (mening- galkan) Yakni tunduk dan patuh kepada makna dan kan- dungan la ilaha illa Allah, yang berarti memusatkan ketundukan dan kepatuhan hanya kepada Allah dan karena-Nya.

4.5. Al-Ikhlas (bersih, suci) yang menafikan syirk dalam amal. Yaitu membersihkan amal dari segala debu-debu syirk, dengan jalan membersihkan niat semata lillih, bebas dari sum'ah (memperdengarkan amal kepada orang lain agar dipuji) dan mya' (memperlihatkan amal kepada orang lain agar dipuji) atau sebab-sebab ke- duniaan lainnya.

4.6. Al-Shidqu (jujur), yang menafikan al-kidzbu (dusta) Yakni orang yang mengucapkan kalimat tauhid dan hatinya membenarkannya. Manakala lisannya meng- ucapkan, tetapi hatinya mendustakan, maka ia adalah munafik dan pendusta agama.

4.7. Mahabbah (kecintaan) yang menafikan baghdla' (kebencian) Yakni cinta kepada mengucapkan kalimat tersebut dan mencintai isi kandungannya, serta mencintai orang-orang yang mengamalkan dan konsekwen terdapat kandungan kalimat tawhid.