Teori Kepribadian

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Teori Kepribadian by Mind Map: Teori Kepribadian

1. Hakikat Kepribadian

1.1. Menurut Para Ahli

1.1.1. Alfred Adler : Gaya hidup individu, atau cara yang karakteristik mereaksinya seseorang terhadap masalah-masalah hidup, termasuk tujuan hidup (Adler

1.1.2. Carl Gustav Jung : Integtrasi dari ego, ketidaksadaran pribadi, dan ketidaksadaran kolektif (Jung

1.1.3. Gordon Allport : Organisasi dinamis di dalam individu terdiri dari psikofisik yang menentukan tingkah laku dan pikirannya secara karakteristik (Allport)

1.1.4. Henry Murray : Kesinambungan bentuk-bentuk dan kekuatan-kekuatan fungsional yang dinyatakan lewat urutan-urutan dari proses-proses yang berkuasa dan terorganisasi, serta tingkah laku lahiriah dari lahir sampai mati

1.1.5. Raymond Cattel : Segala sesuatu yang memungkinkan suatu peramalan dari apa yang akan dilakukan seseorang dalam suatu situasi tertentu

1.2. Secara Umum

1.2.1. Kepribadian bisa disebut dengan sebuah Persona (topeng) yang mana sebuah Keunikan/Ciri khas pada diri setiap orang yang memiliki Suatu pola watak yang relatif permanen (cenderung menetap), dan sebuah karakter unik yang memberikan konsistensi sekaligus individualitas bagi perilaku seseorang.

2. Tujuan

2.1. 1. Meningkatkan Kemampuan dalam Berkomunikasi Komunikasi yang baik merupakan komponen penting bagi lo dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Dari situ, tentu dibutuhkan pemahaman yang baik guna menjaga hubungan itu. Nah, melalui ilmu psikologi, lo bisa belajar untuk memahami orang lain lebih baik. Dengan begitu, lo bisa meningkatkan kemampuan komunikasi lo melalui mempelajari ilmu psikologi, Sob!

2.2. 2. Belajar untuk Mengelola Stres yang Baik Seringkali dinamika kehidupan memunculkan perasaan negatif dalam diri lo, seperti misalnya stres. Hal itu tentu dapat membawa dampak negatif bagi lo jika dibiarkan begitu saja. Akan tetapi, perasaan stress juga bisa dimaknai sebagai sesuatu yang positif lho, salah satunya guna meningkatkan motivasi lo dalam mencapai sesuatu. Nah, dengan ilmu psikologi, lo dapat belajar buat gimana cara mengelola stres yang baik, Sob!

2.3. 3. Membantu Mengenal Diri Lebih Baik Seringkali mungkin lo belum betul-betul mengenal siapa diri lo sebenarnya.. Tentu itu merupakan sesuatu yang penting buat lo ketahui. Nah, mempelajari psikologi dapat membantu lo untuk mengenali diri lebih baik, salah satunya dengan mengetahui apa kelebihan serta kekurangan diri lo. Dengan begitu, lo dapat mengenali diri serta membantu lo untuk menjadi pribadi yang lebih baik, Sob!

2.4. 4. Memiliki Ilmu yang Bermanfaat bagi Orang Lain Ada yang mengatakan bahwa “sebaik-baiknya manusia merupakan seseorang yang bermanfaat bagi orang lain”. Nah, mempelajari psikologi dapat memberikan lo ilmu yang bermanfaat bagi orang lain lho! Misalnya, seperti memberi dukungan terhadap teman yang sedang galau akibat patah hati. Maka dari itu, ilmu psikologi dapat menjadikan lo orang yang bermanfaat bagi orang lain, Sob!

2.5. 5. Meningkatkan Kemampuan Ingatan Ada kalanya kesibukan dalam sehari-hari menurunkan kemampuan ingatan lo, sebab banyak hal yang harus lo pikirkan. Mulai dari deadline pekerjaan, rapat dengan atasan, sampai janji untuk bertemu teman.

3. Sejarah Psikologi Kepribadian

3.1. Plato & Aristoteles

3.1.1. Psikologi menemukan ekpresinya dalam filsafat Plato dan Aristoteles yang berusaha memperjelas hakikat manusia dan menggali apa artinya menjadi manusia.

3.2. Wilhelm Wundt

3.2.1. Psikologi modern muncul dari kombinasi dari berbagai gerakan filsafat dan ilmu pengetahuan. Tahun 1879 Laboratorium psikologi pertama di Universitas Leipzig di Jerman Mengungkapkan unsur-unsur dasar dan struktur pikiran sadar Meniru ilmuwan dalam bidang pengetahuan alam yang telah berhasil dalam mengidentifikasi unsur-unsur dasar dunia fisik

3.3. John Watson

3.3.1. Penekanan dari teori yang dikemukakan Wundt pada pengalaman sadar dikritik di tahun 1920-an oleh John Watson (1878-1958) Dikenal sebagai bapak dari behaviorisme Amerika Untuk menjadi ilmu pengetahuan, psikologi harus menekankan studi terhadap perilaku terbuka (terlihat), bukan pada prilaku yang tersembunyi Perilaku terbuka adalah sesuatu yang dapat diamati secara langsung, seperti gerakan tubuh, berbicara, dan menangis Perilaku tersembunyi hanya dapat dialami individu secara langsung seperti pikiran, perasaan, dan keinginan

3.4. Sigmund Freud

3.4.1. Ahli neurologi dan dokter psikiater di Wina Mengajarkan pasiennya untuk menggunakan metode retrospektif, yaitu fenomena yang tidak dapat di laboratorium Teori psikoanalisis dalam kepribadian

4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian

4.1. Faktor Genetik

4.1.1. Pendekatan genetik berpendapat bahwa kepribadian sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik

4.2. Faktor Lingkungan

4.2.1. Hal-hal di lingkungan yang dapat mempengaruhi kepribadian antara lain perubahan hidup, periode awal kelahiran dan pengasuhan, pengaruh dari standar sosial.

4.3. Faktor Belajar

4.3.1. Setiap fase dalam kepribadian yang diwariskan dapat dimodifikasi, dikacaukan, dicegah, ditumbuh-suburkan, melalui proses belajar.

4.4. Faktor Pengasuhan

4.4.1. Freud menekankan faktor pengasuhan sebagai faktor yang sangat berpengaruh pada pembentukan kepribadian anak. Penelitian lain menunjukkan adanya hubungan yang konsisten antara pengalaman awal masa kanak-kanak dan psikopatologi masa dewasa.

4.5. Faktor Perkembangan

4.5.1. masa kanak-kanak merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian. Namun, mereka pun mempercayai bahwa kepribadian akan terus berkembang setelah masa kanak-kanak dan mungkin sepanjang hayat.

4.6. Faktor Kesadaran

4.6.1. Adler menggambarkan manusia sebagai sadar dan rasional untuk membuat perencanaan dan mengarahkan hidup.

4.7. Faktor Ketidaksadaran

4.7.1. Para ahli psikologi menemukan beberapa bukti yang mendukng teori Freud bahwa pemikiran dan memori ditekan ke alam bawah sadar dan represi tersebut beroperasi di level ketidaksadaran

5. T