Perubahan Lingkungan

Comienza Ya. Es Gratis
ó regístrate con tu dirección de correo electrónico
Perubahan Lingkungan por Mind Map: Perubahan Lingkungan

1. Pencemaran udara

1.1. Zat Pencemar

1.1.1. Karbon monoksida (CO)

1.1.1.1. Akibatnya mampu mengikat Hb (hemoglobin) sehingga pasokan O2 ke jaringan tubuh terhambat

1.1.1.2. Rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual, menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur

1.1.1.3. Bila keracunan berat (70 – 80 % Hb dalam darah telah mengikat CO), dapat menyebabkan pingsan dan diikuti dengan kematian

1.1.2. Nitrogen oksida (NOx)

1.1.2.1. Menyebabkan iritasi pada paru-paru, mata dan hidung

1.1.3. CFC (Clorofluorocarbon) atau freon

1.1.3.1. Menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orang-orang berkulit terang, katarak dan melemahnya sistem daya tahan tubuh

1.1.4. Ozon (O3)

1.1.4.1. Menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar dan memperkecil paru-paru

1.1.5. Gas rumah kaca (H2O, CO2, CH4, NO)

1.1.5.1. Pemanasan global

1.1.6. Belerang oksida (SOx)

1.1.6.1. Dapat menyebabkan timbulnya serangan asma

2. Pencemaran tanah

2.1. Langsung

2.1.1. Insektisida (pembunuh serangga)

2.1.2. Fungisida ( pestisida yang secara spesifik membunuh atau menghambat cendawan penyebab penyakit)

2.1.3. Herbisida Pestisida (membunuh tumbuhan pengganggu yang disebut gulma)

2.1.4. DDT (Dikloro difebil trikloroetana)

2.1.5. Pupuk kimia berlebih

2.2. Tidak Langsung

2.2.1. Limbah domestik dan industri yang dibuang ke udara atau air lalu terbawa air hujan ke tanah

2.2.2. plastik, kaca, styrofoam, kaleng dll

3. Pencemaran air

3.1. Paramater (Uji laboratorium untuk mementukan air sudah tercemar/belum)

3.1.1. paramater fisik

3.1.1.1. kandungan zat padat terlarut

3.1.1.2. kekeruhan

3.1.1.3. warna

3.1.1.4. bau

3.1.1.5. suhu

3.1.1.6. pH (derajat keasaman, normal 6,5 - 7,5)

3.1.2. paramater kimia

3.1.2.1. BOD (ukuran kandungan oksigen terlarut yang diperlukan oleh organisme untuk menguraikan bahan organik di dalam air)

3.1.2.2. COD (ukuran kandungan oksigen yang diperlukan agar bahan buangan di dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia biasa, biasa digunakan pada indikator limbah industri)

3.1.2.3. DO (ukuran kandungan oksigen terlarut di dalam air)

3.1.3. paramater biologi

3.1.3.1. jenis mikrorganisme penyebab penyakit

3.1.3.2. jumlah mikrorganisme penyebab penyakit, E. Coli, Vibrio cholera, salmonella typhosa, Entamoeba histolytica)

3.2. Limbah pencemar

3.2.1. domestik (limbah perumahan, perdagangan, perkantoran, hotel, rumah sakit dan temapatumum lainnya)

3.2.2. industri (pabrik)

3.2.3. pertanian (pupuk dan pestisida)

3.2.4. pertambangan (dari area pertambangan, emas, minyak)

4. Pencemaran suara

4.1. kebisingan impulsif (waktu singkat dan mengejutkan)

4.2. kebisingan impulsif kontinu (kebisingan impulsif yang terjadi terus menerus tetapi sepoting-sepotong, ex palu)

4.3. Kebisingan semi kontinu (kebisingan kontinu yang hanya sekejap, hilang dan muncul lagi, ex suara lalu lalang kendaraan)

4.4. Kebisingan kontinu (kebisingan yang datang secara terus menerus dalam waktu cukup lama, ex suara mesin pabrik)