登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
Buddhisme により Mind Map: Buddhisme

1. Vajrayāna / Vajrayana

1.1. Dasar / Pengertian / Filosofi

1.1.1. Istilah

1.1.1.1. Vajrayana

1.1.1.1.1. Vajra: halilintar / intan

1.1.1.1.2. Yana: kendaraan

1.1.1.1.3. Kendaraan yang tidak dapat rusak

1.1.1.2. Tantrayana

1.1.1.3. Mantrayana / Secret Mantra Vehicle / Kendaraan Mantra Rahasia

1.1.1.3.1. Rahasia

1.1.2. Perbedaan

1.1.2.1. Tujuan

1.1.2.1.1. Theravada

1.1.2.1.2. Mahayana

1.1.2.1.3. Vajrayana

1.1.3. Landasan / Pandangan

1.1.3.1. Kendaraan besar

1.1.3.1.1. Tetap merupakan bagian dari Mahayana, tetapi berbeda dalam hal praktik

1.1.3.2. Motivasi bodhicitta

1.1.3.2.1. Keinginan untuk mencapai Kebudhaan, demi manfaat semua makhluk

1.1.3.3. Skillful means / Metode pintar

1.1.3.3.1. Menggunakan banyak metode untuk mengakumulasi pahala & kebijaksanaan menuju pencerahan sempurna

1.1.3.4. Realisasi

1.1.3.4.1. Buddha Nature / Hakikat Kebudhaan / Hakikat Batin

1.1.3.5. Guru

1.1.3.5.1. Hubungan guru dan murid sangatlah penting

1.1.3.5.2. Seorang murid tidak dapat memperoleh pencapaian (siddhi) tanpa guru berkualitas dari silsilah yang jelas

1.1.3.5.3. Berkah dari guru memainkan peran yang sangat penting

1.1.3.5.4. Guru adalah perwujudan Buddha masa sekarang

1.1.3.5.5. Murid harus memandang seorang guru sebagai Buddha

1.1.3.6. Perlindungan

1.1.3.6.1. Outer Refuge / Triratna / Perlindungan Luar

1.1.3.6.2. Inner Refuge / Perlindungan Dalam

1.1.3.6.3. Secret / Rahasia

1.1.3.6.4. Ultimate

1.1.4. Praktik

1.1.4.1. Garis besar

1.1.4.1.1. Ritual

1.1.4.1.2. Visualisasi

1.1.4.1.3. Mantra

1.1.4.1.4. Meditasi

1.1.4.2. Purifikasi obskurasi (pengabur pandangan)

1.1.4.2.1. Purifikasi tubuh

1.1.4.2.2. Purifikasi ucapan (mulut)

1.1.4.2.3. Purifikasi pikiran / batin

1.1.4.3. Tahapan

1.1.4.3.1. Guru Yoga / Pemanggilan guru & silsilah

1.1.4.3.2. Visualisasi ishtadewata

1.1.4.3.3. Melafalkan mantra

1.1.4.3.4. Membangkitkan & mengembangkan bodhicitta

1.1.4.3.5. Diri sebagai ishtadewata

1.1.4.3.6. Meditasi kesunyataan

1.1.4.3.7. Kebanggaan & keyakinan sebagai ishtadewata

1.1.4.4. Realisasi non-dualisme

1.1.4.5. Buddha adalah hakikat batin kita sendiri

1.2. Tripitaka Tibet/ Kanon Buddhis Tibet

1.2.1. Kangyur

1.2.1.1. Kumpulan ajaran Buddha

1.2.2. Tengyur

1.2.2.1. Kumpulan komentar mengenai ajaran Buddha oleh para guru Buddhis

1.3. Sejarah

1.3.1. Tokoh

1.3.1.1. Pemajungné/ Guru Rinpoche / Padmasambhava

1.3.1.1.1. Lahir dari teratai

1.3.1.1.2. Pendiri Tibetan Buddhism

1.3.1.1.3. Dikenal oleh bangsa Tibet sebagai Buddha Kedua

1.3.1.1.4. Pendiri biara universitas pertama, Samye

1.3.1.1.5. Menyembunyikan banyak ajaran berharga rahasia (terma) untuk diungkapkan di masa depan oleh orang yang tepat

1.3.1.2. Yeshe Tsogyal

1.3.1.3. Trisong Deutsen

1.3.1.3.1. 742 - 797

1.3.1.4. Longchen Rabjam Drimé Özer/ Longchenpa

1.3.1.5. Jigme Lingpa

1.3.1.6. Dudjom Lingpa

1.3.1.7. Mipham

1.3.1.8. Tilopa

1.3.1.8.1. 988 - 1069

1.3.1.8.2. Dipercaya bukanlah manusia biasa

1.3.1.8.3. Menerima ajaran dari Buddha primordial, Vajradhara

1.3.1.9. Naropa

1.3.1.9.1. Murid Tilopa

1.3.1.9.2. Mensistematisasi semua ajaran Tilopa menjadi "Six Yoga Naropa"

1.3.1.9.3. Six Yogas of Naropa / Six Dharmas of Naropa

1.3.1.10. Marpa

1.3.1.11. Milarepa

1.3.1.11.1. 1040 - 1123

1.3.1.11.2. Dukun aliran Bon yang membunuh penduduk sebuah desa

1.3.1.11.3. Murid Marpa

1.3.1.12. Gampopa

1.3.1.12.1. 1079 - 1153

1.3.1.12.2. Murid Milarepa

1.3.1.12.3. Membuat buku The Jewel Ornament of Liberation

1.3.1.13. Phagmodrupa Dorje Gyalpo

1.3.1.13.1. 1110 - 1170

1.3.1.13.2. Murid Gampopa

1.3.1.14. Kyobpa Jikten Sumgön / Kyobpa Jikten Sumgon

1.3.1.14.1. 1143 - 1217

1.3.1.14.2. Murid Phagmodrupa

1.3.1.14.3. Pendiri Drikung Kagyu

1.3.1.14.4. Mendirikan Biara Drikung Thil di Tibet Tengah

1.3.1.14.5. Ajarannya yang terkenal adalah Gong Chig (Single Viewpoint)

1.3.1.15. Rechungpa

1.3.1.16. Patrul Rinpoche

1.3.1.17. Dharmakīrti Dharmakirti

1.3.1.18. Chandrakirti

1.3.1.19. Atīśa / Atisa

1.3.1.20. Düsum Khyenpa / Dusum Khyenpa

1.3.1.20.1. 1110 - 1193

1.3.1.20.2. Murid Gampopa

1.3.1.20.3. Pendiri Karma Kagyu

1.3.1.20.4. Gelar: Karmapa

1.3.1.20.5. Telah diprediksi oleh Buddha dan Guru Rinpoche

1.3.1.20.6. Para dakini memberikan 'Mahkota Vajra' yang ditenun dari rambut mereka

1.3.1.20.7. Inkarnasi Karmapa kedua dianggap sebagai tulku pertama di Tibet

1.3.1.21. Khon Könchok Gyalpo / Khon Konchok Gyalpo

1.3.1.22. Sachen Kunga Nyingpo

1.3.1.22.1. 1092 - 1158

1.3.1.22.2. Anak laki-laki Khon Konchok Gyalpo

1.3.1.22.3. Pemegang takhta Sakya pertama

1.3.1.22.4. Ajaran

1.3.1.23. Sonam Tsemo

1.3.1.23.1. Kepala Sakya keempat

1.3.1.24. Dakpa Gyaltsen

1.3.1.24.1. Kepala Sakya kelima

1.3.1.25. Sakya Pandita

1.3.1.25.1. Kepala Sakya keenam

1.3.1.25.2. Menyebarkan Sakya hingga ke Mongolia

1.3.1.26. Chogyal Phakpa

1.3.1.26.1. Kepala Sakya ketujuh

1.3.1.27. Jamgön Kongtrul Lodrö Tayé / Jamgon Kongtrul Lodro Taye

1.3.1.27.1. 1813 - 1899

1.3.1.27.2. The Five Great Treasures

1.3.1.28. Mahasiddha

1.3.1.28.1. Seseorang yang sudah mempunyai siddhi kesempurnaan

1.3.1.28.2. 84

1.3.1.28.3. Tibetan

1.3.2. Tempat

1.4. Yana

1.4.1. 9

1.4.1.1. Sutrayana / Jalur Perenungan

1.4.1.1.1. 3

1.4.1.2. Tantrayana Vajrayana

1.4.1.2.1. 6

1.5. Sekolah / Tradisi / Aliran

1.5.1. Nyingma

1.5.1.1. Disebut juga

1.5.1.1.1. Sisilah Terma

1.5.1.1.2. Aliran terjemahan lama

1.5.1.2. Pendiri

1.5.1.2.1. Padmasambhava

1.5.1.3. Silsilah

1.5.1.4. Enam Biara Utama

1.5.1.4.1. Katok Monastery / Biara Katok

1.5.1.4.2. Dorje Drak Monastery / Biara Dorje Drak

1.5.1.4.3. Mindroling Monastery / Biara Mindroling

1.5.1.4.4. Palyul Monastery / Biara Palyul

1.5.1.4.5. Dzogchen Monastery / Biara Dzogchen

1.5.1.4.6. Shechen Monastery / Biara Shechen

1.5.2. Kagyu

1.5.2.1. Silsilah

1.5.2.1.1. Vajradhara Tilopa Naropa Marpa Milarepa Gampopa

1.5.2.2. Aliran

1.5.2.2.1. Besar

1.5.2.2.2. Kecil

1.5.3. Sakya

1.5.3.1. Tahun

1.5.3.1.1. 1073

1.5.3.2. Pendiri

1.5.3.2.1. Sachen Kunga Nyingpo

1.5.3.2.2. Sonam Tsenmo

1.5.3.2.3. Dragpa Gyaltsen

1.5.3.2.4. Sakya Pandita

1.5.3.2.5. Chogyal Phagpa

1.5.3.3. Silsilah

1.5.3.3.1. Tradisi silsilah berhubungan dengan keluarga Khon, yang menurut sejarahnya merupakan makhluk dengan pencapaian tinggi

1.5.3.3.2. Virupa (mahasiddha) Gayadhara Drokmi Lotsawa Shakya Yeshe Khon Könchok Gyalpo

1.5.3.4. Pemimpin takhta

1.5.3.4.1. Gelar: His Holiness the Sakya Trizin

1.5.3.4.2. Saat ini: His Holiness the 43rd Kyabgon Gongma Trizin (Gyana Vajra Rinpoche)

1.5.3.4.3. Menggunakan jalur keturunan, bukan jalur reinkarnasi

1.5.4. Gelug

1.5.5. Kadam

1.5.6. Jonang

1.5.7. Rimé / Rime

1.5.7.1. Gerakan non-sektarian

1.6. Pañcakula / Lima Buddha Kebijaksanaan / Five Dhyani Buddha / Lima Keluarga Buddha

1.6.1. Aspek keseluruhan akan dharmakaya

1.6.2. Terdapat dalam Sutra Shurangama

1.6.3. 5

1.6.3.1. Tathāgatakula / Buddha

1.6.3.1.1. Buddha Vairochana

1.6.3.1.2. Arah: tengah

1.6.3.1.3. Kotoran batin: delusi

1.6.3.1.4. Simbol: roda berjari delapan

1.6.3.2. Vajrakula / Vajra

1.6.3.2.1. Buddha Vajrasattva-Akshobhya

1.6.3.2.2. Arah: timur

1.6.3.2.3. Kotoran batin: kemarahan

1.6.3.2.4. Simbol: vajra

1.6.3.3. Ratnakula / Ratna

1.6.3.3.1. Buddha Ratnasambhava

1.6.3.3.2. Arah: selatan

1.6.3.3.3. Kotoran batin: kesombongan

1.6.3.3.4. Simbol: perhiasan

1.6.3.4. Padmakula / Padma

1.6.3.4.1. Buddha Amitabha

1.6.3.4.2. Arah: barat

1.6.3.4.3. Kotoran batin: hasrat

1.6.3.4.4. Simbol: teratai

1.6.3.5. Karmakula / Karma

1.6.3.5.1. Buddha Amoghasiddhi

1.6.3.5.2. Arah: utara

1.6.3.5.3. Kotoran batin: kecemburuan

1.6.3.5.4. Simbol: double vajra

1.7. Trikaya / Three Kayas / Three Bodies / Tiga Tubuh Pencerahan

1.7.1. Dharmakāya / Dharmakaya

1.7.1.1. Tubuh kebenaran atau absolut

1.7.2. Saṃbhogakāya / Sambhogakaya

1.7.2.1. Tubuh kenikmatan

1.7.2.2. Bentuk tubuh Buddha yang muncul kepada Bodhisattva

1.7.2.3. Dihiasi berbagai tanda mayor dan minor, serta perhiasan-perhiasan

1.7.3. Nirmāṇakāya / Nirmanakaya

1.7.3.1. Bentuk tubuh Buddha yang muncul di dunia untuk mengajarkan dharma menuju pencerahan

1.7.3.2. Bentuk fisik

1.7.3.3. Bentuk emanasi

2. Theravāda / Theravada

2.1. Dhammacakkhapavathana Sutta

2.1.1. Sutta berisi khotbah pertama yang dibabarkan oleh Buddha Gautama setelah mencapai Pencerahan Sempurna kepada lima orang petapa di Taman Rusa di Isipatana pada hari purnama bulan Āsāḷha, tahun 588 SM

2.1.2. Pengetahuan sempurna

2.1.2.1. Cakkhu-udapādi / Cakkhu udapadi

2.1.2.1.1. TImbullah mata kebijaksanaan

2.1.2.2. Ñānam-udapadi / Nanam udapadi

2.1.2.2.1. Timbullah pengetahuan

2.1.2.3. Paññā-udapādi / Panna udapadi

2.1.2.3.1. Timbullah kebijaksanaan

2.1.2.4. Vijjā-udapādi / Vijja udapadi

2.1.2.4.1. Timbullah pengetahuan

2.1.2.5. Aloko-udapādi / Aloko udapadi

2.1.2.5.1. Timbullah sinar terang

2.2. Cattāri Ariya Saccāni / Cattari Ariya Saccani / Empat Kebenaran Mulia

2.2.1. 4

2.2.1.1. Dukkha / Kebenaran tentang adanya dukkha

2.2.1.1.1. Dukkha

2.2.1.1.2. Level dukkha

2.2.1.1.3. Tiga tahap pengembangan kebenaran tentang adanya dukkha

2.2.1.2. Dukkha Samudaya / Kebenaran tentang sebab dukkha

2.2.1.2.1. Taṇhā Tanha Nafsu keinginan rendah

2.2.1.2.2. Avijjā Avijja Kebodohan batin

2.2.1.2.3. Tiga tahap pengembangan kebenaran tentang sebab dukkha

2.2.1.3. Dukkha Niroda / Kebenaran tentang lenyapnya dukkha

2.2.1.3.1. Nibbana

2.2.1.3.2. Tiga tahap pengembangan kebenaran tentang lenyapnya dukkha

2.2.1.4. Dukkha Nirodha Gamini Patipada Magga / Kebenaran tentang jalan mulia beruas delapan menuju akhir dukkha

2.2.1.4.1. Ariya Aṭṭhaṅgika Magga / Ariya Atthangika Magga / Jalan Mulia Beruas Delapan

2.2.1.4.2. Tiga tahap pengembangan kebenaran tentang jalan mulia beruas delapan menuju akhir dukkha

2.2.2. Dua belas ciri pandangan

2.2.2.1. Kebenaran mulia tentang adanya dukkha

2.2.2.1.1. Ini adalah kebenaran mulia tentang dukkha

2.2.2.1.2. Kebenaran mulia tentang dukkha patut dipahami

2.2.2.1.3. Kebenaran mulia tentang dukkha telah dipahami

2.2.2.2. Kebenaran mulia tentang asal mula dukkha

2.2.2.2.1. Ini adalah kebenaran mulia tentang asal mula dukkha

2.2.2.2.2. Kebenaran mulia tentang asal mula dukkha patut dihindari

2.2.2.2.3. Kebenaran mulia tentang asal mula dukkha telah dihindari

2.2.2.3. Kebenaran mulia tentang musnahnya dukkha

2.2.2.3.1. Ini adalah kebenaran mulia tentang musnahnya dukkha

2.2.2.3.2. Kebenaran mulia tentang musnahnya dukkha patut dicapai

2.2.2.3.3. Kebenaran mulia tentang musnahnya dukkha telah dicapai

2.2.2.4. Kebenaran mulia tentang jalan menuju musnahnya dukkha

2.2.2.4.1. Ini adalah kebenaran mulia tentang jalan menuju musnahnya dukkha

2.2.2.4.2. Kebenaran mulia tentang jalan menuju musnahnya dukkha patut dikembangkan

2.2.2.4.3. Kebenaran mulia tentang jalan menuju musnahnya dukkha telah dikembangkan

2.3. Ariya Aṭṭhaṅgika Magga / Ariya Atthangika Magga / Jalan Mulia Beruas Delapan

2.3.1. Pañña / Panna / Kebijaksanaan

2.3.1.1. 2

2.3.1.1.1. Sammä-ditthi / Samma ditthi / Pengertian benar

2.3.1.1.2. Sammä-sankappa / Samma sankappa / Pikiran benar

2.3.2. Sīla / Sila / Moralitas

2.3.2.1. 3

2.3.2.1.1. Sammä-väcä/ Samma vaca / Ucapan benar

2.3.2.1.2. Sammä-kammanta / Samma kammanta / Perbuatan benar

2.3.2.1.3. Sammä-ajiva / Samma ajiva / Mata pencaharian benar

2.3.3. Samädhi / Samadhi / Konsentrasi

2.3.3.1. 3

2.3.3.1.1. Sammä-väyäma / Samma vayama / Daya upaya benar

2.3.3.1.2. Sammä-sati / Samma sati / Perhatian benar

2.3.3.1.3. Sammä-samädhi / Samma samadhi / Konsentrasi benar

2.4. Tipitaka

2.4.1. Vinaya Pitaka

2.4.1.1. Kumpulan aturan bhikkhu

2.4.1.2. 3

2.4.1.2.1. Sutta Vibhanga

2.4.1.2.2. Khandhaka

2.4.1.2.3. Parivara

2.4.1.3. 5

2.4.1.3.1. Pārājika / Parajika

2.4.1.3.2. Pācittiya / Pacittiya

2.4.1.3.3. Mahāvagga / Mahavagga

2.4.1.3.4. Cūḷavagga / Culavagga

2.4.1.3.5. Parivāra / Parivara

2.4.2. Sutta Pitaka

2.4.2.1. Kumpulan ceramah Buddha

2.4.2.2. 5

2.4.2.2.1. Dīgha Nikāya / Digha Nikaya

2.4.2.2.2. Majjhima Nikāya / Majjhima Nikaya

2.4.2.2.3. Saṃyutta Nikāya / Samyutta Nikaya

2.4.2.2.4. Aṅguttara Nikāya / Anguttara Nikaya

2.4.2.2.5. Khuddaka Nikāya / Khuddaka Nikaya

2.4.3. Abhidhamma Pitaka

2.4.3.1. Makhluk Hidup

2.4.3.1.1. Rūpa & Nāma Jasmani & Batin

2.4.3.1.2. Phassa Kontak

2.4.3.2. Rupa

2.4.3.2.1. Nippana-rupa 18 Rupa nyata / Vipassana

2.4.3.2.2. Anippana-rupa 10 Rupa tidak nyata

2.4.3.2.3. Rupa-samudesa Membahas materi secara terperinci

2.4.3.2.4. Rûpa-vibhaṅga 2 Rupa-vibhanga Membahas rupa secara klarifikasi

2.4.3.2.5. Rupa 28

2.4.3.3. Bhumi 31

2.4.3.3.1. Kama-bhumi 11

2.4.3.3.2. Rupa-bhumi 16

2.4.3.3.3. Arupa-bhumi 4

2.4.3.3.4. Lokuttara

2.4.3.4. Citta

2.4.3.4.1. Kamawacara-citta 54

2.4.3.4.2. Mahagata-citta 27

2.4.3.4.3. Lokuttara-citta 8-40

2.4.3.5. Bab 3

2.4.3.5.1. Pakinnaka sangaha Serba-serbi

2.4.3.6. 7

2.4.3.6.1. Dhammasaṅgaṇī/ Dhammasangani

2.4.3.6.2. Vibhaṅga / Vibhanga

2.4.3.6.3. Dhātukathā/ Dhatukatha

2.4.3.6.4. Puggalapaññatti / Puggalapannatti

2.4.3.6.5. Kathāvatthu / Kathavatthu

2.4.3.6.6. Yamaka

2.4.3.6.7. Paṭṭhāna / Patthana

2.5. Paṭiccasamuppāda / Paticcasamuppada

2.5.1. 12 Sebab-musabab

2.6. Sejarah

2.6.1. Tokoh

2.6.1.1. Buddha

2.6.1.1.1. 4

2.6.1.1.2. Buddha lain

2.6.1.2. Bodhisatta / Bodhisattva / Calon Buddha

2.6.1.2.1. 3

2.6.1.2.2. Contoh

2.6.1.3. Keluarga

2.6.1.3.1. Raja Suddhodana

2.6.1.3.2. Ratu Mahamayadevi

2.6.1.3.3. Ratu Mahapajapati Gotami

2.6.1.3.4. Putri Yasodhara

2.6.1.3.5. Rahula

2.6.1.4. Murid

2.6.1.4.1. Panca Vagiya / 5 Petapa / 5 Siswa Pertama / 5 Bhikkhu Pertama /

2.6.1.4.2. Ananda

2.6.1.4.3. Sariputta

2.6.1.4.4. Moggallana

2.6.1.4.5. Maha Kassapa

2.6.1.4.6. Anuruddha

2.6.1.4.7. Channa

2.6.1.4.8. Subhadda

2.6.1.5. Upasaka & Upasika

2.6.1.5.1. Tapussa

2.6.1.5.2. Bhallika

2.6.1.6. Raja

2.6.1.6.1. Raja Bimbisara

2.6.1.6.2. Raja Suddhodana

2.6.1.6.3. Raja Pasenadi

2.6.1.6.4. Raja Ajātasattu / Raja Ajatasattu

2.6.1.7. Ratu

2.6.1.7.1. Ratu Mahamayadevi

2.6.1.7.2. Ratu Malika

2.6.1.7.3. Ratu Vaidehi

2.6.1.8. Anathapindika

2.6.1.9. Petapa

2.6.1.9.1. Āḷāra Kālāma / Alara Kalama

2.6.1.9.2. Udaka

2.6.1.9.3. Rama

2.6.1.9.4. Asita kaladewa

2.6.1.10. Pangeran Vesantara

2.6.1.11. Sumana Devi

2.6.1.11.1. Bertekad akan mendampingi pertapa Sumedha di setiap momen kehidupannya untuk menyempurnakan parami pertapa Sumedha

2.6.1.12. Ashoka

2.6.2. Tempat

2.6.2.1. Kapilavastu

2.6.2.1.1. Ibukota klan Shakya

2.6.2.1.2. Tempat tinggal Raja Suddhodana dan Ratu Mahamayadevi

2.6.2.2. Lumbinī/ Taman Lumbini

2.6.2.2.1. Terletak di kaki Gunung Himalaya, India bagian utara

2.6.2.2.2. Tempat Siddharta Gautama dilahirkan

2.6.2.3. Bodhgaya / Uruvela

2.6.2.3.1. Tempat petapa Gautama bermeditasi ekstrim menyiksa diri selama 6 tahun

2.6.2.4. Benares Isipatana / Taman Rusa / Sarnath

2.6.2.4.1. Taman rusa tempat Buddha pertama kali mengajarkan Dharma

2.6.2.4.2. Sangha muncul pertama kali melalui pencerahan Kondanna

2.6.2.4.3. Salah satu dari 4 tempat ziarah penting

2.6.2.5. Savatthi

2.6.2.6. Jetavana

2.6.2.6.1. Hutan bambu Jeta

2.6.2.6.2. Awalnya milik Pangeran Jeta, anak Raja Pasenadi

2.6.2.7. Kushinagar

2.6.2.7.1. Tempat Buddha Gautama Mahaparinibbana

2.7. Panca Niyama / Niyama Dhamma / Hukum Alam

2.7.1. Utuniyama

2.7.1.1. Hukum musim

2.7.1.1.1. Musim

2.7.1.1.2. Suhu

2.7.1.2. Maha Bhuta

2.7.1.2.1. Elemen besar / elemen utama

2.7.1.2.2. 4 elemen

2.7.1.3. Contoh

2.7.1.3.1. Fisika

2.7.1.3.2. Kimia

2.7.2. Bijaniyama

2.7.2.1. Hukum biji

2.7.2.2. Contoh

2.7.2.2.1. Biologi

2.7.3. Kammaniyama

2.7.3.1. Hukum perbuatan

2.7.3.2. Hukum sebab akibat

2.7.3.3. Contoh

2.7.3.3.1. Rantai makanan

2.7.4. Cittaniyama

2.7.4.1. Hukum kesadaran

2.7.5. Dhammaniyama

2.7.5.1. Hukum mengatur fenomena lain yang tidak termasuk di empat hukum lain

2.7.5.2. Ada atau tidak adanya Buddha, dhamma tetap ada

2.8. Kategori

2.8.1. Perbuatan Baik

2.8.1.1. Kusala

2.8.1.1.1. Lahir di dunia samsara

2.8.1.2. Parami

2.8.1.2.1. Mencapai kesucian

2.8.1.2.2. Dasa Paramita 10

2.8.2. Tugas Anak

2.8.2.1. Saat orangtua masih hidup

2.8.2.1.1. Merawat dan menunjang kehidupan orangtua

2.8.2.1.2. Membantu urusan orangtua

2.8.2.1.3. Menjaga nama baik dan kehormatan orangtua

2.8.2.1.4. Menjaga harta orangtua

2.8.2.2. Setelah orangtua meninggal

2.8.2.2.1. Patidana

2.9. Lain-lain

2.9.1. Pembasmian Kilesa / Pembasmian kotoran batin

2.9.1.1. Vitikama Kilesa

2.9.1.1.1. Kilesa yang kasar

2.9.1.1.2. Pembasmi

2.9.1.2. Pariyutthana Kilesa

2.9.1.2.1. Kilesa yang menengah

2.9.1.2.2. Pembasmi

2.9.1.3. Anusaya Kilesa

2.9.1.3.1. Kilesa laten / halus

2.9.1.3.2. Pembasmi

2.9.2. 2 Macam Manusia Sukar Diketemukan

2.9.2.1. Pubbakari

2.9.2.1.1. Seseorang yang memberikan pertolongan sejati

2.9.2.2. Katannu katavedi

2.9.2.2.1. Orang menyadari pertolongan yang telah diberikan dan berterima kasih dengan cara membalas budi

2.9.2.2.2. Tau terima kasih

2.9.3. 31 Alam Kehidupan

2.9.3.1. Alam 31

2.9.3.1.1. Sugati-bhumi 20

2.9.3.1.2. Kama-bhumi 11 Kama-loka Kama-dhatu

2.9.3.2. Dimensi Waktu

2.9.3.2.1. Kappa

2.9.4. Atthalokadhamma / Delapan Kondisi Duniawi

2.9.4.1. Untung / Labha Rugi / Alabha

2.9.4.2. Terkenal / Yasa TIdak dikenal / Ayasa

2.9.4.3. Dipuji / Pasamsa Dicela / Ninda

2.9.4.4. Bahagia / Sukha Menderita / Dukkha

2.9.5. 4 Tingkat Pencerahan 4 Pasang Makhluk Suci

2.9.5.1. Sotāpanna / Sotapanna

2.9.5.1.1. Sotapati Magga

2.9.5.1.2. Sotapati Phala

2.9.5.2. Sakadāgāmī/ Sakadagami

2.9.5.2.1. Sakadagami Magga

2.9.5.2.2. Sakadagami Phala

2.9.5.3. Anāgāmī/ Anagami

2.9.5.3.1. Anagami Magga

2.9.5.3.2. Anagami Phala

2.9.5.4. Arahata

2.9.5.4.1. Arahata Magga

2.9.5.4.2. Arahata Phala

2.9.6. Satuan Waktu

2.9.6.1. Asaṃkhyeya

2.9.6.2. Kappa / Kalpa

2.9.7. Abhijñā/ Abhinna / Kemampuan Batin Luar Biasa

2.9.7.1. Lokiya Abhinna 5

2.9.7.1.1. Iddhividha Kemampuan batin fisik

2.9.7.1.2. Dibbacakkhu Mata dewa

2.9.7.1.3. Dibbasota Telinga dewa

2.9.7.1.4. Pubbenivasanussati Nana Ingatan akan kelahiran lampau

2.9.7.1.5. Paracitta Vijanana Membaca pikiran

2.9.7.2. Lokuttara Abhinna 1

2.9.7.2.1. Asavakkhaya Nana Pelenyapan kekotoran batin

2.9.8. Hari Besar Agama Buddha Theravada

2.9.8.1. Vesak/ Waisak

2.9.8.1.1. Memperingati 3 peristiwa penting

2.9.8.2. Asalha Puja / Asadha Puja

2.9.8.2.1. Memperingati saat pertama kalinya Buddha mengajarkan dharma kepada lima orang muridNya

2.9.8.3. Magha Puja

2.9.8.3.1. Memperingati 3 peristiwa penting

2.9.8.3.2. Buddha membabarkan Ovada Patimokha yang isinya etika (vinaya) bagi para bhikkhu

2.9.9. Jalur Ekstrim Petapa yang Harus Dihindari

2.9.9.1. Attakila Mathanuyoga

2.9.9.1.1. Jalur petapaan menyiksa diri secara berlebihan

2.9.9.2. Kamesu Kamasukkhalika Nuyoga

2.9.9.2.1. Hanya menuruti kesenangan hawa nafsu, demi mencari kesenangan melalui kesenangan indrawi

2.9.10. Puggala

2.9.10.1. 12

2.9.10.1.1. Puthujjana

2.9.10.1.2. Ariya

2.10. Glossary

2.10.1. Kama

2.10.1.1. Napsu

2.10.2. Bhumi

2.10.2.1. Alam

3. Mahāyāna / Mahayana

3.1. Tokoh

3.1.1. Buddha

3.1.1.1. Buddha Amitabha

3.1.1.1.1. Amitabha Sutra

3.1.1.1.2. Alam: Sukhavati

3.2. Konsensus pemersatu Theravāda dan Mahāyāna

3.2.1. Disusun pada World Buddhist Saṅgha Council (WBSC) tahun 1967

3.2.2. Sang Buddha hanyalah satu-satunya Guru dan Penunjuk Jalan.

3.2.3. 8

3.2.3.1. Kami berlindung dalam Tiratana (Buddha, Dhamma, dan Saṅgha)

3.2.3.2. Kami tidak memercayai dunia ini diciptakan dan diatur oleh sesosok Tuhan

3.2.3.3. Kami mengingat bahwa tujuan hidup adalah mengembangkan belas kasih untuk semua makhluk tanpa diskriminasi dan berusaha untuk kebaikan, kebahagiaan, dan kedamaian mereka; dan untuk mengembangkan kebijaksanaan (paññā/prajñā) yang mengarah pada perealisasian Kebenaran Tertinggi

3.2.3.4. Kami menerima Empat Kebenaran Mulia, yaitu dukkha, penyebab timbulnya dukkha, padamnya dukkha, dan jalan menuju pada padamnya dukkha; dan menerima hukum sebab dan akibat (Paṭiccasamuppāda /Pratītyasamutpāda)

3.2.3.5. Segala sesuatu yang berkondisi (saṅkhāra /saṃskāra) adalah tidak kekal (anicca /anitya) dan dukkha, dan segala sesuatu yang berkondisi dan yang tidak berkondisi (dhamma) adalah tanpa inti, bukan diri sejati (anatta /anatman)

3.2.3.6. Kami menerima Tigapuluh Tujuh (37) kualitas yang membantu menuju Pencerahan (Bodhipakkhika Dhamma / Bodhipaksa Dharma) sebagai segi-segi yang berbeda dari Jalan yang diajarkan oleh Sang Buddha yang mengarah pada Kecerahan

3.2.3.7. Ada tiga jalan mencapai bodhi atau Kecerahan: yaitu sebagai Sāvakabuddha /Śrāvakabuddha, sebagai Paccekabuddha /Pratyekabuddha, dan sebagai Sammāsambuddha /Samyaksambuddha. Kami menerimanya sebagai yang tertinggi, termulia dan terheroik untuk mengikuti karir Bodhisatta /Bodhisattva dan untuk menjadi seorang Sammāsambuddha dalam rangka menyelamatkan makhluk lain

3.2.3.8. Kami mengakui bahwa di negara yang berbeda terdapat perbedaan pandangan kepercayaan-kepercayaan dan praktik Buddhis. Bentuk dan ekspresi luar ini seharusnya tidak boleh dicampuradukkan/dikelirukan (perlu dipisahkan) dengan esensi /inti ajaran-ajaran Sang Buddha