Mind Mapping

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Mind Mapping von Mind Map: Mind Mapping

1. Naskah drama adalah sebuah teks yang berisikan dialog dengan gambaran karakter-karakter tokoh di dalamnya, berfungsi sebagai naskah sastra (untuk dibaca) atau naskah untuk dipentaskan.

1.1. Terdapat unsur-unsur intrinsik dalam drama, yakni: Tema: gagasan pokok yang mendasari naskah drama. Karakter: pelaku yang menjalankan setiap adegan sehingga adegan tersebut bisa mengalir jadi sebuah cerita. Ada 3 karakter dalam drama yakni antagonis, protagonis, dan tritagonis. Alur: jalan cerita sebuah drama, biasa dimulai dari awal, perkelahian, perumitan, puncak cerita, peleraian, dan bagian akhir. Latar: segala sesuatu dalam drama yang mengacu pada keterangan waktu, ruang, dan suasana. Sudut pandang: cara pengarang menyampaikan cerita. Ada 3 sudut pandang yakni, sudut pandang orang pertama, sudut pandang orang ketiga, dan sudut pandang pengamat serba tahu. Amanat: pesan moral yang hendak disampaikan penulis pada penonton drama.

1.2. -

2. Beberapa langkah menulis naskah drama berdasarkan peristiwa nyata antara lain sebagai berikut. Menentukan peristiwa yang menarik, yaitu peristiwa yang memberikan kesan yang mendalam. Memilih dan menentukan tema. Memilih judul dan membuat kata pembuka. Judul sebaiknya tidak terlalu panjang dan menarik. Kata pembuka lebih bagus jika bersifat bombastis (berlebihan) agar pembaca tertarik mengikuti cerita selanjutnya. Membuat kerangka dengan memasukkan konflik. Menentukan pelaku. Menyusun jalinan cerita yang mengandung perkenalan tokoh dengan konflik dan penyelesaiannya. Menyusun kramagung dan wawancang. Kramagung merupakan perintah kepada pelaku untuk melakukan sesuatu yang ditulis sebagai petunjuk dalam bermain drama. Wawancang ditulis lepas dan mengandung semua perasaan pelakunya.

2.1. Diawali oleh prolog, dialog, dan epilog. Ketiga hal itu merupakan struktur pembangun teks drama. Prolog adalah kata pendahuluan yang menarik perhatian penonton ke dalam suasana yang dikehendaki. Sederhananya, prolog ialah adegan pembuka drama. Lalu, masuk ke dalam dialog, yakni percakapan antar tokoh dalam adegan. Percakapan itu membuat penonton memahami seperti apa cerita yang diangkat dalam suatu drama. Dan, struktur akhir drama ialah epilog. Pengertian dari epilog ialah kata-kata yang mengandung ikhtisar seluruh cerita. Dengan kata lain, epilog ialah adegan akhir atau penutup suatu drama.

2.1.1. Dalam naskah drama terdapat ciri-ciri kebahasaan sebagai berikut; Banyak menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu (konjungsi kronologis). Contoh: sebelum, sekarang, setelah itu, mula-mula, kemudian. Banyak menggunakan kata kerja yang menggambarkan suatu peristiwa yang terjadi, seperti menyuruh, menobatkan, menyingkirkan, menghadap, beristirahat. Banyak menggunakan kata kerja yang menyatakan sesuatu yang dipikirkan atau dirasakan oleh tokoh. Contoh: merasakan, menginginkan, mengharapkan, mendambakan, mengalami. Menggunakan kata-kata sifat (descritive language) untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau suasana. Kata-kata yang dimaksud misalnya, rapi, bersih, baik, gagah, kuat.

3. -

4. -

5. -

6. -