Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
TEORI von Mind Map: TEORI

1. Double Deficit Theory Wolf dan Blower (2002)

1.1. uncul sebagai akibat bertambahnya jumlah anak-anak dyslexia yang tidak sempat didiagnosa karena gejala-gejala yang muncul pada mereka hanya dianggap sebagai bagian dari kelemahan fonologi

1.2. 2 jenis pembaca dyslexia

1.2.1. kecepatan menamai atau kelemahan fonologi.

1.2.2. Kecepatan menamai kelemahan fonologi

2. defisit fonologi (phonological deficit theory) Pringle Morgan (1896)

2.1. mempunyai kelemahan fonologi yang menyebabkan kesulitan dalam menggambarkan fonem

2.1.1. kesadaran fonologis

2.1.2. phonological recording in lexical access

2.1.3. ingatan verbal jangka pendek

3. METODE PENGAJARAN

3.1. Analisis Glass

3.1.1. metode pengajaran melalui pemecahan sandi kelompok huruf dalam kata

3.1.2. bertolak dari asumsi yang mendasari membaca sebagai pemecahan sandi atau kode tulisan.

3.1.2.1. proses pemecahan sandi (decoding) dan membaca (reading)

3.1.2.2. pemecahan sandi mendahului membaca

3.1.3. anak dibimbing untuk mengenal kelompok-kelompok huruf sambil melihat kata secara keseluruhan

3.1.4. menekankan pada latihan auditoris dan visual yang terpusat pada kata yang sedang dipelajari.

3.1.4.1. Menulis kata diatas kertas dan krayon untuk menelusuri dengan jari (tactile and kinesthetic)

3.1.4.1.1. Melihat tulisan (visual)

3.1.4.1.2. Mengucapkan dengan keras (auditory)

3.2. Ferald (VAKT: visual, auditory, kinesthetic, and tactile)

3.2.1. Mempelajari tulisan dengan melihat sambil mengucapkannya

3.2.2. elihat tulisan di papan atau tulisan cetak dan mengucapkannya sebelum menulis (mulai membaca)

3.3. Mengingat kata-kata yang dicetak telah dipelajari

3.4. Gillingham

3.4.1. Belajar berbagai bunyi huruf dan perpaduan huruf-huruf

3.4.2. Menjiplak huruf

3.4.3. Bunyi huruf tunggal dikombinasikan ke salam kelompok yang lebih besar

3.4.4. Program fonik

3.5. Neurological impress

3.5.1. metode yang dirancang untuk membantu individu yang mengalami kesulitan membaca berat

3.5.2. langkah-langkah

3.5.2.1. Guru dan siswa yang berkesulitan membaca duduk berhadapan sambil membaca.

3.5.2.2. Suara guru dibisikkan ke telinga siswa.

3.5.2.3. Guru dan siswa menunjuk pada kalimat yang dibaca oleh guru.

3.5.2.4. Dalam kondisi tertentu, guru membaca lebih cepat atau sebaliknya.

3.5.3. Metode ini tidak mengharuskan guru untuk menyiapkan bahan bacaan secara khusus dan tidak pula menekankan pada latihan pengucapan fonem, pengenalan kata, dan isi bacaan yang dibaca

3.5.4. Tujuan utama dari metode ini adalah untuk membiasakan siswa membaca secara otomatis.

3.6. Hegge-Kirk-Kirk

3.6.1. diutamakan untuk meneliti kemampuan auditori siswa dengan jalan memadukan bunyi huruf, menuliskan perpaduan bunyi huruf menjadi kata lalu menyebutkan kata tersebut

3.6.2. Langkah selanjutnya adalah menunjukkan kata pada siswa dan menyuruh siswa menyebutkan bunyi huruf yang ada dalam kata tersebut

3.6.3. Selanjutnya, siswa diminta untuk menuliskan kata tersebut di atas kertas.