Akuntansi Manajerial dan Konsep Biaya

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Akuntansi Manajerial dan Konsep Biaya von Mind Map: Akuntansi Manajerial dan Konsep Biaya

1. Menggunakan Klasifikasi Berbeda untuk Tujuan Berbeda

1.1. Format Laporan Keuangan Tradisional

1.1.1. Disajikan untuk laporan eksternal

1.1.2. Mengandalkan klasifikasi biaya untuk menggambarkan konsekuensi finansial pada transaksi sebelumnya

1.2. Format Kontribusi Laporan Keuangan

1.2.1. Disajikan untuk pengambilan keputusan internal

1.2.2. Jumlah sisa pendapatan penjualanan setelah semua beban variabel dikurangi. jumlah ini meutupi pengeluaran tetap dan keuntungan untuk periode selanjutnya.

2. Konsep Biaya Manajemen

2.1. Biaya Manufaktur

2.1.1. Direct material

2.1.1.1. Bahan Mentah

2.1.2. Direct labour

2.1.2.1. Pekerja langsung

2.2. Manufaktur overhead

2.2.1. Indirect Labour

2.2.1.1. Manajemen, supervisor

2.2.2. Penyusutan Gedung

2.2.3. Administrasi

2.2.3.1. Asuransi, Pajak

2.3. produk vs biaya period

2.3.1. produk

2.3.1.1. Seluruh biaya yang melekat dengan produk

2.3.2. period

2.3.2.1. Biaya Penjualanan

2.3.2.1.1. gaji sales

2.3.2.1.2. iklan

2.3.2.2. Biaya Administrasi

2.3.2.2.1. gaji Sekretaris

3. Potensi menggunakan Data Besar

3.1. Prediksi Kebutuhan dan keinginan pelanggan untuk produk dan layanan baru.

3.2. Minimalisir risiko dan penipuan

3.3. Mengelola Lembaga Pemerintah

3.4. Utilitas dan Pola lalu lintas

3.5. meningkatkan output dan kualitas dalam manufaktur

3.6. Mengelola transaksi secara efektif

3.7. Mengelola rute dalam layanan pengiriman ekspres.

4. Klasifikasi Data

4.1. Visual Fit Method

4.1.1. Membantu untuk memvisualisasikan hubungan biaya dan tingkat aktivitas.

4.1.2. Kurang Objektif

4.2. High Low Method

4.2.1. untuk menghitung biaya tetap dan komponen variabel

4.2.2. Tingkat Objektivitas yang tinggi

4.2.3. Hanya memiliki 2 titik data

4.3. Least Squares Regression Method

4.3.1. Perkiraan hubungan antara biaya dan aktivitas

4.3.2. Paling sedikit kotak regresi adalah metode estimasi biaya objektif yang memanfaatkan semua data.

4.4. Multiple Regression

4.4.1. Memperkirakan hubungan garis lurus antara satu variabel bebas dan 2 atau lebih variabel terikat.

5. Klasifikasi Biaya

5.1. Menetapkan Biaya Objek

5.1.1. Biaya Langsung

5.1.1.1. Biaya Produksi

5.1.2. Biaya Tidak Langsung

5.1.2.1. Biaya pekerja tidak langsung (manager)

5.1.3. Biaya Manufaktur

5.1.3.1. Direct Cost

5.1.3.1.1. Direct Material

5.1.3.1.2. Direct Labour

5.1.3.2. Indirect Cost

5.1.3.2.1. Indirect Material

5.1.3.2.2. Indirect Labour

5.1.4. Biaya non manufaktur

5.1.4.1. Biaya Penjualanan

5.1.4.1.1. Iklan

5.1.4.1.2. sales

5.1.4.2. Biaya administrasi

5.1.4.2.1. Sekretaris

5.2. Prediksi Biaya Perilaku

5.2.1. Biaya Variabel

5.2.1.1. Biaya barang terjual

5.2.2. Biaya Tetap

5.2.2.1. property, pajak, sewa

5.2.3. Biaya Campuran

5.2.3.1. FC + VC

5.3. Membuat Keputusan

5.3.1. Perbedaan Pendapatan dan Biaya

5.3.1.1. Biaya : dikeluarkan dimasa depan

5.3.1.2. Pendapatan : di dapatkan dimasa depan

5.3.2. Sunk Cost dan Opportunity Cost

5.3.2.1. Sunk Cost

5.3.2.1.1. sudah terjadi dan tidak bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan

5.3.2.2. Opportunity Cost

5.3.2.2.1. Potensi Keuntungan jika mengambil alternatif lain.

6. Analisis Biaya Perilaku

6.1. 1. Bahan Langsung

6.2. 2. Pekerja Langsung

6.3. Overhead :

6.4. 1. Biaya Fasilitas

6.5. 2. Pekerja tidak langsung

6.6. 3. Truk Pengantar

7. Efek mempelajari Biaya Perilaku

7.1. 1. Kurva Pembelajaran

7.1.1. direalisasikan dalam pembuatan pesawat, elektronik, dan menganalisis biaya tenaga kerja.

7.2. 2. Kurva Pengalaman

7.2.1. Penerapan yang lebih luas dari Kurva pembelajaran . Misal, Tenaga Kerja Overhead yang diamati turun sebanyak 20% setiap output kumulatif.

8. Isu Koleksi Data

8.1. Ada 6 masalah yang ditimbulkan

8.1.1. 1. Data yang hilang

8.1.2. 2. Outliers

8.1.3. 3. Periode waktu yang tidak sesuai

8.1.4. 4. Ketidaksesuaian saat memilih periode

8.1.5. 5. Alokasi Biaya dan Diskresioner

8.1.6. 6. Inflasi