Sociology and Modern Systems Theory (Walter Buckley, 1967)

SOSIOLOGI DAN TEORI SISTEM MODERN BUCKLEY

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Sociology and Modern Systems Theory (Walter Buckley, 1967) von Mind Map: Sociology and Modern Systems Theory (Walter Buckley, 1967)

1. Manfaat dari Teori Sistem bagi Sosiologi

1.1. Teori sistem berasal dari ilmu pasti yang dapat diterapkan pada semua ilmu perilaku dan ilmu sosial

1.2. Teori sistem memiliki beragam level dan sama-sama dapat diterapkan pada aspek dunia sosial.

1.3. Teori sistem membahas keberagaman hubungan antar aspek dunia sosial, sehingga berlawanan dengan analisis parsial terhadap dunia sosial.

1.4. Pendekatan sistem cenderung melihat seluruh aspek sosial budaya dalam konteks proses, khususnya jaringan informasi dan komunikasi.

1.5. Teori sistem bersifat integratif. Merupakan integrasi struktur obyektif skala besar, sistem simbol, tindakan dan interaksi, kesadaran (consciousness) dan kewaspadaan diri (self awareness).

2. Penerapan di Dunia Sosial

2.1. Buckley beralih dari diskusi prinsip umum ke aspek khusus dari dunia sosial untuk menunjukkan aplikasi teori sistem

2.1.1. mulai tingkat individual, di mana kesadaran dan tindakan saling berkaitan (Mead)

2.1.2. menyusun ulang problematik Mead tersebut dari sudut pandang teori sistem

2.1.2.1. Berawal dari sinyal lingkungan, yang ditransmisikan ke aktor

2.1.2.2. Akan tetapi, transisi diperumit oleh kebisingan (noise) dalam lingkungan

2.1.2.3. Ketika berhasil, sinyal ini memberi informasi kepada aktor

2.1.2.4. Berdasarkan informasi, aktor bisa menyeleksi respon.

2.1.2.5. Kuncinya di sini adalah mekanisme mediasi yang dimiliki aktor yakni kesadaran diri

2.1.2.5.1. Menurut Mead dan Teoritisi interaksionis simbolik serta teoritisi sistem, kesadaran tidak dapat dipisahkan dari tindakan dan interaksi, tetapi justru merupakan bagian integral dari keduanya.

2.1.2.5.2. Buckley berpindah dari ranah kesadaran ke interaksional. Pola interaksi (imitasi dan respon) jelas sesuai dengan pandangan sistemik tentang dunia.

2.1.2.5.3. Buckley mengaitkan dunia interpersonal secara langsung dengan sistem kepribadian (personality)

2.2. Prinsip Umum Teori Sistem

2.2.1. ketegangan adalah realitas sistem sosial yang normal, senantiasa ada dan tak terelakkan

2.2.2. fokus pada sifat dan sumber dari keragaman dalam sistem sosial. Menyebabkan sistem jadi dinamis

2.2.3. fokus pada proses seleksi di tingkat individual maupun interpersonal di mana beragam alternatif yang terbuka untuk sistem akan disortir dan disaring.

2.2.4. Tingkat interpersonal dipandang sebagai basis bagi berkembangnya struktur yang lebih besar

2.2.5. Kendati ada dinamika di dalam pendekatan sistem, ada pengakuan terhadap proses pemapanan (perpetuation) dan transmisi. “Dari transaksi yang terus berlangsung ini lahir penyesuaian dan akomodasi yang relatif stabil”

3. Prinsip Umum

3.1. Sistem sosial budaya

3.1.1. Kesalingketerkaitan antar bagian didasarkan pada pertukaran informasi

3.1.2. Sistem yang paling terbuka

3.1.2.1. mempunyai lebih banyak ketegangan ketimbang kedua sistem lainnya

3.1.2.2. bersifat purposif dan mengejar tujuan karena sistem itu menerima umpan balik dari lingkungan yang membuat mereka bisa terus bergerak mengejar tujuannya

3.1.2.2.1. Umpan balik adalah aspek esensial dari pendekatan sibernetik. Ini bertentangan dengan pendekatan ekuilibrium (Parsons). Dengan menggunakan umpan balik bisa menyelesaikan friksi, pertumbuhan, evolusi dan perubahan mendadak. Keterbukaan, dari suatu sistem sosial pada lingkungan dan dampak faktor lingkungan terhadap sistem adalah perhatian penting bagi para teoritisi sistem ini (Bailey, 2001).

3.1.3. Proses internal

3.1.3.1. Morphostasis, merujuk pada proses-proses yang membantu sistem berubah dan mempertahankan diri

3.1.3.2. Morphogenesis, merujuk pada proses-proses yang membantu sistem berubah dan tumbuh berkembang

3.1.4. Proses Eksternal

3.1.4.1. Sistem sosial tumbuh menjadi sistem perantara yang menjembatani antara kekuatan eksternal dengan tindakan sistem. Beberapa sistem perantara ini tumbuh semakin independen, otonom, dan menentukan aksi dari sistem. Dengan kata lain, sistem perantara ini membuat sistem sosial bisa semakin kurang bergantung kepada lingkungan. Sistem-sistem perantara ini juga dapat membuat sistem-sistem bisa mereorganisasi bagian-bagiannya untuk menghadapi lingkungan secara lebih efektif

3.2. Sistem mekanis

3.2.1. kesalingketerkaitan antar bagian didasarkan pada pertukaran energi

3.2.2. Sistem yang cenderung tertutup

3.2.2.1. bersifat entropik, atau tendensi sistem untuk surut atau berhenti bekerja (run down)

3.3. Sistem organis

3.3.1. kesalingketerkaitan antar bagian didasarkan pada pertukaran informasi ketimbang pertukaran energi

3.3.2. Sistem yang cenderung terbuka

3.3.2.1. bersifat negentropik, kecenderungan sistem untuk mengembangkan dirinya (elaborate)