Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Ruang Lingkup Fiqh von Mind Map: Ruang Lingkup Fiqh

1. Kata Fiqh bentukan dari kata fiqhun yang secara bahasa pemahaman yang mendalam yang menghendaki pengerahan potensi akal.

1.1. Ruang lingkup ibadah

1.2. Ruang lingkup Mu'amalat

1.3. Ruang lingkup Munakahat

1.4. Ruang lingkup Jinayat

2. Fiqh Sholat secara bahasa adalah doa, rahmat, dan istighfar, sedang menurut syara’ adalah ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan , perbuatan yang dimulai dengan takbir, disudahi dengan salam dan memenuhi syarat yang ditentukan.

2.1. Syarat wajib sholat

2.1.1. Islam

2.1.2. Berakal

2.1.3. Suci dari haid dan nifas

2.1.4. Baligh

2.2. Syarat Sahnya Sholat

2.2.1. Suci dari hadas besar dan kecil

2.2.2. Suci badan, pakian, dan tempat dari najis

2.2.3. Menutup Aurat

2.2.4. sudah masuknya waktu shalat

2.2.5. Menghadap Kiblat

2.3. Rukun-Rukun Sholat

2.3.1. Niat

2.3.2. berdiri untuk sholat fardu bagi yang manpu

2.3.3. Takbiratul ihram

2.3.4. Membaca Al fatehah

2.3.5. Ruku'

2.3.6. I'tidal

2.3.7. Sujud

2.3.8. Duduk diantara dua sujud

2.3.9. Duduk Akhir

2.3.10. Membaca tasyahud akhir

2.3.11. Bersholawat nabi

2.3.12. Salam

2.3.13. Tertib

2.4. Yang Membatalkan Sholat

2.4.1. Meningalkan salah satu rukun

2.4.2. Meningalkan salah satu syarat

2.4.3. Sengaja berbicara

2.4.4. Banyak bergerak denagan sengaja

2.4.5. Makan dan minum dengan sengaja

3. Fiqh Jenazah ada 4 kewajiban terhadap jenazah yang mesti dilakukan oleh orang yang hidup. Empat hal ini dihukumi fardhu kifayah, artinya harus ada sebagian kaum muslimin yang melakukan hal ini terhadap mayit. Jika tidak, semuanya terkena dosa.

3.1. Memandikan

3.2. Mengkafani

3.3. Menyolatkan

3.3.1. Berniat (di dalam hati)

3.3.2. Berdiri Bagi yang mampu

3.3.3. Melakukan empat kali takbir (tidak ada ruku’ dan sujud)

3.3.4. Setelah takbir pertama, membaca Al Fatihah

3.3.5. Setelah takbir kedua, membaca shalawat (minimalnya adalah allahumma sholli ‘ala Muhammad)

3.3.6. etelah takbir ketiga, membaca doa untuk mayit. Inilah maksud inti dari shalat jenazah

3.3.7. Salam setelah takbir keempat

3.4. Menguburkan

4. Fiqh Pernikahan. Nikah dalam bahasa arab mempunyai dua arti yaitu ( الوطء والضم ) baik arti secara hakiki ( الضم ) yakni menindih atau berhimpit serta arti dalam kiasan ( الوطء ) yakni perjanjian atau bersetubuh.

4.1. Rukun Nikah

4.1.1. Calon mempelai laki-laki dan perempuan

4.1.2. Wali dari pihak mempelai perempuan

4.1.3. Dua orang saksi

4.1.4. Ijab kabul

4.2. Syarat Nikah

4.2.1. Syarat- syarat pengantin laki- laki

4.2.1.1. Tidak dipaksa/ terpaksa

4.2.1.2. Tidak dalam haji atau umrah

4.2.1.3. Islam (apabila kawin dengan perumpamaan Islam)

4.2.2. Syarat- syarat pengantin perempuan

4.2.2.1. Bukan perempuan yang dalam iddah

4.2.2.2. Tidak dalam ikatan perkawinan dengan orang lain

4.2.2.3. Antara laki- laki dan perempuan tersebut bukan muhrim

4.2.2.4. Tidak dalam keadaan ihram haji atau umrah

4.2.2.5. Bukan perempuan musyrik

4.3. Pernikahan yang dilarang

4.3.1. Nikah Mut’ah

4.3.2. Nikah Syighar

4.3.3. Nikah dalam Masa Iddah

4.3.4. Nikah Berbeda Agama

4.3.5. Nikah Tahlil

5. Fiqh Jual Beli Jual beli atau perdagangan dalam istilah fiqh disebut al-ba’I yang menurut etimologi berarti menjual atau mengganti

5.1. Rukun Jual Beli

5.1.1. Ada orang yang berakad (penjual dan pembeli)

5.1.2. Ada sighat (lafal ijab qabul)

5.1.3. Ada barang yang dibeli (ma’qud alaih)

5.1.4. Ada nilai tukar pengganti barang

5.2. Syarat Jual Beli

5.2.1. Syarat yang berkaitan dengan jual beli. Jual beli baru boleh dilaksanakan apabila yang berakad mempunyai kekuasaan untuk melakukan jual beli

5.3. Jual Beli yang terlarang

5.3.1. Terlarang Sebab Ahliah

5.3.2. Terlarang Sebab Shighat

5.3.3. Terlarang Sebab Ma’qud Alaih (Barang Jualan)

6. Fiqh Gadai ,Gadai dalam Bahasa Arab diistilahkan dengan “rahn“ dapat juga dinamai dengan al-habsu berarti “penahanan“.

6.1. Syarat-syarat Gadai (Rahn)

6.1.1. Shighat

6.1.2. Pihak-pihak yang berakad cakap menurut hukum

6.1.3. Utang (Al-Marhunbihi)

6.1.4. Marhun

6.2. . Rukun Gadai (Rahn)

6.2.1. Al-Rahin (yang menggadaikan)

6.2.2. Al-Murtahin (yang menerima gadai)

6.2.3. Al-ma’qud ‘alaih (yang menjadi obyek akad)

6.2.4. Al-Marhunbih (Utang)

6.2.5. Shighat, Ijab dan Qabul (pernyataan gadai)

6.3. Jenis-Jenis Barang Gadai

6.3.1. Perhiasan

6.3.2. Peralatan rumah tangga

6.3.3. . Kendaraan bermotor roda dua dan roda empat

7. Fiqh Pakaian Pakaian dalam Bahasa Arab disebut libas (لباس ( bentuk jamaknya albisah(أ

7.1. Kriteria Pakaian Syar’i

7.1.1. Tidak Tipis dan Tidak Transparan

7.1.2. Tidak Ketat

7.1.3. Tidak Berlubang

7.1.4. Tidak Terbuka Sebagian

7.1.5. Tidak Menyerupai Perempuan Bagi yang laki-laki

7.1.6. Tidak Menyerupai Laki-laki Bagi yang perempuan

8. Fiqh THAHARAH menurut bahasa artinya “bersih” Sedangkan menurut istilah syara’ thaharah adalah bersih dari hadas dan najis

8.1. Thaharah Maknawiyah Bersihnya hati dari segala bentuk kesyirikan dan kemaksiatan serta penyakit-penyakit hati lainnya.

8.2. Thaharah Hissiyah (Secara Fisik) Sucinya anggota badan dari segala kotoran dan najis

8.3. Suci dari Hadats

8.3.1. Hadats Kecil seperti buang air kecil, buang air besar, dan pembatal wudhu’ lainnya. Adapun cara bersucinya adalah dengan berwudhu’

8.3.2. Hadats Besar seperti junub, haid dan lainnya. Cara bersuci dari hadats besar adalah mandi

8.4. Suci dari Najis

8.4.1. Menghilangkan najis merupakan sebuah kewajiban setiap muslim. Firman Allah وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ “Dan pakaianmu, bersihkanlah.” (Al Mudatstsir: 4) Hadits Rasulullah, “Buang air kecil merupakan penyebab yang paling banyak mendatangkan azab kubur” (HR. Ibun Majah)

9. Fiqh Zakat ,zakat berarti harta tertentu yang harus dikeluarkan dalam jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan syariat

9.1. Harta yang wajib Dizakati

9.1.1. An-naqdan, yaitu emas dan perak

9.1.2. Al-an’am, yaitu binatang ternak

9.1.3. Ats-tsamar wal hubub, yaitu hasil pertanian, biji-bijian dan buah-buahan

9.2. Harta yang Tidak Wajib Dizakati

9.2.1. Hamba sahaya, kuda, bighal (binatang hasil silang kuda dan keledai), dan keledai.

9.2.2. Harta yang tidak mencapai nishab.

9.2.3. Perhiasan wanita

9.2.4. Barang berharga seperti mutiara, batu-batu mulia.

9.2.5. Barang yang diniatkan untuk dimiliki

10. Fiqh Puasa secara bahasa berarti: Menahan. Menurut istilah syara’ berarti menahan diri dari sesuatu perkara yang membatalkan puasa, mulai terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat tertentu.

10.1. Syarat Sah Puasa

10.1.1. Islam

10.1.2. Berakal

10.1.3. Bersih dari haid/ nifas

10.1.4. Mengetahui waktu diperbolehkan untuk berpuasa

10.2. Rukun-Rukun Puasa

10.2.1. Niat (untuk puasa wajib maupun sunnah), mulai terbenamnya matahari hingga sebelum terbitnya fajar

10.2.2. Menghindari perkara yang membatalkan puasa, kecuali jika lupa atau dipaksa atau karena kebodohan yang ditolerir oleh syari’at (jahil ma’dzur)

10.3. Hal-hal yang Membatalkan Puasa

10.3.1. Masuknya sesuatu ke dalam rongga terbuka yang tembus ke dalam tubuh

10.3.2. Murtad

10.3.3. Haid, nifas dan melahirkan sekali pun sebentar

10.3.4. Gila meski pun sebentar

10.3.5. Pingsan dan mabuk

10.3.6. Bersetubuh dengan sengaja

10.3.7. Mengeluarkan mani

10.3.8. Muntah dengan sengaja

11. Fiqh Haji dan Umrah.Haji menurut bahasa artinya “Menyengaja”. Menurut istilah Haji berarti mengunjungi Baitullah di Mekkah dengan niat melakukan Ibadah semata-mata karena Allah SWT. Umrah disebut juga haji kecil,

11.1. Syarat wajib melaksanakan ibadah haji dan Umrah

11.1.1. Islam

11.1.2. Berakal Sehat

11.1.3. Baligh

11.1.4. Mampu (Istitha’ah

11.2. Rukun Haji

11.2.1. Ihram

11.2.2. Wukuf,

11.2.3. Thawaf

11.2.4. Sa’I

11.2.5. Tahallul

11.2.6. Tertib

11.3. Wajib haji

11.3.1. Ihram dari Miqat.

11.3.2. Mabit di Muzdalifah,

11.3.3. Melempar Jumroh

11.3.4. Mabit

11.3.5. Meninggalkan larangan-larangan Haji

11.3.6. Thawaf wada’

11.4. Larangan Ketika Haji

11.4.1. Memakai wangi-wangian

11.4.2. Mencukur rambut atau bulu dada

11.4.3. Memotong kuku

11.4.4. Menikah atau menikahkan atau menjadi wali nikah

11.4.5. Bersetubuh

11.4.6. Berburu atau membunuh Binatang liar dan halal dimakan

11.5. Rukun Umrah

11.5.1. Ihram serta niat

11.5.2. Thawaf

11.5.3. Sa’i

11.5.4. Bercukur atau bergunting (tahalul)

11.5.5. Tertib

11.6. Wajib Ihram

11.6.1. Ihram dari Miqat

11.6.2. Menjauhi muharromat umrah (sama dengan muharromat haji)

12. Fiqh Hutang Piutang, yakni akad pemilikan sesuatu untuk dikembalikan dengan yang sejenis atau yang sepadan

12.1. Rukun Hutang Piutang

12.1.1. Shighat Qardh

12.1.2. Para Pihak yang Terlibat Qardh

12.1.3. Barang yang Dipinjamkan

12.2. Syarat Hutang Piutang

12.2.1. Akad qardh

12.2.2. Adanya kapibilitas dalam melakukan akad

12.2.3. harta yang dipinjamkan haruslah harta mitsli

12.2.4. Harta yang dipinjamkan jelas ukurannya

13. Fiqh Sewa Menyewa ,Secara bahasa, al-ijārah berasal dari kata al-arju,yang arti menurut bahasanya al-iwadh ialah ganti dan upah

13.1. Rukun Sewa Menyewa

13.1.1. Orang yang berakad („āqidain)

13.1.2. Sewa/imbalan (ujrah)

13.1.3. Manfaat (manfa‟ah)

13.1.4. Ijab dan qabul (shighah)

13.2. Syarat Sewa Menyewa

13.2.1. . Syarat terjadinya akad (syarat al-in‟iqad)

13.2.2. Syarat berlangsungnya akad (syarat an-nafādz)

13.2.3. Syarat sahnya akad (syarat ash-shihhah)

13.2.4. Syarat-syarat upah (ujrah)

13.2.5. Hak menerima upah (ujrah)

13.3. Macam-Macam sewa Menyewa

13.3.1. Ijārah yang bersifat manfaat

13.3.2. Ijārah yang bersifat pekerjaan

13.4. Pembatalan dan Berakhirnya Sewa-Menyewa (ijārah)

13.4.1. Objek hilang atau musnah

13.4.2. Tenggang waktu yang disepakati dalam akad ijārah telah berakhir

13.4.3. tidak boleh diwariskan

14. Fiqh Makanan , Pada dasarnya yang bermanfaat dan hal-hal yang baik adalah halal.hukum asal makanan dari hewan,tumbuhan adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya

14.1. Makanan Haram

14.1.1. Bangkai

14.1.2. Darah yang mengalir

14.1.3. Babi/anjing

14.1.4. Hewan yang disembelih tidak menyebut nama Allah

14.2. Sebab Makanan Haram

14.2.1. Menjijikan

14.2.2. Bertaring

14.2.3. milik orang lain