1. Konsep Ruang Dan Waktu Dalam Sejarah – Sejarah ialah mengenal adanya dimensi spasial serta dimensi temporal. Spasial (ruang) ialah tempat terjadinya sebuah peristiwa sejarah tersebut. Sedangkan temporal (waktu) ialah berhubungan dengan kapan peristiwa tersebut telah terjadi.
2. c. Bagaimana konsep berpikir kronologis, diakronik, sinkronik dalam sejarah?
2.1. •diakronik
2.1.1. diakronis secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yakni dia dan khronos. Dia punya arti ‘melewati’ atau ‘melintas’, sedangkan khronos artinya ‘perjalanan waktu’. jadi diakronis adalah peristiwa yang dalam prosesnya melewati perjalanan waktu karena subjek dalam sejarah berhubungan dengan segala sesuatu dalam sudut pandang waktu. diakronis punya makna terhadap suatu peristiwa dengan cara penelusuran di masa lalu. Misalnya, dalam menjelaskan peristiwa menjelang Sumpah Pemuda, Oktober 1928, harus dijelaskan pula peristiwa-peristiwa yang jadi latar belakangnya. Adapun ciri – ciri diakronis diantaranya : a. Mengkaji dengan berlalunya masa b. Menitikberatkan pada pengkajian peristiwa sejarahnya c. Bersifat historis atau komparatif d. Bersifat vertikal e. Terdapat konsep perbandingan f. Cakupan kajian lebih luas
2.2. •kronologis
2.2.1. kronologis artinya pengetahuan tentang urutan waktu dari sejumlah peristiwa. Dengan demikian, yang dimaksud berpikir secara kronologis adalah kemampuan berpikir secara urut, runtut, dan berkesinambungan agar dapat memberikan gambaran utuh tentang suatu kejadian. contohnya adalah lahirnya sebuah kerajaan yang diawali dengan peristiwa perebutan kekuasaan atau pemberontakan. Kemudian secara kronologis digambarkan perkembangan kerajaan baru tersebut. Mulai dari siapa saja yang menjadi raja, peristiwa-peristiwa penting apa saja yang terjadi selama kerajaan itu berdiri, dan bagaimana kerajaan itu berakhir. Manfaat berfikir kronologis yaitu kita dengan mudah dapat memahami dan mengetahui makna serta manfaat sebuah peristiwa bersejarah.
2.3. •sinkronik
2.3.1. Sinkronik berasal dari bahasa Yunani yaitu "Syn" artinya dengan dan "Khronos" yang berati waktu atau masa. secara istilah ialah memahami sebuah peristiwa dengan mengabaikan aspek perkembangannya dan lebih memperluas ruang dalam peristiwa tersebut. Contoh konsep berpikir sinkronis ialah pada Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang dijelaskan dengan menggunakan aspek sosial, ekonomi, dan politik. Jadi, dalam mempelajari sejarah, Berikut ciri-ciri konsep berpikir sinkronik dalam sejarah: Bersifat horizontal, Tidak memiliki konsep perbandingan, Bersifat kronologis, Mengkaji peristiwa sejarah pada masa tertentu, Jangkauan lebih sempit, Kajian lebih terstruktur, Kajian yang sistematis, Kajian lebih mendalam dan serius.