1. Konsep Dasar ABK
1.1. Children With Special Needs
1.2. ABK adalah anak yang secara pendidikan memerlukan Layanan secara spesifik yang berbeda dengan anak pada umumnya
1.3. Hambatan belajar & hambatan perkembangan (barier to learning and development)
1.4. Perbedaan memahami ABK yaitu:
1.4.1. Perbedaan interindividual
1.4.1.1. Seperti : -kapasitas kemampuan intelektual -kapasitas panca indera (sendory) -kemampuan gerak motorik -kemampuan komunikasi -perilaku sosial -keadaan fisik
1.4.2. Perbedaan intraindividual
1.4.2.1. Meliputi aspek intelektual, fisik, psikologis dan sosial
2. Layanan dan Pendidikan ABK di SLB
2.1. Layanan Segregasi
2.1.1. Bentuk layanan ABK yang mengacu pada jenis /karakteristik spesifik dari ketunaan yang dimiliki seseorang Meliputi : 1. Sekolah khusus 2. Sekolah luar biasa berasrama 3. Sekolah luar biasa dengan kelas jauh 4. Sekolah luar biasa dengan guru kunjung
2.2. Layanan Integrasi/Terpadu
2.2.1. Bentuk layanan pendidikan integrasi sosial, intruksional, dan temporal ABK dengan teman lainnya yang normal yang diukur secara individual
2.2.2. Terdapat 3 bentuk keterpaduan dalam layanan ABK menurut Depdiknas (1986) yaitu : 1. Kelas biasa 2. Kelas biasa dengan ruang bimbingan khusus 3. Kelas khusus
2.3. Layanan Pendidikan Inklusif
2.3.1. Pendidikan yang menghargai semua peserta didik termasuk ABK dengan kurikulum yang dimodifikasi dan adaptasi sesuai kebutuhan peserta didik
3. Pendidikan Inklusi di SD dan Layanannya
3.1. Layanan pendidikan yang mengikut sertakan ABK belajar dengan anak normal usia sebayanya
3.2. Pendidikan inklusi di SD belum beriringan dengan visi pendidikan berdasarkan inklusi ethos yang mengedepankan keragaman dan hak dalam memperoleh pendidikan
3.3. Model layanan pendidikan inklusif meliputi: 1. Kelas terapy (omisi) 2. Kelas pendampingan (substitusi) 3. Kelas inklusif (duplikasi/modifikasi)
3.3.1. Kelas Terapi ABK belajar dikelas terapy dalam penanganan khusus, peserta didik ditangani dengan penanganan kurikulum total yang dibuat sendiri
3.3.2. Kelas Pendampingan ABK belajar dengan anak normal dikelas reguler dalam kelompok khusus yang disesuaikan dengan jenis ketunaannya
3.3.3. Kelas inklusif ABK tidak banyak perubahan pada kurikulum dikelas inklusif ini, karena semua disesuaikan dengan kondisi peserta didiknya. Akan tetapi jika ada sebagian pembelajaran yang tidak mampu maka akan dibuatkan kurikulum modifikasi