Masalah Kesehatan Dan Bahaya lingkungan
von bagas fajar
1. Kasus di Luar Negara
2. Pencemaran Udara Di Henan, China
2.1. 1. Kasus tahun 2018
2.2. 2. Zat : Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Hidrokarbon (HC), Chlorouorocarbon (CFC), Timbal (Pb), dan Partikular (PM10)
2.3. 3. Dampak : 1. Masalah pernapasan 2. Terjadi Hujan Asam 3. Debu kuning 4. Polusi air
2.4. 4. Polusi yang terjadi di Tiongkok ini telah melewati batas negara atau batas kedaulatan negara. Polusi lintas batas adalah polusi yang melintasi batas kedaulatan negara dan menyebar ke beberapa negara. Polusi yang ditimbulkan ini biasanya berupa polusi udara dan air. Zat atau bahan yang mengakibatkan pencemaran merupakan polutan. Hampir 11 Kota di Tiongkok mengalami pencemaran udara seperti Beijing, Chengdu, Chongqing, Guangzhou, Harbin, Hinan, Shanghai, Shenyang, Tianin, Wuhan dan Yi’an (Saragih, 2006). Permasalahan polusi udara yang terjadi di Tiongkok salah satunya disebabkan oleh ketergantungan yang besar dengan kebutuhan batubara yang memiliki kualitas rendah dan bersulfur tinggi untuk pembangkit listrik, produksi industri, dan keperluan rumah tangga seperti penghangat ataupun memasak di rumah dimana Tiongkok menggunakan 75% dari kebutuhan energinya dari batu bara. Kondisi geografis dan iklim juga disinyalir memperburuk polusi udara di Tiongkok, dimana Gurun di bagian barat Tiongkok merupakan sumber utama badai debu yang melanda Tiongkok dan bagian Asia Timur lainnya seperti Jepang dan Korea.
3. Pencemaran Limbah Nuklir di Fukushima, Jepang
3.1. 1. Kasus tahun 2011
3.2. 2. Zat : Zat radioaktif : Yodium 131
3.3. 3. Dampak : Dampak radiasi bagi kesehatan tidak terlepas dari dosis dan lama paparan. Hal tersebut dapat terjadi secara cepat (akut) maupun lambat (jangka panjang). Paparan radiasi yang terlalu besar menyebabkan mual, diare, dan sakit kepala.
3.4. 4. Duka mendalam yang dialami bangsa Jepang akibat gempa besar disertai tsunami (11/03). ternyata tidak hanya berakhir pada hilangnya ribuan nyawa warga mereka serta luluh lantahnya bangunan pemerintahan dan sipil, namun juga pada hancurnya salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir yang terdapat di Perfektur Fukushima. Gempa tersebut menyebabkan reaktor nuklir yang ada di Fukushima meledak. Ledakan dipicu oleh terjadinya kerusakan akibat gempa pada batang pendingin reaktor, sehingga terjadilah peningkatan suhu yang sangat drastis dan pada akhirnya menyulut ledakan reaktor. Dari ledakan tersebut dihasilkan zat radioaktif antara lain yodium-131 dan sesium-137
4. Kebakaran Hutan di Australia
4.1. 1. Tahun 2020
4.2. 3. Dampak : a. asap kebakaran hutan menyebabkan polusi udara. b. faktor penyebab kebakaran di wilayah australia. c. jumlah flora dan fauna terdampak kebakaran. d. tingkat kesuburan tanah menurun
4.3. 2. Zat : Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2),
4.4. 4. Kebakaran dimulai karena beberapa sebab, dari rokok yang dibuang sembarangan hingga sambaran petir yang menyebabkan pembakaran. Namun, hal itu juga didukung beberapa faktor lain, seperti kurangnya hujan dan kelembaban tanah yang rendah. Kondisi tersebut memungkinkan api kecil untuk membesar dalam waktu cepat. Ditambah dengan suhu tinggi dan angin kencang yang dialami Australia dalam beberapa bulan terakhir, kebakaran kecil ini dapat menjadi besar. Selain itu, dengan musim kebakaran yang semakin lama, waktu untuk meminimalkan kebakaran semakin sedikit, sehingga memberikan peluang kebakaran untuk membesar dan sulit dipadamkan.
5. Kasus di Indonesia
6. Pencemaran Air Sungai di citarum
6.1. 1. Kasus pencemaran air Sungai Cibeet di Desa Taman Mekar, Kecamatan Pangkalan ( Tahun 2019).
6.2. Zat : BOD, limbah cair, limbah kimia
6.3. 3. Dampak : 1. terkena penyakit kulit, 2. infeksi, 3. saluran pernapasan terganggu, dan 4. batuk karena efek bau busuk yang menyengat dari air sungai. 5. Belum lagi air sumur warga yang warnaya kini kekuningan.
6.4. Pencemaran, disebabkan oleh pengolahan limbah cair yang gagal. Pencemaran dipicu oleh melubernya limbah cair dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Lantaran tak tertampung dalam IPAL, limbah cair kemudian luber dan gagal ditampung pada bak penampung. Karena outlet-nya (bak penampung) sedang diperbaiki, limbah ditampung sementara dalam empang. Karena empang tak dapat menampung seluruh limbah, akhirnya limbah cair limpas dan mengalir ke sungai Cibeet
7. Kebakaran Hutan di Kalimantan Tengah
7.1. 1. Kalimantan Tengah Tahun 2019
7.2. 2. Zat : Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2),
7.3. 3. Dampak: a.mengganggu kesehatan makhluk hidup, b.kerusakan lingkungan ekosistem, dan c.hujan asam.
7.4. 4. Kalimantan Tengah merupakan provinsi dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terluas sepanjang 2019. Berdasarkan data SiPongi Karhutla Monitoring Sistem, luas karhutla di pronvinsi dengan ibu kota Palangkaraya sepanjang tahun ini mencapai 134 ribu ha. Luas karhutla tahun ini, periode 1 Januari-3 Desember 2019 mencapai 857 ha. Jumlah tersebut meningkat 62% dibanding karhutla 2018 dan juga merupakan yang terbesar dalam empat tahun terakhir. Banyak tudingan bahwa perusahaan perkebunan sawit ikut andil terjadinya karhutla karena sebagian lahan kosong bekas kebakaran yang beralih fungsi menjadi perkebunan sawit.
8. Tumpahan minyak Pertamina di teluk Balikpapan
8.1. 1. Kasus terjadi di tanggal 4 April 2018
8.2. 2. Zat : 1. zat kimia berbahaya beracun (B3). 2. Merkuri 3. Timbal 4. HCL
8.3. 3. Dampak : 1. Merusak ekosistem laut 2. Mencemari hutan mangrove 4. Penyakit kulit 5. Membunuh biota-biota di laut dan pantai
8.4. 4. Penyebab tumpahan minyak di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, akhirnya terungkap, berasal dari pipa bawah laut terminal Lawe-lawe ke fasilitas refineery PT Pertamina, yang putus. Minyak mentahpun bocor dan tumpah mengotori area diperkirakan seluas 7.000 hektar, dengan panjang pantai terdampak di sisi Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Pasir Utara mencapai sekitar 60 kilometer.