KOMPONEN PETA
von Alfathul Aufa Zafira Gusna
1. Garis Koordinat
1.1. Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa koordinat peta dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Garis koordinat sangat penting pada peta karena akan menunjukkan lokasi pada peta dibanding lokasi lainnya di permukaan bumi serta menggambarkan karakteristik suatu lokasi atau wilayah yang dipetakan. Sebagai contoh, suatu lokasi yang terletak pada lintang tropis akan memiliki karakteristik iklim tropis.
2. Simbol Peta
2.1. Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuan simbol peta adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam membaca dan memahami isi peta.
2.2. a. simbol titik Simbol titik pada peta bisa beragam bentuknya. Simbol titik bisa berupa lingkaran, bujur sangkar, segitiga, dan lainnya. Lambang ibu kota biasanya diberi simbol bujur sangkar, gunung api berbentuk segitiga, dan ibu kota kabupaten berbentuk lingkaran.
2.3. b. simbol garis Simbol garis bisa digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis bisa diatur sesuai dengan kaidah perpetaan.
2.4. c. simbol warna Simbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Tidak sembarang warna bisa digunakan untuk objek-objek tertentu karena ada aturan perpetaan. Misalnya warna perairan (sungai, danau, dan laut) diberi warna biru, jalan diberi warna merah, dan lain-lain.
2.5. d. Simbol Area Objek yang digambar pada peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan. Simbol area juga memiliki aturan tertentu dalam pemetaannya. Misalnya, area berupa sawah digambarkan dalam bentuk polygon tertutup yang di dalamnya terdapat simbol tanaman padi.
3. Legenda
3.1. Legenda menunjukkan keterangan semua objek yang ada atau muncul pada muka peta. Pada legenda inilah seorang pembaca peta akan mengetahui tentang objek yang ada pada wilayah yang dipetakan.
4. Tahun Pembuatan
4.1. Tahun pembuatan peta dicantumkan agar penggunanya tahu kapan tahun dibuatnya peta. Sehingga pengguna peta mengetahui, apakah peta masih layak digunakan atau tidak.
5. Judul Peta
5.1. Judul peta menunjukkan isi suatu peta.
6. Skala Peta
6.1. Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan.
6.2. a. skala angka Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1:10.000. Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti satuan yang digunakan adalah centimeter (cm). Sehingga skala angka itu dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.
6.3. b. skala garis atau grafis Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.
7. Petunjuk Arah Utara
7.1. Biasanya sebuah peta memiliki petunjuk arah utara. Biasanya ini ditunjukkan dengan simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bermacam-macam. Simbol petunjuk arah utara ini biasanya ada pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.
8. Insert
8.1. Inset merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan di antara lokasi lainnya yang lebih luas.
9. Sumber Peta
9.1. Sumber peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta. Dari sumber peta inilah diperoleh informasi untuk pembuat peta, sehingga bisa dinilai kualitas peta yang dihasilkannya.