1. Definisi
1.1. Tindakan medis yang bertujuan mengganti komponen darah yang berkurang.
2. Komplikasi
2.1. Imunologi
2.1.1. Aloimunisasi
2.1.2. Reaksi transfusi hemolitik
2.1.2.1. Segera
2.1.2.1.1. Terjadi saat transfusi dilakukan
2.1.2.1.2. Berat
2.1.2.2. Tertunda
2.1.2.2.1. Terjadi 2-10 hari setelah transfusi
2.1.2.2.2. Lebih ringan
2.1.3. Reaksi febris transfusi
2.1.4. Kerusakan paru akut karena transfusi
2.1.4.1. Terjadi beberapa jam setelah transfusi
2.1.4.2. Karena sindroma udem pulmonal non kardiogenik
2.1.5. Reaksi transfusi alergi
2.1.5.1. Syok anafilaksis
2.1.5.1.1. Akibat reaksi IgA darah donor dengan antiIgA plasma resipien
2.1.5.2. Urtikaria
2.1.5.2.1. Akibat interaksi antigen IgE resipien memicu dikeluarkannya histamin dan sel mast
2.1.6. Purpura pasca transfusi
2.1.6.1. Terjadi setelah 5-10 hari transfusi
2.1.6.2. Karena berkembangnya aloantibodi terhadap trombosit
2.1.7. Pengaruh Imuno supresi
2.1.8. Penyakit Graft versus host
2.2. Non Imunologi
2.2.1. Kelebihan volume
2.2.2. Transfusi masif
2.2.2.1. metabolik
2.2.2.2. hipotami
2.2.2.3. pengenceran
2.2.3. Infeksi
2.2.3.1. Virus
2.2.3.1.1. Hepatitis B, C
2.2.3.1.2. HIV
2.2.3.1.3. Human T-cell leukemia
2.2.3.1.4. Sitomegalo
2.2.3.2. Lain
2.2.3.2.1. Malaria
2.2.3.2.2. Sifilis
2.2.3.2.3. Kontaminasi bakteri lain
3. Macam-Macam Transfui Darah
3.1. Darah lengkap
3.1.1. Berisi: Eritrosit, trombosit, leukosit, dan plasma
3.1.2. Volume: 250 mL darah + 37 mL antikoagulan
3.2. Packed Red Cell (PRC)
3.2.1. Berisi: Eritrosit, leukosit, trombosit, sedikit plasma
3.2.2. Volume: 150-300 mL
3.3. Trombosit pekat
3.3.1. Berisi: trombosit, beberapa leukosit, eritrosit, dan plasma
3.3.2. Volume: 450 L
3.4. Fresh Frozen Plasma (FPP)
3.4.1. Berisi: plasma, faktor pembekuan, komplemen, dan protein lasma
3.4.2. Volume 200-250 mL
4. Indikasi
4.1. Hb < 8g/dl
4.2. Pre operasi
4.2.1. Tanpa iskemi Hb < 8 g/dl
4.2.2. Dengan iskemi Hb < 10 g/dl
5. Syarat Donor
5.1. Umum
5.1.1. Keadaan umum baik
5.1.2. Usia 17-65 tahun
5.1.3. BB > 50 kg
5.1.4. Tidak demam
5.1.5. Denyut nadi normal
5.1.6. Tekanan darah
5.1.6.1. terendah
5.1.6.1.1. 90/50 mmHg
5.1.6.2. tertinggi
5.1.6.2.1. 180/100 mmHg
5.1.7. Donor terakhir 8 minggu
5.1.8. Tidak hamil
5.1.9. Bukan tuberkulosis aktif
5.1.10. Bukan asma bronkiale simtomatik
5.1.11. Paska pembedahan
5.1.11.1. 6 bulan setelah operasi
5.1.11.2. Luka operasi sembuh dari operasi kecil
5.1.11.3. 3 hari setelah ekstraksi gigi
5.1.12. Tidak ada riwayat pendarahan abnormal
5.1.13. Tidak ada riwayat kejang
5.2. Setelah imunisasi
5.2.1. Tidak ada gejala setelah tindakan
5.2.2. Vaksinasi
5.2.2.1. Cacar
5.2.2.1.1. setelah suntikan reda
5.2.2.2. Campak, gondong, demam kuning, polio
5.2.2.2.1. 2 minggu setelah imunisasi
5.2.2.3. Campak jerman
5.2.2.3.1. 2 bulan
5.3. Penderita Malaria
5.3.1. Pulang dari daerah endemik
5.3.1.1. 6 bulan tidak timbul gejala
5.3.2. Penderita pernah malaria
5.3.2.1. 3 tahun penyakitnya asimptomatik
6. Golongan Darah
6.1. Sistem Golongan Darah
6.1.1. ABO
6.1.2. Rhesus
6.2. Uji Darah Donor
6.2.1. Uji darah golongan ABO
6.2.2. Uji darah golongan rhesus
6.2.3. Uji antibodi yang tidak diharapkan (pada orang yang pernah tranfusi atau hamil)
6.2.4. Uji terhadap penyakit infeksi
6.2.5. Uji crossmatch
6.2.5.1. Mayor
6.2.5.1.1. Reaksi antara eritrosit donor dengan serum pasien
6.2.5.2. Minor
6.2.5.2.1. Reaksi antara serum donor dengan eritrosit pasien