FARMAKOTERAPI HIPERTENSI
von Riska ayu Abelina
1. Hipertensi merupakan masalah kesehatan dunia, prevalensi hipertensi yang meningkat, disertai dengan penyakit lain yang menyertainya akan meningkatkan risiko kejadian kardiovaskuler dan penyakit ginjal.
2. Hipertensi biasanya tidak menimbulkan gejala yang spesifik, sehingga menyebabkan banyak penderita hipertensi yang tidak diobati, dari pasien hipertensi yang mendapat pengobatan, hanya sekitar 10-20% yang mencapai target kontrol tekanan darah.
3. Obat anti hipertensi terdiri dari beberapa jenis, sehingga memerlukan strategi terapi untuk memilih obat sebagai terapi awal, termasuk mengkombinasikan beberapa obat anti hipertensi.
4. Pengobatan antihipertensi dengan terapi farmakologis dimulai saat seseorang dengan hipertensi tingkat 1 tanpa faktor risiko, belum mencapai target TD yang diinginkan dengan pendekatan nonfarmakologi.
5. Penelitian besar membuktikan bahwa obat-obat antihipertensi utama berasal dari golongan : diuretik, ACE inhibitor, antagonis kalsium, angiotensin receptor blocker (ARB) dan beta blocker (BB). Semua golongan obat antihipertensi di atas direkomendasikan sebagai pengobatan awal hipertensi dan terbukti secara signifikan menurunkan TD.
6. Penurunan tekanan darah sangat penting dalam menurunkan risiko mayor kejadian kardiovaskuler pada pasien hipertensi. jarang bisa mengontrol tekanan darah, dan banyak pasien memerlukan lebih dari 1 obat anti hipertensi.
7. mekanisme kerja dan efek samping obat antihipertensi : 1. Diuretik bekerja untuk mengurangi penyerapan natrium ginjal. 2. Diuretik tiazid bekerja menghambat kontrasporter natrium dan klorida di tubulus distal ginjal. Contohnya klorotiazid, chlorthalidone, hidroklorotiazid, metolazone, dan indapamide. 3. Loop diuretik bekerja menghambat natrium, kalium dan klorida. Contohnya Torsemide, furosemide, bumetanide, ethacrynic acid
8. Obat – obat Anti Hipertensi : Ada berbagai kelas obat antihipertensi 1. Diuretics : Thiazide diuretics, Loop diuretics , Potassium-sparing diuretics. 2. Renin-Angiotensin System Blockers : Angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin II receptor type I, blockers (ARB), Direct renin inhibitors. 3. Calcium Channel Blockers : Dihydropyridine, Diltiazem, Verapami. 4. Beta Blockers : Nonselective beta blockers, Selective beta blockers , Combined alpha and beta blockers . 5. Aldosterone Blocker : Spironolactone, Eplerenone, 6. Direc Vasodilators, 7. Alpha-1 Blockers, 8. Central Adrenergic Agonists.
9. Prinsip Penatalaksanaan Hipertensi Berdasarkan analisis dari berba
10. 1. Penurunan tekanan darah sangat penting dalam menurunkan risiko mayor
11. 2. Penelitian pendahuluan memfokuskan pada pengobatan tekanan darah diastolik
12. 3. Monoterapi jarang bisa mengontrol tekanan darah,
13. 4. Respon terhadap berbagai klas anti hipertensi adalah heterogen,
14. 5. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa penyakit komorbiditas seperti diabetes,
15. 6. Penurunan tekanan darah 20/10 mmHg