Teori Belajar Behaviorisme

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Teori Belajar Behaviorisme von Mind Map: Teori Belajar Behaviorisme

1. Teori belajar Menurut Para Ahli

1.1. Teori Belajar Menurut Thorndike: Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati. Teori Thorndike ini disebut pula dengan teori koneksionisme

1.2. Teori Belajar Menurut Watson: stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun ia mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selama proses belajar mengajar, namun Ia menganggap hal-hal tersebut sebagai faktor yang tak perlu diperhitungkan. Ia tetap mengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam benak siswa itu penting, namun semua itu tidak dapat menjelaskan apakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamatitimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah lakuyang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur. Dengan kata lain, walaupun iamengakui adanya perubahan-perubahan mental dalam diri seseorang selamaproses belajar mengajar, namun Ia menganggap hal-hal tersebut sebagai faktoryang tak perlu diperhitungkan. Ia tetap mengakui adanya perubahan-perubahanmental dalam benak siswa itu penting, namun semua itu tidak dapat menjelaskanapakah seseorang telah belajar atau belum karena tidak dapat diamatis

1.3. Teori Belajar Menurut Clark Hull. Chark hull juga menggunakan variabel hubungan antara stimulus dan respon untuk menjelaskan pengertian tentang belajar. Namun Ia sangat terpengaruh oleh teori evolusi yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Bagi Hull, seperti halnya teori evolusi, semua tingkah laku bermanfaat untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Oleh sebab itu, teori Hull mengatakan bahwa kebutuhan biologis dan pemuasan kebutuhan biologis sangat penting dan menempati posisi sentral dalam seluruh kegiatan manusia, sehingga stimulus dalam belajarpun hampir selalu dikaitkan dengan kebutuhan biologis, walaupun respon yang akan muncul mungkin dapat bermacam-macam bentuknya.

1.4. Teori Belajar Menurut Edwin GuthrieAzas belajar Guthrie yang utama adalah hukum kontiguiti. Yaitu gabungan stimulus-stimulus yang disertai suatu gerakan, pada waktu timbul kembali cenderung akan diikuti oleh gerakan yang sama. Hubungan antara stimulus dan respon bersifat sementara, oleh karena dalam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberi stimulus agar hubungan stimulus dan respon bersifat lebih kuat dan menetap.

2. Latar Belakang

2.1. Belajar merupakan salah satu kebutuhan hidup manusia yang sangat penting. Di dalam dunia pendidikan, belajar merupakan aktivitas pokok dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar. Melalui belajar seseorang dapat mengerti berbagai ilmu, memahami konsep-konsep baru, ataupun mengalami perubahan tingkah laku. Keberhasilan proses belajar dan pembelajaran salah satunya ditentukan oleh pemahaman seorang pendidik terhadap teori belajar Banyak teori belajar yang menginspirasi dan mendasari lahirnya macam-macam strategi pembelajaran, seperti teori behaviorisme, teori kognitivisme, dan teori konstruktivisme. Teori belajar behaviorisme atau behaviorisme merupakan teori yang berpandangan bahwa belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Teori ini mengutamakan pengukuran, sebab pengukuran merupakan suatu hal penting untuk melihat terjadi atau tidaknya perubahan tingkah laku tersebut.

3. Tujuan Pembelajaran

3.1. Tujuan pembelajaran menurut teori behaviorisme ditekankan pada penambahan pengetahuan, sedangkan belajar sebagai aktivitas “mimetic” yang menuntut peserta didik untuk mengungkapkan kembali pengetahuan yang sudah dipelajari dalam bentuk laporan, kuis, atau tes.

4. Kekurangan Teori Behaviorisme

4.1. Aliran behaviorisme dianggap gagal karena tidak memperhitungkan faktor kesadaran manusia. Aliran behaviorisme tidak memperhitungkan faktor pengalaman subjektif masing-masing individu (cinta, keberanian, keimanan, harapan dan putus asa). Jadi aliran ini gagal memperhitungkan kesadaran manusia dan motif-motif tidak sadarnya. Aliran ini sering dikaitkan sebagai aliran ilmu jiwa namun tidak peduli pada jiwa. Behaviorisme ingin menganalisis hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Belakangan, teori kaum behaviorislebih dikenal dengan nama teori belajar, karena menurut mereka seluruh perilaku manusia kecuali instink adalah hasil belajar.