B. Kondisi Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan
von Sanny Fauziah
1. Sistem ketentuan : • Petani harus menyewa meskipun dia pemilik tanah tersebut. • Harga sewa tanah tergantung kondisi tanah. • Pembayaran sewa tanah dilakukan dengan uang tunai. • Bagi yang tidak memiliki tanah yang dikenakan pajak kepala. Penyebab kegagalan : • Sulit menentukan besar pajak bagi pemilik tanah karena tidak semua rakyat memiliki tanah yang sama. • Sulit menentukan luas dan tingkat kesuburan tanah petani. • Keterbatasan jumlah pegawai. • Masyarakat desa belum mengenal sistem uang.
2. Perlawanan terhadap Persekutuan Dagang. • Sultan Baabullah ( Putera Sultan Hairun ). Pada tahun 1529 terjadi perang Tidore dan Portugis. Tahun 1570 , bertempat di Benteng Sao Paolo , terjadi perundingan antara Sultan dan Portugis. Portugis menangkap Sultan Hairun dan membunuhnya , membuat rakyat Maluku marah dan pada saat itu juga Ternate dan Tidore bersatu untuk melancarkan serangan terhadap Portugis. Pada tahun 1575 , Portugis berhasil diusir dari Ternate. • Perlawanan Aceh. Pada tahun 1629 , Aceh mencoba menaklukkan Portugis , tetapi penyerangan tersebut belum menghasilkan kemenangan. Meskipun demikian , Aceh masih berdiri sebagai kerajaan yang merdeka. • Ketangguhan " Ayam Jantan dari Timur ". Sultan Hasanuddin adalah Raja Gowa di Sulawesi Selatan. Ia diberi gelar " Ayam Jantan dari Timur " , karena ketangguhannya. • Serangan Mataram terhadap VOC. Perselisihan antara Mataram dan VOC terjadi karena nafsu monopoli Belanda. B. Perlawanan Terhadap Pemerintah Hindia Belanda. • Perang Diponegoro ( 1825-1830 ) Perang Diponegoro merupakan salah satu perang besar yang dihadapi oleh Hindia Belanda. • Perang Aceh Tratat London tahun 1871 menyebut Belanda menyerahkan Sri Lanka kepada Inggris , dan Belanda mendapat hak terhadap Aceh. • Perlawanan Sisimangaraja , Sumatera Utara. Perlawanan Belanda di Sumatra Utara dilakukan oleh Sisimangaraja XII. Perlawanan ini dinamakan juga perang Batak yang berlangsung selama 29 tahun. • Perang Banjar Perang Banjar berawal ketika Belanda campur tangan dalam urusan pergantian raja dikerajan Banjarmasin. • Perang Jagaraga di Bali Perang Jagaraga berawal ketika Belanda dan kerajaan di Bali bersengketa tentang hak Tawan karang. Hak Tawan karang menyatakan bahwa setiap kapal yang kandas di perairan Bali menjadi hak penguasa didaerah tersebut.
3. Gubernur jenderal Daendels , melakukan kebijakan seperti pembangunan militer , jalan raya , perbaikan pemerintahan , dan perbaikan ekonomi. Salah satu kebijakan yang terkenal dan buktinya dapat disaksikan hingga masa sekarang adalah pembangunan jalan Anyer-Panurukan ( jalan raya pos ). Rakyat Indonesia di paksa Belanda untuk membangun jalan. Mereka tidak digaji dan tidak menerima makanan yang layak. Akibatnya , ribuan penduduk meninggal baik karna kelaparan maupun penyakit yang diderita.
4. 2. Pengaruh Kebijakan Kerja Paksa
5. 5. Perlawanan Terhadap Kolonialisme dan Imperialisme
6. Belanda melalui VOC memaksa kerajaan - kerajaan di Indonesia untuk menandatangani kontrak monopoli dengan berbagai cara . Salah satu caranya adalah politik adu domba atau di kenal dengan Devide Et Impera. Dengan adanya monopoli ini , pedagang lain termasuk pedagang lokal Indonesia tidak dapat berdagang dengan bebas dan penuh keterpaksaan . Saat kerajaan kerajaan mengizinkan rakyat menjual hasil bumi kepada VOC. VOC menjual hasil rempah rempah ke Eropa dengan harga yang sangat tinggi. Sehingga VOC mengalami kebangkrutan pada akhir abad XVIII.
7. Praktik-praktik penekanan dan pemaksaan terhadap rakyat : • Menurut ketentuan , tanah yang digunakan untuk tanaman wajib hanya 1/5 dari tanah yang dimiliki rakyat. Namun kenyataannya , selalu lebih bahkan sampai 1/2 bagian dari tanah yang dimiliki rakyat. • Kelebihan hasil panen tanaman wajib tidak pernah dibayarkan. • Waktu untuk kerja melebihi dari 66 hari , dan tanpa imbalan yang memadai. • Tanah yang digunakan untuk tanaman wajib tetap dikenakan pajak. Penderitaan rakyat Indonesia akibat kebijakan tanam paksa dapat dilihat dari jumlah kematian rakyat Indonesia yang tinggi akibat kelaparan. Orang-orang Belanda yang menentang adanya tanam paksa : • Baron Van Hoevel , E.F.E. • Douwes Dekker ( Multatuli ) • L. Vitalis
8. 4. Pengaruh Sistem Tanam Paksa
9. 1. Pengaruh Monopoli dalam Perdagangan
10. 3. Pengaruh Sistem Sewa Tanah