Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Prenatal Development & Birth von Mind Map: Prenatal Development & Birth

1. Prenatal Development

1.1. The Course of Prenatal Development

1.1.1. Periode Germinal

1.1.1.1. Waktu

1.1.1.1.1. 2 minggu setelah pembuahan

1.1.1.2. Yang Terjadi

1.1.1.2.1. Sel telur yang dibuahi = zigot

1.1.1.2.2. Pembelahan sel

1.1.1.2.3. Pelekatan zigot ke dinding rahim

1.1.1.3. Diferensiasi-Spesialisasi Sel

1.1.1.3.1. Mulai berlangsung 1 minggu setelah pembuahan

1.1.2. Periode Embrionik

1.1.2.1. Endoderm

1.1.2.1.1. Lapisan dalam sel yang akan berubah menjadi sistem pencernaan dan pernafasan

1.1.2.2. Mesoderm

1.1.2.2.1. Lapisan tengah yang akan menjadi sitem peredaran darah, tulang, otot, sitem ekskresi dan sitem reproduksi

1.1.2.3. Ectoderm

1.1.2.3.1. Lapisan terluar yang akan menjadi sistem saraf dan otak, reseptor sensorik dan bagian kulit

1.1.3. Periode Fetal

1.1.3.1. Proses Pembentukan

1.1.3.1.1. 3 bulan: 3 inc, empat per lima ons

1.1.3.1.2. 4 bulan: 5,5 inc ; 5 ons

1.1.3.1.3. 5 bulan: 12 inc, hampir 1 pon

1.1.3.1.4. 6 bulan: 14 inc, 1 pon

1.1.3.1.5. 7 bulan: 16 inc, 3 pon

1.1.3.1.6. 8 bulan: 17 inc, 4 pon

1.1.3.1.7. Kelahiran: 20 inc, 8 pon

1.1.4. Perkembangan Otak

1.1.4.1. Tabung Saraf

1.1.4.1.1. Terbentuk 18-24 hari setelah pembuahan

1.1.4.1.2. Sistem saraf terbentuk sebagai tabung panjang beronnga di punggung embrio

1.1.4.1.3. Tabung menutup di ujung atas 27 hari setelah pembuahan

1.1.4.2. Neurogenesis

1.1.4.2.1. Puncak neurogenesis, menghasilkan 200.000 neuron setiap menit

1.1.4.2.2. Terjadi poliferasi pembentukan neuron baru yang belum matang

1.1.4.2.3. Minggu ke-5 prenatal dan berlanjut

1.1.4.3. Migrasi Saraf

1.1.4.3.1. 6 - 24 minggu setelah pembuahan

1.1.4.3.2. Bergerak dari titik asalnya ke lokasi sesuai dan mencipatakan struktur, tingkat dan wilayah otak yang berbeda (Keunen, Counsell & Benders, 2017)

1.1.4.4. Konektivitas Saraf

1.1.4.4.1. Minggu ke-23 prenatal

1.2. Teratology and Hazards to Prenatal Development

1.2.1. Prinsip Umum

1.2.1.1. Teratogen

1.2.1.1.1. Setiap agen yang berpotensi menyebabkan cacat lahir dan secara negatif mengubah hasil kognitif dan perilaku

1.2.1.2. Dosis

1.2.1.2.1. Semakin besar dosis agen (obat), semakin besar efeknya

1.2.1.3. Kerentanan Genetik

1.2.1.3.1. Jenis/tingkat keparahan kelainan yang disebabkan teratogen

1.2.1.4. Waktu Pemaparan

1.2.1.4.1. Kerusakan pada masa germinal dapat mencegah implantasi

1.2.1.4.2. Periode embrionik lebih rentan daripada periode fetal

1.2.2. Obat Resep dan Nonresep

1.2.2.1. Resep

1.2.2.1.1. Antibiotik: streptomisin, tetraksilin, antidepresan, hormon tertentu dan accutane

1.2.2.2. Nonresep

1.2.2.2.1. Dapat Berbahaya, contoh: pil diet, aspirin dosis tinggi

1.2.3. Obat Psikoaktif

1.2.3.1. Contoh

1.2.3.1.1. Kafein

1.2.3.1.2. Alkohol

1.2.3.1.3. Nikotin

1.2.3.1.4. Kokain

1.2.3.1.5. Marijuana

1.2.3.1.6. Heroin

1.2.4. Golongan Darah Yang Tidak sesuai

1.2.4.1. Ibu RH -, Ayah RH+

1.2.4.1.1. Bayi RH + pertama aman

1.2.4.1.2. Bayi RH + kedua berbahaya, karena tubuh ibu sudah membentuk antibodi

1.2.5. Bahaya Lingkungan

1.2.5.1. Yang Berbahaya Bagi Embrio/Janin

1.2.5.1.1. Radiasi, limbah beracun dan polutan kimia (Jeong & Others, 2018)

1.2.5.1.2. Karbon monoksida, merkuri, timbal, pupuk dan pestida tertentu (Wang & Others, 2017)

1.2.6. Maternal Diaseases

1.2.6.1. Dapat menghasilkan cacat pada keturunan karena melintasi penghalang plasenta (Cuffe & Others, 2018)

1.2.6.2. Contohnya: Aids

1.2.7. Faktor Orang Tua Lainnya

1.2.7.1. Beberapa Faktor

1.2.7.1.1. Diet dan Nutrisi ibu yang kurang cukup

1.2.7.1.2. Usia ibu

1.2.7.1.3. Emosi & Stress

1.2.7.1.4. Faktor ayah

1.3. Prenatal Care

1.3.1. Variasi Prenatal Care

1.3.1.1. Flanagan & others, 2018; Goldenberg & McClure, 2018; Jarris & others, 2017; Sheeder & Weber Yorga, 2017

1.3.1.1.1. Kunjungan perawatan medis

1.3.1.1.2. Skrining kondisi dan penyakit agar dapat ditangani

1.3.1.2. Yeo, Crandell, & Jones-Vessey, 2016

1.3.1.2.1. Layanan pendidikan, sosial dan nutrisi komprehensif

1.4. Normal Prenatal Development

1.4.1. Fokus

1.4.1.1. Perkembangan Prenatal

1.4.2. Saran

1.4.2.1. Orang tua sebaiknya mengambil langkah untuk menghindari kerentanan janin

1.4.2.2. Perkembangan Prenatal tidak salah

2. Birth

2.1. The Birth Process

2.1.1. Tahapan Kelahiran

2.1.1.1. Kontraksi

2.1.1.1.1. 15 - 20 menit awal, berlangsung hingga 1 menit

2.1.1.1.2. Semakin dekat, muncul 2- 5 menit

2.1.1.1.3. Pada kelahiran pertama, ibu menglami fase kontraksi 6 - 12 jam. Untuk kelahiran kedua biasanya lebih pendek

2.1.1.2. Kepala Bayi Bergerak

2.1.1.2.1. Dimulai ketika kepala bayi bergerak melalui leher rahim dan jalan lahir

2.1.1.2.2. Berakhir ketika bayi benar-benar keluar dari tubuh ibu

2.1.1.3. Kelahiran Plasenta

2.1.1.3.1. Keluarnya tali pusat dan selaput lain dari tubuh ibu. Merupakan tahap terpendek

2.1.2. Pengaturan dan Penolong Persalinan

2.1.2.1. Midwifes (Bidan)

2.1.2.1.1. Profesi yang memberikan pelayanan kepada wanita selama kepada wanita selama masa kehamilan, kelahiran dan nifas (Christensen & Overgaard, 2017)

2.1.2.2. Doula

2.1.2.2.1. Profesi yang merawat wanita yang sedang melahirkan, mengasuh dan memberi dukungan secara fisik, emosional dan pendidikan

2.1.3. Metode Persalinan

2.1.3.1. Medication

2.1.3.1.1. Analgesia

2.1.3.1.2. Anastesi

2.1.3.1.3. Oksitosin

2.1.3.2. Persalinan Alami

2.1.3.2.1. etode yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit ibu dengan mengurangi rasa takutnya dengan memberikan informasi tentang persalinan, dan mengajarinya dan pasangannya untuk menggunakan metode pernapasan dan teknik relaksasi selama persalinan (Bacon & Tomich, 2017, London & lainnya, 2017).

2.1.3.3. Persalinan Operasi Caesar

2.1.3.3.1. Bayi dikeluarkan dari rahim ibu melalui sayatan yang dibuat di perut

2.1.3.3.2. Terjadi jika bayi melintang dalam rahim, ukuran kepala bayi terlalu besar, bayi mengalami komplikasi dan ibu mengalami pendarahan vaginal

2.2. Assessing the Newborn

2.2.1. Apgar Scale

2.2.1.1. Waktu

2.2.1.1.1. 1 dan 5 menit setelah lahir

2.2.1.2. Fungsi

2.2.1.2.1. Mengevaluasi detak jantung, upaya pernapasan, tonus otot, warna tubuh dan iritabilitas

2.3. Preterm and Low Birth Weight Infants

2.3.1. Bayi Prematur dan Kecil

2.3.1.1. Bayi Berat Lahir Rendah

2.3.1.1.1. Kurang dari 5-8 pon saat lahir

2.3.1.1.2. Bayi dengan berat lahir sangat rendah yaitu dibawah 2,3, dan 4 pon

2.3.1.2. Bayi Prematur

2.3.1.2.1. Bayi yang lahir 3 minggu atau lebih sebelum masa kehamilan berakhir (37 minggu)

2.3.1.3. Bayi Kecil

2.3.1.3.1. Bayi kecil untuk usia kehamilan

2.3.1.3.2. Merekan memilki berat lahir dibawah normal jika dipertimbangkan lama kehamilan (kurang dari 90% dengan bayi yang usai kehamilannya sama)

2.3.2. Konsekuensi Kelahiran Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah

2.3.2.1. Umumnya

2.3.2.1.1. Bisa sehat

2.3.2.2. Masalah

2.3.2.2.1. Memilki masalah kesehatan dan keterlambatan perkembangan

2.3.3. Memelihara Berat Badan Lahir Rendah dan Bayi Prematur

2.3.3.1. Perawatan NICU

2.3.3.1.1. Terapi Pijat

2.3.3.1.2. Perawatan kanguru (kulit ke kulit)

3. The Postpartum Period

3.1. Physical Adjustments

3.1.1. Perubahan

3.1.1.1. Merasa lelah

3.1.1.2. Kecewa

3.1.1.3. Penurunan produksi hormon

3.1.1.3.1. Estrogen

3.1.1.3.2. Progresteron

3.2. Emotional & Psychological Adjustments

3.2.1. Postpartum Depression

3.2.1.1. Definisi

3.2.1.1.1. Kondisi yang dialami wanita setelah melahirkan yang memilki rasa sedih, cemas dan putus asa sehingga mengalmi kesulitan mengatasi tugas sehari-hari di masa nifas

3.2.1.2. Resiko

3.2.1.2.1. Penghargaan diri yang kurang

3.2.1.2.2. Baby Blues

3.2.1.2.3. Hubungan perkawinan memburuk

3.2.1.2.4. Dukungan sosial yang rendah

3.2.1.3. Perawatan

3.2.1.3.1. Obat antidepresan

3.2.1.3.2. Psikoterapi

3.2.1.3.3. Latihan fisik

3.3. Bonding

3.3.1. Definisi

3.3.1.1. Pembentukan ikatan antara orang tua dan bayi baru lahir dalam periode pendek