Diagnosa Kesulitan Belajar

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Diagnosa Kesulitan Belajar von Mind Map: Diagnosa Kesulitan Belajar

1. Pengertian Diagnosa Kesulitan Belajar

1.1. diagnosis merupakan proses pemeriksaan terhadap hal-hal yang dipandang tidak beres atau bermasalah.

1.2. kesulitan belajar didefinisikan sebagai rendahnya kepandaian yang dimiliki seseorang dibandingkan dengan kemampuan yang seharusnya dicapai orang itu pada umur tersebut. Kesulitan belajar secara informal dapat dikenali dari keterlambatan dalam perkembangan kemampuan seorang anak.

1.3. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Diagnosis kesulitanbelajar adalah upaya untuk memahami jenis dan karakteristik serta latar belakang kesulitan-kesulitan belajar dengan menghimpun dan mempergunakan berbagai data informasi selengkap dan seobjektif mungkin sehingga memungkinkan untuk mengambil kesimpulan dan keputusan serta mencari alternatif kemungkinan pemecahannya

2. Tahapan/prosedur melakukan diagnosa kesulitan belajar

2.1. Identifikasi Kasus

2.2. Identifikasi Masalah

2.3. Identifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

2.4. Prognosis/Perkiraan Kemungkinan Bantuan

2.5. Referal

3. Cara mengatasi kesulitan belajar pada anak

3.1. Dengan Pengajaran remedial

3.1.1. Menelaah secara mendalam

3.1.2. Memberikan alternatif tindakan

3.1.3. Evaluasi

3.2. Pendekatan pengajaran remedial

3.2.1. Pengajaran preventif

3.2.2. Pendekatan kuratif

3.2.3. Pendekatan developmental

4. Cara mengenali kesulitan belajar

4.1. Observasi

4.2. Interviu

4.3. Mengadakan tes diagnostik

4.4. Mengadakan tes diagnostik

5. Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

5.1. Faktor Internal ( faktor yang timbul dari dalam diri peserta didik itu sendiri, baik fisik maupun mental)

5.1.1. Faktor Jasmaniah

5.1.1.1. faktor kesehatan dan cacat tubuh

5.1.2. Faktor Psikologis

5.1.2.1. Intelegensi

5.1.2.2. Perhatian

5.1.2.3. Minat

5.1.2.4. Motivasi

5.2. Faktor Eksternal ( faktor yang datang dari luar diri seseorang yang berasal dari lingkungan mereka)

5.2.1. Faktor Keluarga

5.2.2. Faktor Masyarakat

5.2.3. Faktor Sekolah

6. Urgensi/pentingnya dilakukan diagnosa kesulitan belajar

6.1. setiap siswa hendaknya mendapat kesempatan dan pelayanan untuk berkembang secara maksimal.

6.2. adanya perbedaan kemampuan, kecerdasan, bakat, minat, dan latar belakang lingkungan masing-masing siswa.

6.3. sistem pengajaran di sekolah seharusnya memberi kesempatan pada siswa untuk maju sesuai dengan kemampuannya.

6.4. untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh siswa

7. Ciri anak yang mengalami kesulitan belajar

7.1. Menunjukkan hasil belajar yang rendah di bawah rata-rata nilai yang dicapai oleh kelompoknya atau di bawah potensi yang dimilikinya.

7.2. Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan.

7.3. Lambat dalam melakukan tugas-tugas kegiatan belajar.

7.4. Menunjukkan sikap-sikap yang kurang wajar

7.5. Menunjukkan tingkah laku yang berkelainan

7.6. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar