SIAPKAN DIRI ANDA JADI manusia PELAKU DAKWAH yang Unggul

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
SIAPKAN DIRI ANDA JADI manusia PELAKU DAKWAH yang Unggul von Mind Map: SIAPKAN DIRI ANDA JADI manusia PELAKU DAKWAH yang Unggul

1. MANUSIA, Dalam berbagai Presfektif

1.1. HIDUP UNTUK BERPRESTASI

1.1.1. 1. Berusaha kuat untuk menjaga nama baik

1.1.1.1. Selalu berusaha untuk mengoptimalkan kemampuan dengan seluruh daya dan upaya, sehingga menjadi manusia unggul yang selalu BERKARYA dengan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar, dan setiap Anda berpotensi untuk menjadi orang yang profesional di bidangnya. Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. SekiranyaAhli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka.

1.1.2. 2. Berusaha kuat untuk menambah wawasan dan mengembangkan keilmuan

2. BEKERJA

2.1. Adalah salah satu konsep yang menjadi perhatian. Bekerja merupakan hal mendasar dalam kehidupan. “Hidup manusia dapat berjalan baik jika setiap orang mau bekerja, baik untuk kepentingan individu ataupun kepentingan social”

2.1.1. Dengan Kerja: 1. Membangun kepercayaan diri, 2. Memiliki Kemuliaan 3. Melanggengkan Kehidupan 4. Selalu di kaitkan dengan KEIMANAN

2.1.1.1. DALIL, • QS.Al-‘Ashr ayat 1 – 3, yang artinya, : 1. Demi masa ; 2. Sesungguhnya manusia itu benar- benar dalam kerugian ; 3. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. • QS. At-Taubah ayat 105 yang artinya : “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” QS. Al-Insyiqaaq ayat 6 yang artinya : “Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh- sungguh menujuTuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya.”

2.1.1.2. BEKERJA, ... • Allah berfirman dalam Al-Quran Surat Al-Qashash ayat 77, yang artinya : “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” • Ibnu Mas’ud mengatakan : “Saya amat benci melihat seorang laki-laki yang menganggur, tidak ada usahanya untuk kepentingan dunia dan tidak pula untuk kepentingan akhirat.” • Al-Quran Surat Al-Jumu’ah ayat 10, yang artinya : “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi ; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” • Juga hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Baihaqi : “Sesungguhnya Allah senang jika salah seorang di antara kamu mengerjakan sesuatu pekerjaan yang dilakukan secara professional.” (HR. Baihaqi) • Tetapi kebanyakan manusia tidak memahami dan menyadarinya. Untuk itulah, Rasulullah SAW bersabda : “Dua hal yang sering manusia lupakan adalah kesehatan dan kesempatan.”

2.1.1.3. BEKERJA DENGAN: 1. Hati 2. Ikhlas 3. tanpa pamrih, 4. penuh kesadaran, 5. bertanggung jawab, 6. bersemangat, dan 7. bersungguh-sungguh karena merasa dinilai Allah SWT, 8. suci bersih dari penyimpangan, penyelewengan dan 9. kebohongan, 10. penuh prestasi, 11. terobsesi untuk selalu menampilkan yang terbaik, 12. serta menjadi teladan, contoh terbaik dalam kebaikan bagi lainnya.

3. Nama: Rizqullah Imamuddin Habibi NIM: 1103204139 Kelas: TK-44-04

4. KETAHUILAH, SETIAP ORANG ITU MEMILIKI KERABAT

4.1. dari 3 sisi; 1. kerabat dari sisi nasab, 2. kerabat karena pernikahan, dan 3. kerabat karena persusuan

4.1.1. KEUTAMAAN SILATURRAHMI 1. Sebab masuk syurga, (QS. Ar-Ra’d: 21-24) 2. Bukti keimanan 3. Dipanjangkan umur dan rezekinya

4.1.1.1. PEMUTUS SILATURRAHMI: 1. Dilaknat Allah SWT (QS. Ar-Ra’d: 25), (QS. Muhammd: 22-23) 2. Pemutus silaturahmi disebut oleh Allah sebagai orang fasik(QS. Al-Baqarah: 26-27) 3. Tidak akan masuk surga 4. Akan diberikan hukuman oleh Allah di dunia َّ5. Amalannya tidak diterima oleh Allah