VISUAL ART THERAPY
von Kanis Olin
1. ALASAN PENGGUNAAN VISUAL ART DALAM KONSELING
1.1. Dapat menyembuhkan traumatik pada diri konseli
1.2. Dapat membantu konseli mengekspresikan pikiran, emosi, dan tingkah laku yang tidak dapat disampaikan menggunakan kata-kata atau saat konseling tatap muka biasa
2. PROSEDUR PENGGUNAAN VISUAL ART
2.1. Fase 1
2.1.1. Konseling individu Konseling Kelompok
2.2. Fase 2
2.2.1. Penjelasan Masalah
2.3. Fase 3
2.3.1. Penggalian Latar Belakang
2.4. Fase 4
2.4.1. Penyelesaian Masalah
2.5. Fase 5
2.5.1. Penutup
3. KEKUATAN PENGGUNAAN SENI VISUAL DALAM KONSELING
3.1. a. kurang terbukanya konseli dalam permasalahanya sehingga penggunaan seni visual kurang optimal di dalam konseling.
3.2. b. Sering terjadinya kekeliruan oleh terapis dimana terapis dianggap terlalu merujuk pada terapi dan justru mengabaikan seni, atau sebaliknya terapis mengabaikan potensi seni yang berbeda pada setiap individu yang terlibat dalam terapi
3.3. c. para terapis yang tidak memiliki ilmu di bidang seni, sehingga kadang kala melakukan penilaian hanya sebagai terapis tanpa melibatkan penilaian terhadap proses seni.
4. menurut para ahli
4.1. Seni visual mencakup secara luas dalam bidang media, termasuk lukisan, gambar, fotografi, dan patung (Malchiodi, 2003; Shechtman & PerlDekel, 2000), Esman (1988) menyatakan, Plato adalah salah satu seniman yang diberkahi oleh para dewa dengan kegilaan ilahi. Upaya modern pertama untuk mengkonfirmasi atau mendiskreditkan ide gila ini diprakarsai oleh psikiater Jerman dan sejarawan seni Hans Prinzhorn (1922/1972), yang berusaha untuk mempelajari bentuk psikis ekspresi dalam seni pada pergantian abad ke-20. Dalam penelitian Prinzhorn ini, sekitar 5.000 karya seni dikumpulkan dari pasien kejiwaan seluruh Eropa. Dia menyarankan bahwa ekspresi kebutuhan psikis dasar untuk semua orang (McNiff, 1997).
5. SEJARAH DAN PELOPOR
5.1. Seni visual diartikan sebagai proses seni dan berfokus pada penglihatan yang mewakili realitas simbol.
5.2. Meski dalam sejarahnya terapi ini muncul di akhir 1940-an, terapi ini pertama kali di gunakan oleh seniis Adrian Hill di Inggris, dengan menggambarkan aplikasi terapi pembuatan gambar. Bagi Hill, terapi menggambar dan melukis ini membantunya untuk pulih dari TBC,
6. Meski dalam sejarahnya terapi ini muncul di akhir 1940-an, terapi ini pertama kali di gunakan oleh seniis Adrian Hill di Inggris, dengan menggambarkan aplikasi terapi pembuatan gambar. Bagi Hill, terapi menggambar dan melukis ini membantunya untuk pulih dari TBC, ia mengungkapkan bahwa nilai dari Art Therapy ; Completely engrossing the mind (as well as the fingers) … [and in] releasing the creative energy of the frequently inhibited patient’. Kemudian ditahun yang sama, seorang psikolog Margaret Namberg juga mulai menggunakan istilah Art Therapy ini dalam prakteknya, dari sinilah kemudian Art Therapy mulai berkembang (Naumberg, 2004)
7. MANFAAT VISUAL ART DALAM KONSELING
7.1. 1. Seni visual menyentuh bawah sadar dan membantu konseli mengekspresikan konflik dalam diri mereka yang tersembunyi.
7.2. 2. Menggunakan seni visual, konseli dapat melambangkan perasaan dengan cara yang unik, nyata, dan kuat (Nichols, 2010).
7.3. 3. konselor dapat menginspirasi dan membantu konseli menjadi lebih terhubung dengan transenden dan sisi pertumbuhan kepribadian mereka. 4. Menggunakan seni visual dalam konseling adalah banyaknya seni tugas
8. KEKUATAN PENGGUNAAN SENI VISUAL DALAM KONSELING
8.1. Konseling ekspresif yang mengombinasikan seni visual dengan konseling berhasil menangani permasalahan konseli
8.2. Dengan mengambar mereka bisa mengungkapkan aspek-aspek secara tidak langsung yang terjadi pada kehidupan mereka melalui gambar dan konselor kemudian dapat berdiskusi tentang hal tersebut.
8.3. Pengunaan seni visual dalam konseling dapat membantu konseli terutama anak-anak tidak merasa terancam dengan penerapan konseling yang ada.