Daulah umayyah di andalusia

Jetzt loslegen. Gratis!
oder registrieren mit Ihrer E-Mail-Adresse
Daulah umayyah di andalusia von Mind Map: Daulah umayyah di andalusia

1. perkembangan Islam pada masa daulah umayyah dibagi menjadi beberapa periode, yaitu

1.1. 1. Periode Pertama (711-755 M) Pada periode ini politik Andalusia yang masih dapat dikatakan tidak stabil sebab masih ada gangguan yang terjadi, baik dari dalam maupun dari luar. Gangguan dari dalam berupa perselisihan di antara elite penguasa, terutama akibat perbedaan etnis dan golongan. Periode Ini berakhir pada tahun 755 M ketika Abdurrahman Ad-Dakhil Abdurrahman I datang ke Andalusia.

1.2. 2. Periode Kedua (755-912 M) Pemimpin Daulah Umayyah di Andalusia pada periode ini adalah Abdurrahman Ad-Dakhil, Hisyam I, Hakam I, Abdurrahman Al Ausath, Muhammad bin Abdurrahman, Munzir bin Muhammad, dan Abdullah bin Muhammad. periode kedua ini,Daulah Umayyah mengalami kemajuan di berbagai bidang. Di antara contoh kemajuannya, yaitu berdirinya Masjid Cordoba dan sekolah sekolah di kota-kota besar Andalusia pada masa pemerintahan Abdurrahman Ad-Dakhil.

1.3. 3. Periode Ketiga (912-1013 M) Periode ini berlangsung dari pemerintahan Abdurrahman III yang bergelar "An-Nasir" Pada periode ini, Islam di Andalusia dipimpin oleh seorang yang bergelar khalifah.Khalifah Daulah Abbasiyah di Bagdad meninggal dunia. Khalifah yang memimpin pada periode ketiga ini adalah Abdurrahman An-Nasir, Hakam II, dan Hisyam II. Pada periode ini, Daulah Umayyah di Andalusia mencapai puncak kejayaannya.

1.4. 5. Periode Kelima (1086-1248 M) Pada periode ini muncul kekuatan yang dominan, yaitu Daulah Murabithun (1086-1143). Daulah Murabithuhadalah yaitu Islam yang berasal dari Afrika Utara yang didirikan oleh usu bin Tasyfin. Daulah Murabithun banyak membantu oleh Yusuf di Andalusia dari serangan orang-orang Kristeant

1.5. 6. Periode Keenam (1248-1492 M) periode ini, Islam hanya berkuasa di daerah Granada. di bawah kekuasaan Bani Ahmar (1235-1492 M) periode ini, peradaban Islam kembali dibangun sehingga yang terjadi sempat mengalami kemajuan seperti pada masa Abdurrahman An-Nasir. secara politik, wilayah kekuasaannya sangat kecil. pada periode keenam ini, berakhirlah kekuasaan Daulah Umayyah di Andalusia.

2. 4.Periode Keempat (1013-1086M) Pada periode ini, kekuasaan Islam di Andalusia terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja- raja golongan (Al-Muluk Ath-Thawaif) yang berpusat di kota Sevilla, Cordoba, Toledo, dan sebagainya. Munculnya Al-Muluk Ath-Thawaif sangat berpengaruh terhadap keberadaan Daulah Umayyah di Andalusia.

3. Situasi dan Kondisi Andalusia sebelum dan sesudah kedatangan daulah umayyah

3.1. Sebelum masuknya Islam ke Andalusia, Islam telah berkembang hingga ke Afrika Utara. Penyebaran Islam di Afrika Utara terjadi pada masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan (685- 705 M). Khalifah Abdul Malik bin Marwan menjadikan Afrika Utara sebagai salah satu provinsi dari Daulah Umayyah di Damaskus dan mengangkat Musa bin Nusair sebagai gubernurnya. Masuknya Islam ke Andalusia terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik (705-715 M) yang merupakan khalifah keenam Daulah Umayyah di Damaskus. Sebagai langkah-awal, gubernur Afrika Vana Musa bin Nusair, memerintahkan Tharif bin Malik untuk menyelidiki kondisi Andalusia saat itu. Tharif bin Malik pun datang ke Andalusia dengan menyeberangi selat yang berada di antara Maroko dan benua Eropa menggunakan empat kapal milik Raja Julian la membawa pasukan perang dan 500 pasukan berkuda. pasukan Islam yang dipimpin Tharif bin Malik tersebut menang tanpa perlawanan yang berarti. Melihat keberhasilan Tharif bin Malik dan pasukannya, Musa bin Nusair kembali melanjutkan misinya ke Andalusia dengan membawa pasukan dalam jumlah yang sangat besar. Musa bin Nusair menugaskan Thariq bin Ziyad untuk memimpin pasukan kaum muslimin yang berjumlah 7.000 orang.

3.1.1. Di Andalusia, Thariq bin Ziyad berhasil menguasai berbagai wilayah penting, seperti Cordoba, Granada, dan Toledo yang saat itu menjadi ibu kota Kerajaan Gothic. Keberhasilan umat Islam menguasai Andalusia tersebut menandai dimulainya periode pertama pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia, dengan pusat pemerintahan tetap di Damaskus, Pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia pada periode pertama ini dipimpin oleh seorang wali yang diangkat oleh Daulah Umayyah di Damaskus. Pada periode pertama ini, situasi politik dan perekonomian belum tertata dengan baik Sering terjadi konflik internal yang disebabkan berbagai hal sehingga dapat menghambat kemajuan Islam di Andalusia dalam berbagai bidang.

4. Latar Belakang

4.1. Sebelum Islam berhasil menguasai Afrika Utara, wilayah tersebut dulunya telah menjadi basis kekuasaan kerajaan Romawi, yaitu Kerajaan Gothic. Namun, setelah berhasil sepenuhnya menguasai Afrika Utara dan menyatakan kesetiaan dan kepatuhannya terhadap pemerintahan Musa bin Nusair, Islam mulai memusatkan perhatiannya untuk menguasai Andalusia. Dengan demikian, menguasai Afrika Utara merupakan batu loncatan bagi kaum muslimin dalam upaya mewujudkan misinya yang lebih besar yaitu, menguasai dan menyebarkan Islam di Andalusia dan Eropa.

5. kondisi sosial budaya

5.1. Sebelum bangsa Muslim datang pada abad ke-8 Masehi, masyarakat Andalusia berasal dari berbagai suku bangsa seperti Iberia, Celtiberia, Romawi, dan Yahudi. Mereka tidak memiliki persatuan politik yang kokoh dan sering terlibat dalam konflik dan perpecahan antara suku bangsa yang berlainan. Masyarakat Andalusia pada masa itu juga terkenal sebagai masyarakat yang suka merampok, menjarah, dan berperang antara suku bangsa yang berbeda.Mereka tidak memiliki persatuan politik yang kokoh dan sering terlibat dalam konflik dan perpecahan antara suku bangsa yang berlainan. Masyarakat Andalusia pada masa itu juga terkenal sebagai masyarakat yang suka merampok, menjarah, dan berperang antara suku bangsa yang berbeda.

5.2. Sesudah kedatangan daulah Umayyah, ilmu pengetahuan dan teknologi mengalami masa kemajuan. Bahkan Islam di Andalusia merupakan peradaban penting yang menyaingi Baghdad di Timur. Islam ketika itu menjadi guru bagi Bangsa Eropa karena orang Eropa Kristen banyak belajar di Universitas Islam di sana. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Bangsa Eropa pada hakikatnya berhutang budi terhadap kaum Muslimin, karena mereka pada awalnya belajar dari kaum Muslimin, sehingga mereka tercerahkan dan dapat bangkit dari masa kegelapan mereka.

6. Sebelum kedatangan umat Islam, daerah Iberia merupakan kerajaan Hispania yang dikuasai oleh orang Kristen Visigoth. Pada tahun 711 M. pasukan Umayyah yang sebagian besar merupakan. bangsa Moor dari Afrika Barat Lautmenyerbu Hispania dipimpin jenderal Tariq bin Ziyaddan dibawah perintah dari Kekhalifahan Umayyah di Damaskus.kekuasaan Islam terus berkembang hingga pada tahun 719 M. Hanya daerah. Galicia, Basque dan Asturias yang tidak tunduk kepada kekuasaan Islam. Setelah itu, pasukan Islam menyeberangi Pirenia untuk menaklukkan Perancisnamun berhasil dihentikan oleh kaum Frank dalam pertempuran Tours (732 M). Daerah yang dikuasai Muslim Umayyah ini disebut provinsi Al-Andalus, terdiri dari Spanyol, Portugal dan Perancis bagian selatan yang disebut. sekarang.

7. sesudah kedatangan daulah umayyah, Para khalifah membuat keputusan politik yang sama sekali beertentangan dengan sistem yang diterapkan masa Khulafa al-Rasyidin yang dalam pengangkatan khalifah dengan sistem demokrasi dirubah. menajadi aristokrasi (secara keturunan), masing-masing khalifah mengangkat putranya. sebagai penggantinya. Konsekwensi logis dari perubahan sistem pemerintahan. tersebut adalah suksesi kepemimpinan berlangsung secara turun temurun. Dengan diplomasi yang licik tersebut Daulah Bani Umayah berhasil mencapai tujuannya, sehingga menghidupkan kembali fanatik Arabisme (al-Hasabiyah al-Arabiyah)mengembangkan kebiasaan desa (badawah) dengan meninggalkan kehalusan budi bahasanya.

8. kondisi politik

9. perkembangan peradaban di andalusia

9.1. Dalam bidang ilmu

9.1.1. Filsafat, ilmu filsafat mulai berkembang pada masa Hakam II (961-976 M). Tokoh pertama dalam sejarah perkembangan filsafat di andalusia adalah Abu Bakt Muhammad Bin Yahya Bin As-Sayigh atau Ibnu Bajjah.

9.1.1.1. Sains, peradaban islam di andalusia melahirkan banyak ilmuwan dalam bidang sains. tokoh ilmuwan yang terkenal diantara; Abu Al- Qasim Az-Zahrawi di bidang kedokteran, Abbas Ibnu Firnas di bidang astronomi dan kimia, Ibnu Jubair di bidang geografi, Ibnu Khaldun di bidang sejarah.

9.2. Bidang keagamaan

9.2.1. fikih, umat islam di Andalusia dikenal sebagai penganut mazhab maliki. yang diperkenalkan oleh Ziyad Bin Abdul Rahman dan dikembangkan Ibn Yahya yang menjadi seorang qadi. sebuah kitab fikih monumental yang masih menjadi rujukan dalam bidang hukum islam adalah bidayatul mujtahid. merupakan karya Ibnu Rusyd, filsuf dn ahli fikih islam di Andalusia.

9.3. bidang bahasa dan sastra

9.3.1. Bahasa arab dengan ketinggian sastra dan tata bahasanya telah mendorong lahirnya minat yg besar bagi masyarakat andalusia di antara ahli bahasa dan sastranya ibnu sayyidih, ibnu malik pengarang alfiyah, ibnu kharuf, ibnu al-hajj dll.

9.4. bidang musik dn kesenian

9.4.1. Dalam bidang musik dan seni suara isalm mencapai kecermelangan dengan tokohnya abu al hasan ali bin nafi yg di juluki ziryab, setiap kali di selenggarakan pertemuan dan jamauan ia mempertunjukan kemampuanya. ia juga sampai mendirikan sekolah musik di cardoba.

10. perkembangan islam di andalusia

10.1. perkembangan peninggalan islam di andalusia

10.1.1. peninggalan di cordoba

10.1.1.1. Masjid Cordoba

10.1.1.1.1. dikenal sebagai Masjid-Katedral Cordoba atau Masjid Agung Cordoba. Bangunan ini peninggalan Bani Umayyah ini berada di kaki Bukit Siera de Montena, sebelah tenggara Kota Madrid. Masjid Cordoba dibangun pada tahun 784 atau pada saat kepemimpinan Khalifah Abd ar-Rahman I (756–788).

10.1.2. peninggalan di sevilla

10.1.2.1. Masjid Agung Sevilla

10.1.2.1.1. didirikan pada 1171-1172 M, yang kini telah berubah menjadi gereja dengan nama Santa Maria de la Sede. Hingga kota itu direbut oleh pasukan Nasrani pimpinan Ferdinand III dari Kastila di tahun 1248, sudah terdapat sebanyak 72 unit masjid di seluruh Sevilla.

10.1.3. peninggalan di granada

10.1.3.1. Alhambra

10.1.3.1.1. Kompleks bangunan ini menjadi satu-satunya pusat pemerintahan kerajaan dari zaman keemasan Islam yang masih berdiri hingga sekarang. Istana Alhambra didirikan pada abad ke-13 oleh Dinasti Nasrid yang memerintah Emirat Granada, kerajaan Islam terakhir di Eropa Barat.