1. Sturktur & Penyimpangan
1.1. Stratifikasi Sosial
1.1.1. Stratifikasi sosial adalah pengelompokan masyarakat secara bertingkat (vertikal) berdasarkan status sosial, kekayaan, kekuasaan, atau prestise.
1.1.1.1. Pengukuran dalam stratifikasi sosia
1.1.1.1.1. 1. Kekayaan
1.1.1.1.2. 2. Kekuasaan dan Wwewnang
1.1.1.1.3. 3. Kehormatan (Keturunan)
1.1.1.1.4. 4. Ilmu Pengetahuan
1.1.1.2. Cara Terbentuknya
1.1.1.2.1. 1. Ascribed Status (Terjadi dengan sendirinya)
1.1.1.2.2. 2. Achieved Status (Sengaja disusun)
1.1.1.3. Sifat Stratifikasi
1.1.1.3.1. A. Tertutup (Penakanan pada keturunan)
1.1.1.3.2. B. Terbuka (Penekanan pada kemampuan)
1.2. Perilaku Menyimpang
1.2.1. Perilaku menyimpang adalah setiap tindakan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.
1.2.1.1. Pendapat Ahli
1.2.1.1.1. 1. Bruce J Cohen
1.2.1.1.2. 2. James Vander Zander
1.2.1.1.3. 3. Robert M.Z Lawang
1.2.1.2. Ciri2 Perilaku Menyimpang
1.2.1.2.1. 1. Didefinisikan masyarakat melalui rekasi dan sanksi
1.2.1.2.2. 2. Bisa diterima atau ditolak
1.2.1.2.3. 3. Berisifat Relatif dan Mutlak
1.2.1.2.4. 4. Terjadi Karena kesenjangan antara norma ideal dan norma nyata
1.2.1.2.5. 5. Terdapat Norma Penghindaran
1.2.1.2.6. 6. Bersifat Adaptif
1.2.1.3. Jenis-jenis penyimpangan
1.2.1.3.1. Berdasarkan Sifat
1.2.1.3.2. Berdasarkan Pelaku
1.3. Konflik Sosial
1.3.1. Konflik adalah proses sosial di mana individu atau kelompok berusaha mencapai tujuan dengan cara menentang pihak lawan, menggunakan ancaman atau kekerasan.
1.3.1.1. Ralf Dahdorf
1.3.1.1.1. Membagi konflik menjadi 4 jenis: 1. Konflik peran sosial – terjadi dalam diri seseorang saat harus menjalani peran yang bertentangan. Contoh: sebagai siswa harus belajar, tapi sebagai anak harus bantu orang tua. 2. Konflik antar kelompok sosial – misalnya antarpemuda dari dua kampung berbeda. 3. Konflik antara kelompok terorganisir dan tidak – contoh: antara organisasi resmi dengan massa liar. 3. Konflik antar satuan nasional – contoh: antarpartai politik atau antarnegara.
1.3.1.2. Lewis A. Coser
1.3.1.2.1. Membedakan konflik dari: Bentuknya: 1. Realistis: jelas tujuannya (rebut jabatan, tanah, dll). 2. Nonrealistis: hanya karena emosi atau dendam, tanpa tujuan jelas. Tempat terjadinya: 1. In-group: dalam satu kelompok. 2. Out-group: antar kelompok berbeda.
1.3.1.3. Soerjano Soekanto
1.3.1.3.1. 1. Konflik pribadi – antara dua orang karena masalah pribadi. 2. Konflik politik – antarpartai, tokoh, atau pendukung politik. 3. Konflik rasial – antar kelompok ras/etnis. 4. Konflik antarkelas sosial – misal: si kaya vs si miskin. 5. Konflik internasional – antara negara atau bangsa.
2. Perubahan & Global
2.1. Perubahan Sosial
2.1.1. Proses di mana terjadi perubahan pada struktur dan tatanan dalam masyarakat.
2.1.1.1. A. Difusi
2.1.1.1.1. Penyebaran unsur2 kebudayaan di seluruh dunia
2.1.1.2. B. Akulturasi
2.1.1.2.1. Pertemuan suatu kebudayaan dengan kebudayaan asing
2.1.1.3. C. Asimiliasi
2.1.1.3.1. Penyatuaan dua kebudayaan yang berbeda.
2.1.1.4. D. Inovasi/Penemuan Sosial
2.1.1.4.1. Pembaruan dalam pemanfaatan sumber daya, teknologi, atau ide.
2.1.1.5. E. Internalisasi
2.1.1.5.1. Proses panjang dimana individu menanamkan nilai, emosi, dan dorongan ke dalam kepribadian.
2.1.1.6. F. Sosialisasi
2.1.1.6.1. Proses individu belajar menjadi bagian dari masyarakat
2.1.1.7. G. Enkulturasi (Pembudayaan)
2.1.1.7.1. Proses individu mempelajari dan menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan norma masyarakat.
2.2. Globalisasi
2.2.1. Globalisasi adalah proses menyatunya berbagai negara di dunia dalam hal budaya, ekonomi, politik, teknologi, dan informasi sehingga batas-batas antarnegara menjadi semakin kabur dan saling terhubung satu sama lain.
2.2.1.1. Paham-paham
2.2.1.1.1. 1. Individualisme
2.2.1.1.2. 2. Materialisme
2.2.1.1.3. 3. Sekularisme
2.2.1.1.4. 4. Hedonisme
2.2.1.2. Solusi
2.2.1.2.1. 2. Menjadikan Pancasila sebagai Filter Budaya asing dan kemajuan IPTEK
2.2.1.2.2. 1. Meningkatklan pemahaman Bhinneka Tunggal IKa
2.2.1.2.3. 3. Menunjukkan Prestasi Putra-Putri Bangsa
2.2.1.2.4. 4. Menggambarkan tantangan global
2.2.1.2.5. 5. Memotivais sikap kritis terhadap perubahan
3. Dasar Sosiologi
3.1. Manfaat Sosiologi
3.1.1. Memahami masyarakat: Membantu memahami struktur sosial, perilaku, dan hubungan antarindividu dalam masyarakat. Membentuk sikap kritis: Mendorong individu untuk berpikir kritis terhadap masalah sosial dan perubahan sosial. Pemecahan masalah sosial: Digunakan untuk menganalisis dan mencari solusi atas berbagai persoalan sosial, seperti kemiskinan, kriminalitas, dan konflik. Perencanaan sosial: Membantu merancang kebijakan dan program pembangunan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Pendidikan karakter: Membentuk sikap toleransi, empati, dan tanggung jawab sosial pada individu.
3.2. Fenomena Sosial
3.2.1. Kemiskinan: Ketimpangan distribusi kekayaan dan kesempatan. Penyimpangan sosial: Tindakan yang tidak sesuai dengan norma sosial. Perubahan gaya hidup: Seperti pergeseran dari budaya gotong royong ke individualisme. Urbanisasi: Perpindahan penduduk dari desa ke kota yang menimbulkan dampak sosial. Kesenjangan sosial: Perbedaan yang tajam antara kelompok kaya dan miskin.
3.3. Interaksi Sosial
3.3.1. Interaksi sosial adalah proses dinamis yang menyusun perilaku manusia dalam hubungan sosial, dan merupakan proses dasar yang membentuk struktur sosial masyarakat.
3.3.1.1. Ciri-Ciri Interaksi Sosial
3.3.1.1.1. 1. Dilakukan oleh dua orang atau lebih dan harus ada reaksi dari pihak lain.
3.3.1.1.2. 2. Adanya kontak sosial dan komunikasi
3.3.1.1.3. 3. Bersifat timbal balik, positif, dan bekesinambungan
3.3.1.1.4. 4. Melibatkan Penyesuai Norma dan bentuk interaksi sosial
3.3.1.1.5. 5. Harus didasarkan pada: Kebutuhan, Efektifitas & Efesien, Penyesuaian pada kebenaran dan norma, Tidak memaksakan mental atau fisik.
3.3.1.2. Tingkat hubungan dalam interaksi (Drs. Haryanto)
3.3.1.2.1. 1. Hubungan Dalam
3.3.1.2.2. 2. Hubungan Dangkal
3.3.1.3. Tujuan
3.3.1.3.1. 1. Menjalin persahabatan
3.3.1.3.2. 2. Menjalin hubungan dalam perdagangan
3.3.1.3.3. 3. Melakukan kerja sama yang saling menguntungkan
3.3.1.3.4. 4. Merundingkan masalah yang muncul
3.3.1.3.5. 5. Meniru budaya orang lain yang lebih maju
3.3.1.4. Dasar Interaksi Sosial
3.3.1.4.1. 1. Imitasi
3.3.1.4.2. 2. Sugesti
3.3.1.4.3. 3. Identifikasi
3.3.1.4.4. 4. Simpati
3.3.1.5. Kontak Sosial dan Komunikasi
3.3.1.5.1. A. Kontak Sosial
3.3.1.6. Jenis Kontak
3.3.1.6.1. 1. Kontak Primer
3.3.1.6.2. 2. Kontak Sekunder
3.3.1.7. Komunikasi
3.3.1.7.1. Proses menyampaikan pesan/perasaan dari satu pihak ke pihak lain, yang disertai reaksi atau tanggapan
3.3.1.8. Kehidupan Terasing
3.3.1.8.1. Tidak mampu melakukan interkasi sosial
4. Aturan Sosial
4.1. Jenis Nilai Sosial
4.1.1. Prof. Dr. Notonagoro
4.1.1.1. 1. Material
4.1.1.1.1. Berguna Bagi Manusia
4.1.1.2. 2. Vital
4.1.1.2.1. Mendukukung aktivitas manusia (Melakukan Kegiatan)
4.1.1.3. 3. Spiritual
4.1.1.3.1. 1. Religius
4.1.1.3.2. 2. Kebenaran
4.1.1.3.3. 3. Keindahan
4.1.1.3.4. 4. Moral
4.2. Budaya & Tradisi
4.2.1. Budaya adalah keseluruhan cara hidup masyarakat yang mencakup nilai, norma, kepercayaan, dan kebiasaan. Tradisi adalah bagian dari budaya berupa kebiasaan yang diwariskan secara turun-temurun, misalnya upacara adat, pernikahan tradisional, dan bentuk kesenian lokal. Budaya dan tradisi berfungsi sebagai identitas dan pengikat solidaritas masyarakat.
4.3. Kebudayaan Lokal
4.3.1. Kebudayaan lokal adalah budaya yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu, mencerminkan nilai, norma, dan pandangan hidup masyarakat setempat. Contohnya: Batik dari Jawa, Tari Tor-Tor dari Sumatera Utara, Upacara Ngaben di Bali. Pentingnya menjaga kebudayaan lokal: Mencegah kepunahan budaya. Menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan leluhur. Sebagai alat pemersatu bangsa dalam keberagaman.
4.4. Norma
4.4.1. Umum: Aturan-aturan yang dilengkapi dengan sanksi bagi orang yang melanggarnya.
4.4.1.1. Selo Soemardjan
4.4.1.1.1. 1. Pedoman Hidup
4.4.1.1.2. 2. Mengikat dan dapat memberikan sanksi bagi pelanggar
4.4.2. Kekuatan (Lemah-Kuat)
4.4.2.1. 1. Cara (Usage)*Paling Lemah
4.4.2.1.1. Kebiasaan Pribadi dalam pergaulan
4.4.2.2. 2. Kebiasaan (Folkways)
4.4.2.2.1. Perbuatan yang diulang-ulang dan disukai banyak orang
4.4.2.3. 3. Tata Kelakukan (Mores)
4.4.2.3.1. Norma pengatur hidup masyarakat
4.4.2.4. 4. Adat Istiadat (Custom)
4.4.2.4.1. Mengakar pada budaya
4.4.3. Jenis-jenis Norma
4.4.3.1. Norma Resmi & Tidak Resmi
4.4.3.1.1. 1. Norma Resmi
4.4.3.1.2. 2. Norma Tidak Resmi
4.4.3.2. Norma Utama
4.4.3.2.1. 1. Kelaziman (Folkways)
4.4.3.2.2. 2. Kesopanan
4.4.3.2.3. 3. Kesusilaan (Mores)
4.4.3.2.4. 4. Agama
4.4.3.2.5. 5. Hukum
4.4.3.2.6. 6. Mode (Fashion)