Materi tugas Map Mapping: 1. Pengertian Hadis dan struktur Hadis 2. fungsi hadis terhadap Al-Qur'...

Lancez-Vous. C'est gratuit
ou s'inscrire avec votre adresse e-mail
Materi tugas Map Mapping: 1. Pengertian Hadis dan struktur Hadis 2. fungsi hadis terhadap Al-Qur'an. 3. Sejarah penghimpunan hadis masa Nabi s/d tabi tabiin. 4. Hadis dari segi kuantitas 5. Hadis dari segi kualitas 6. Sahabat yg tergolong bendaharawan hadis. 7. Kutub as sittah ( 6 kitab induk) (1) par Mind Map: Materi tugas Map Mapping: 1. Pengertian Hadis dan struktur Hadis 2. fungsi hadis terhadap Al-Qur'an. 3. Sejarah penghimpunan hadis masa Nabi s/d tabi tabiin. 4. Hadis dari segi kuantitas 5. Hadis dari segi kualitas 6. Sahabat yg tergolong bendaharawan hadis. 7. Kutub as sittah ( 6 kitab induk) (1)

1. Dari segi kuantitasnya : 1. Hadis mutawatir ialah Hadits yang diriwayatkan sejumlah rawi yang menurut adat mustahil mereka bersepakat berbuat dusta, hal tersebut seimbang dari permulaan sanad hingga akhirnya, tidak terdapat kejanggalan jumlah pada setiap tingkatan. 2. Hadis ahad yaitu Hadits (khabar) yang jumlah perawinya tidak mencapai jumlah perawinya hadits mutawatir, baik perawinya itu seorang, dua orang, tiga orang, empat orang, lima orang dan seterusnya,  Berdasarkan kualitasnya : 1. Hadis shahih,adalah hadits yang bersambung sanadnya, dinukilkan oleh perawi yang adil, kuat hafalannya, tidak cacat dan tidak tercela. 2. hadis hasan, berarti hadits yang baik, atau yang sesuai dengan keinginan jiwa. 3. hadis dlaif, berarti yang lemah, sebagai lawan kata dari qawi yang kuat.

2. Fungsi hadist terhadap Al Quran : adalah sebagai Bayan At-Tafsir yang berarti memberikan tafsiran (perincian) terhadap isi Al Quran yang masih bersifat umum (mujmal) serta memberikan batasan-batasan (persyaratan) pada ayat-ayat yang bersifat mutlak (taqyid).

3. A. Biografi PenyusunKutub al-Sittah 1. Bukhari (194-256 H / 810-870 M) 2. Muslim (204-261 H / 820-875 M) 3. Abu Dawud (202-275 H / 817-889 M) 4. Tirmidhi (209-279 H / 824-892 M) 5. Nasa'i(215-303 H / 839-915 M) 6. Ibn Majah (207-273 H / 824-887 M)

4. Periode Pertama: Perkembangan Hadis pada Masa Rasulutlah SAW.     Periode ini disebut `Ashr Al-Wahyi wa At-Taqwin' (masa turunnya wahyu dan pembentukan masyarakat Islam). Pada periode inilah, hadis lahir berupa sabda (aqwal), af’al, dan taqrir Nabi yang berfungsi menerangkan AI-Quran untuk menegakkan syariat. Periode Kedua: Perkembangan Hadis pada Masa Khulafa' Ar-Rasyidin (11 H-40 H)           Periode ini disebut ‘Ashr-At-Tatsabbut wa Al-Iqlal min Al-Riwayah’ (masa membatasi dan menyedikitkan riwayat). Nabi SAW wafat pada tahun 11 H. Kepada umatnya, beliau meninggalkan dua pegangan sebagai dasar bagi pedoman hidup, yaitu Al-Quran dan hadis (As-Sunnah yang harus dipegangi dalam seluruh aspek kehidupan umat. Periode Ketiga: Perkembangan pada Masa Sahabat Kecil dan Tabiin             Periode ini disebut ‘Ashr Intisyar al-Riwayah ila Al-Amslaar’ (masa berkembang dan meluasnya periwayatan hadis).[6] Pada masa ini, daerah Islam sudah meluas, yakni ke negeri Syam, Irak, Mesir, Samarkand, bahkan pada tahun 93 H, meluas sampai ke Spanyol.

5. 1. Abu Hurairah radhiyallahu anhu – 5374 Hadits. 2. Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma – 2630 Hadits. 3. Anas bin Malik Al-Anshari radhiyallahu anhu – 2286 Hadits. 4. Ummul Mu’minin Aisyah radhiyallahu anha – 2210 Hadits. 5.  Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma – 1660 Hadits. 6. Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu anhuma – 1540 Hadits. 7. Abu Sa’id Al-Khudri Al-Anshari radhiyallahu anhu – 1170 Hadits.

6. Hadis atau al- hadits menurut bahasa adalah al- jadid yang artinya (sesuatu yang baru) khususnya seperti orang yang baru masuk / memeluk islam.   As Suyuti dalam bukunya Tadrib ar Rawi, hal 41 , menulis:                                       الاِخْبَارُ عَنْ طَرِيْقِ الْمَتَنِ             “Berita tentang jalan matan” b. Mahmud at Tahhan, mengemukakan sanad adalah :                                 سِلْسِلَةُ الرِّجَالِ الْمُوْصِلَةِ اِلىَ الْمَتْنِ    “Mata rantai para perawi hadis yang menghubungkan sampai kepada     matan hadis.”