1. 1) Kenaikan harga-harga barang. 2) Kenaikan biaya produksi. 3) Jumlah uang yang beredar banyak. 4) Jumlah barang yang tersedia lebih sedikit daripada jumlah uang. 5) Permintaan bertambah.
2. Faktor-faktor penyebab inflasi
3. Pengertian Indeks
4. Laju inflasi dapat dihitung dari: 1) Membandingkan inflasi rata-rata tahunan, 2) Membandingkan inflasi bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu, 3) Membandingkan inflasi bulan ini dengan bulan lalu. 4) Indeks harga.
5. Laju inflasi adalah suatu ukuran yang menentukan tingkat perubahan inflasi yang terjadi pada suatu negara dalam kurun waktu tertentu
6. Laju Inflasi
7. Indeks Harga Konsumen (IHK),
8. Angka indeks adalah perbandingan dua angka antara dua periode berbeda
9. A. Bahan makanan B. Makanan jadi C. Perumahan D. Sandang E. Kesehatan F. Pendidikan G. Rekreasi dan olahraga H. Transportasi dan komunikasi
10. Komponen Indeks Harga
11. Jenis-jenis
12. Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
13. Cara Menghitung Indeks Harga
14. Pengertian Inflasi
15. 1.) Indeks harga agregatif tidak tertimbang IA= Indeks harga yang ditimbang Pn = Nilai yang dihitung PO= Harga pada tahun dasar
16. Cara Paasche IP= Angka Indeks Paasche Pn= Harga yang dihitung PO= Harga pada tahun dasar Qn= Kuantitas pada tahun yang dihitung
17. Ciri-ciri Inflasi
18. Cara Laspeyres IL= Angka Indeks Laspeyers Pn= Harga yang dihitung PO= Harga pada tahun dasar QO= Kuantitas pada tahun dasar
19. 2.) Indeks harga agregatif tertimbang
20. Inflasi adalah suatu peristiwa naiknya harga- harga secara umum dan terus-menerus dan mengakibatkan nilai uang turun
21. 1) Nilai uang menjadi turun. 2) Jumlah uang dengan jumlah barang tidak seimbang. 3) Harga-harga barang naik secara umum.
23. Mendorong tingkat bunga tinggi, sehingga keinginan untuk membuka usaha berkurang.
24. Investasi berkurang, sehingga harga- harga naik
25. Mendorong tindakan spekulatif, para pemilik modal menyimpan barangnya dan kemudian menjualnya kembali
26. Turunnya nilai mata uang dalam negeri.
27. a. Inflasi rendah -> di bawah 10% (I < 10%).
28. Dampak - dampak Inflasi
29. 1) Berdasarkan Tingkat Keparahannya
30. b. Inflasi sedang -> antara 10% – 30% (10% < I < 30%).
31. c. Inflasi tinggi -> antara 30% – 100% (30% < I < 100%).
32. Jenis - jenis Inflasi
33. d. Sangat Tinggi (Hiperinflasi) -> lebih dari 100% (I > 100%).
34. 1. Demand pull inflation, yaitu inflasi yang disebabkan karena berlebihnya permintaan.
35. 2) Berdasarkan Penyebabnya
36. 2. Cost push inflation, yaitu inflasi yang disebabkan karena naiknya biaya produksi.
37. 3) Berdasarkan Asalnya
38. 3. Mixed inflation, yakni kondisi inflasi yang disebabkan oleh tekanan permintaan (demand pull inflation) dan inflasi dorongan biaya (cost push inflation).
39. 1. Imported inflation yaitu inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga di luar negeri, yang berimbas pada kenaikan harga di dalam negeri. Contoh: kenaikan harga minyak dunia.
40. 2. Domestic inflation, yaitu inflasi yang disebabkan faktor-faktor dari dalam negeri. Contoh: defisit anggaran, kegagalan panen massal, pembatasan kredit untuk produksi.
41. Teori - teori Inflasi
42. 3) Teori Strukturalis Inflasi disebabkan karena struktur impor tidak sama dengan struktur ekspor. Inflasi terjadi karena permintaan barang lebih dari penawaran barang.
43. 2) Teori Keynes Inflasi terjadi karena masyarakat ingin hidup di luar batas kemampuannya.
44. 1) Teori Kuantitas Inflasi disebabkan karena jumlah uang lebih banyak daripada jumlah barang. Inflasi terjadi karena prediksi harga naik dan turun.