Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

Lancez-Vous. C'est gratuit
ou s'inscrire avec votre adresse e-mail
Saluran-Saluran Mobilitas Sosial par Mind Map: Saluran-Saluran Mobilitas Sosial

1. Organisasi Ekonomi

1.1. Dalam hal ini organisasi ekonomi sebagai saluran mobilitas sosial dapat merujuk pada suatu perusahaan. Individu yang bekerja pada perusahaan dapat melakukan mobilitas sosial karena perusahaan memungkinkan orang untuk saling berkompetisi menduduki jabatan tertentu dan merubah status sosialnya.

2. Organisasi Keahlian

2.1. Hampir sama dengan institusi pendidikan, organisasi keahlian sepert Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memungkinkan orang untuk mendapatkan status sosial tertentu dan mendapat pengakuan dari masyarakat.

3. Ikatan Pernikahan

3.1. Seorang individu dapat merubah nasib dirinya dan memperoleh status sosial tertentu dengan menjalin ikatan pernikahan dengan pasangan yang memiliki status sosial tinggi dari dirinya.

4. Konsumsi Budaya

4.1. Dengan mengkonsumsi produk seperti pakaian rancangan desainer ternama dan barang-barang mewah, seseorang dapat memperoleh status sosial yang tinggi dimata masyarakat.

5. Pendidikan

5.1. Tingkat pendidikan dianggap sebagai faktor penting yang dapat meningkatkan status sosial seseorang. Institusi pendidikan dimaksud bukan hanya pendidikan formal, namun juga informal dan non-formal. Sebagai contoh, sekolah dan universitas merupakan institusi pendidikan yang berperan sebagai saluran mobilitas vertikal bagi seseorang yang ingin mendapatkan pekerjaan yang mapan dan meningkatkan taraf kehidupannya.

6. Organisasi Politik

6.1. Organisasi politik seperti partai politik merupakan saluran yang memungkinkan individu untuk melakukan mobilitas sosial vertikal. Para tokoh-tokoh politik cenderung dipandang memiliki status sosial yang tinggi dimata para pendukungnya serta masyarakat luas.

7. Akademi Militer

7.1. Akademi militer merupakan saluran mobilitas yang dapat mendorong individu untuk melakukan perpindahan posisi sosial dengan cara mencapai pangkat kemiliteran tertentu.

8. Institusi Keagamaan

8.1. Tempat-tempat keagamaan memungkinkan orang untuk melakukan mobilisasi sosial. Seorang pemuka agama seperti seorang Ustad atau Pastor dipandang sebagai orang yang berkedudukan tinggi dan dihormati oleh masyarakat.